Monday, August 22, 2016

, , , , , ,

The Miracle of Enzim, Pendahuluan : Teori Enzim Pangkal



Dewasa ini, tidak banyak orang yang dapat menjawab pertanyaan dengan yakin jika ia ditanya tentang kesehatannya. Harus dipahami bersama bahwa seseorang yang tidak sakit itu tidak bisa disamakan dengan sehat. Dalam istilah kesehatan timur ada istilah Penyakit Dorman. Penyakit dorman adalah sebuah istilah yg menggambarkan kondisi  seseorang sebelum ia jatuh sakit, tetapi juga tidak sepenuhnya orang tersebut dalam kondisi yang sehat. Disini ada keraguan dalam hal seseorang menegaskan kesehatan dirinya. Bisa jadi kita juga mengalami penyakit dorman ini. Dengan kata lain penyakit dorman  merupakan kondisi dimana seaeorang berada pada satu langkah lagi sebelum ia jatuh sakit. Jika kita menganggap enteng gejala penyakit seperti insomnia, diare, batuk, pilek dan gejalan penyakit lainnya dengan kita mengatakan “saya memang biasa seperti ini”, atau “kondisi seperti ini adalah kondisi yang normal bagi saya”. Jika kita sendiri saja cuek dengan kondisi yang dialami oleh tubuh kita dengan cara mendiamkan kondisi tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa hal tersebut bisa menjadi suatu penyakit yang serius dikemudian hari atau dibeberapa hari kedepan.


Prof. Hiromi Shinya, MD dalam bukunya The Miracle Of Enzim mengatakan bahwa ketika seseorang jatuh sakit kadang kita sering melihat mereka berkeluh kesah tentang mengapa mereka menjadi sakit. Dalam sebagian besar kejadian, ternyata penyakit tidak ditentukan oleh faktor genetika atau keturunan. Malahan hampir semua penyakit adalah akibat dari kebiasaan seseorang yang terakumulasi selama beberapa waktu. Saat tubuh sudah berkurang daya imunitasnya, maka hal tersebut akan berdampak pada timbulnya penyakit tertentu.

Enzim adalah katalis protein yang dibentuk didalam sel makhluk hidup. Enzim ikut ambil bagian dalam seluruh aktifitas yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan, seperti sintesis dan penguraian, transportasi, eksresi, detoksifikasi, penyediaan energy dan regenerasi sel. Makhluk hidup juga memproduksi enzim yang terdapat didalam makanan yang dikonsumsinya. Manusia mempunyai lebih dari 5000 enzim dalam tubuh yang menghasilkan 25.000 reaksi yang berbeda. Dapat dikatakan bahwa setiap tindakan dalam tubuh dikontrol oleh enzim tetapi sangat sedikit dari kita yang mengetahui enzim itu sendiri. 

Tubuh menciptakan enzim yang berbeda-beda yang awalnya berasal dari enzim pangkal atau enzim dasar, dimana jumlahnya kurang lebih terbatas. Setiap jenis enzim memiliki karakteristik khusus dan fungsi yang unik. Contohnya enzim  pencernaan amilase yang terdapat dalam air liur hanya dapat bereaksi dengan karbohidrat. Begitu juga lemak dan protein, ia akan dicerna oleh masing-masing enzim yang berbeda. Jika kita menguras enzim pangkal, maka kedepan tidak akan tersedia jumlah enzim pangkal yang cukup yang digunakan untuk memperbaiki sel-sel dengan benar. Oleh karena itu seiring dengan berjalannya waktu, kanker dan penyakit degeneratif lainnyapun semakin berkembang. Karena persediannya terbatas, maka kita tidak disarankan untuk menghabiskan dengan segera enzim pangkal tersebut. Enzim pangkal dapat habis terkuras oleh makanan yang tidak baik bagi tubuh, racun, pembuangan yang buruk dan stress.

Sepertinya tidak ada jumlah yang telah ditetapkan untuk masing-masing dari beberapa ribu jenis enzim yang ada. Sebaliknya, enzim pangkal diubah menjadi satu jenis enzim tertentu pada saat enzim dibutuhkan dan kemudian dikonsumsi pada lokasi atau tempat yang dibutuhkan. 

Dorongan energy emosi yang positif seperti yang muncul dari cinta, tawa, canda dan kebahagiaan lainnya ternyata dapat menstimlasi DNA kita untuk memproduksi enzim pangkal tersebut. Orang yang mmpunyai persedian enzim pangkal yang cukup dia lebih kebal dan memiliki daya tahan tubuh yang bagus dari pada orang yang memiliki enzim pangkal sedikit. Maka dari itu cermatlah dalam menggunakan enzim pangkal ini dengan kita membiasakan gaya hidup yang baik. Karena semakin bertambahnya usia maka keberadaan enzim pangkal semakin sedikit.

Bersambung....

Disadur dari buku The Miracle of Enzim Karya Prof. Hiromi Shinya, MD.
Share:  

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah sudi berkunjung. Jika berkenan mohon tingalkan komentar terkait tulisan atau tampilan blognya. Jika dirasa info ini bermanfaat dan ingin berlangganan silahkan follow blog saya ya. Tolong jangan meninggalkan link hidup. Semoga bermanfaat.