Wednesday, September 7, 2016

, , , ,

Fibrilasi Atrium: Jantung Anda Berdebar Tidak Biasa?, Lakukan Hal Ini



Pada kesempatan kali ini saya mau berbagi cerita tentang pengalaman saya cek irama jantung dengan alat EKG. Bermula dari  kekhawatiran diri, kalau pas lagi ada beban fikiran, dada terasa senut-senut gimana gitu. Sakit si enggak, tapi terasa beda dari biasanya.

Nah, pas waktu itu ada info pemeriksaan jantung gratis di RSUP dr. Kariadi, menggerakkan saya untuk segera berpartisipasi ikut. Namun sayang, karena ada hal lain yang mendesak akhirnya saya batal ndak jadi ikut.

Qodarullah, ternyata Allah menghadirkan kesempatan lain untuk pemeriksaan jantung ini. Pas juga hari itu hari libur, jadi suami bisa anter dan ikutan juga cek juga.

Cek jantung gratis ini merupakan kerjasama antara Telkomsel dengan RSUP dr. Kariadi Semarang. Pemeriksaan saat itu  ber-tempat di Gd. Telkomsel Jl. Pahlawan, juli 2016 lalu. Bebarengan dengan agenda rutin tiap ahad pagi, Car Free Day.

Saat kami datang sekitar pukul 07.20, sudah banyak yang mengantri ternyata. Selain cek jantung gratis, ada juga Talkshownya lho. Talkshownya ini bertempat di halaman Gd. Telkomsel. Kali ini membahas tentang ‘Fibrilasi Atrium (FA)’. Bahasa apaan tuh? he.*nanti saya jelasin dibelakang yaa*.Sembari nunggu giliran cek jantung, saya dan suami disuruh ikutan Talkshow dulu.
 
079, 080..nomor antrian kami pun dipanggil untuk segera ke tkp. Cek jantung kali ini menggunakkan alat yang bernama Elektrokardiograf (EKG). Alat ini digunakkan untuk mendeteksi kelainan jantung dengan mengukur aktivitas listrik yang dihasilkan oleh jantung, sebagaimana jantung berkontraksi.

EKG dapat membantu mendiagnosis berbagai kondisi kesehatan seperti aritmia jantung, pembesaran jantung, peradangan jantung (perikarditis atau miokarditis), dan penyakit jantung koroner.

Elektrokardiograf akan mencatat aktivitas listrik otot jantung dan menampilkan data ini pada layar visual atau pada kertas print. Data ini kemudian ditafsirkan oleh dokter yang ahli.

Hasil EKG yang normal dari jantung memiliki karakteristik yang khas. Irama jantung yang tidak teratur atau kerusakan pada otot jantung dapat berdampak pada aktivitas listrik jantung sehingga mengubah bentuk EKG.

Nah, saat alat ini dipasang di dada, pergelangan tangan dan kaki saya, seperti biasanya saya bertanya “sakit ndak mba pemeriksaan ini?”. “ndak bu”, kata mba nya. Sebelum alat ini dipasang, bagian dada, pergelangan tangan dan kaki diolesi gel lengket terlebih dahulu. Selanjutnya elektroda ini akan mendeteksi arus listrik yang dihasilkan jantung yang diukur dan dicatat oleh mesin elektrokardiograf.



Dan benar adanya, cek jantung ini tidak sakit sama sekali dan berlangsung sangat sebentar sekitar 1 menitan. Hasil rekam jantung kami pun seketika keluar dalam bentuk kertas print-print-an.

Setelah itu kami konsultasikan hasil rekam jantung kami ke dokter spesialis jantung. Kebetulan dokter yang menangani saya perempuan, saya jadi bebas nanya sana sini :)

Dokter pun membaca grafik rekam jantung saya dengan teliti. Dan Alhamdulillah, hasilnya jantung saya NORMAL. Begitupun dengan jantung suami saya. Alhamdulillah.

“ usia mba berapa, apa yang memotivasi untuk datang acara ini?”, tanya dokter.
“ dada saya kadang terasa sakit dok kalau sedang jengkel”, ucapku.
‘’oh, itu tak apa mba”, masih wajar.
“ di usia mba yang masih muda, produksi hormon masih bagus, jadi InsyaAllah baik-baik saja”. tambah   dokternya.
“terus, apa yang harus saya jaga dok?”
“hati-hati dengan faktor resiko yang menjadi pemicunya, seperti ada riwayat keluarga penyakit jantung,  merokok, diabetes, obesitas, hipertensi”, kata dokternya
‘’ tapi ayah saya punya darah tinggi dok”, jawab saya lagi.
‘’tidak apa-apa mba, untuk saat ini tidak masalah. yang harus diwaspadai  nanti kalau mba udah menopause, saat produksi hormon berkurang”, tegas dokternya lagi.
‘’kalau bagi perempuan yang memakai kb gimana dok? kan dia ndak haid”, tanyaku lagi
“ kan kalau wanita haid, dia dapet hormon nya dari kb tersebut mba”,jawab dokter nya lagi.
“ Oh..gitu yaa dok”, oke dok terimakasih banyak yaa
#DasarPasienBanyakTanya :D 
Pasca pemeriksaan, aku dan suami ikut Talkshow di halaman Gd. Telkom. Tema nya tentang ‘Fibrilasi Atrium’. Ku lihat disekeliling ku, hampir semua nya bapa-bapa dan ibu-ibu yang aku perkirakan usianya diatas 40 th. Dan mereka sangat antusias memperhatikan dan bertanya.

Mau sedikit berbagi tentang apa itu Fibrilasi Atrium’. Tapii ini bahasanya agak berat yaa temans, biasa lah bahasa kedokteran..wkwk

Fibrilasi Atrium (FA) merupakan penyakit gangguan irama jantung yang disebabkan oleh adanya gangguan sinyal listrik pada serambi jantung sehingga bergetar dan tidak berfungsi baik. Gampangnya, FA ini ditandai dengan jantung yang bergetar / berdebar tidak biasa.

Gejala penyakit FA beragam pada setiap individu, masing-masing dipengaruhi oleh usia dan penyakit dasarnya. Gejala-gejalanya:
      - Cepat lelah
      - Irama jantung tidak teratur
      - Sesak nafas
      -  Berdebar
      -  Kesulitan mengerjakan pekerjaan sehari-hari
      - Rasa nyeri, dada tertekan dan seperti diikat
      - Pusing, rasa mengambang dan berputar hingga pingsan
      - Buang air kecil semakin sering

Adakah ciri-ciri ini terjadi pada diri temans? Kalau iya, segera periksakan ke dokter yaa.

Fibrilasi Atrium akan menyebabkan kelainan-kelainan jantung yang lain seperti stroke. Berdasarkan penelitian, satu dari enam orang yang terkena stroke diakibatkan karena gangguan irama fibrilasi.

Selain itu, Fibrilasi Atrium juga berakibat gagal jantung yang menyebabkan cepat lelah, pusing dan sesak nafas. FA merupakan kondisi progresif, jika tidak diobati dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menyebabkan komplikasi.

Pola hidup sehat saja tak menjamin untuk tidak akan berkembang menjadi Fibrilasi Atrium. Yuks kenali faktor resiko nya: 
- Usia ≥ 60 Th
- Tekanan darah tinggi
-  Penyakit jantung koroner
- Lemah jantung
- Penyakit katup jantung
- Gangguan tidur
- Penyakit tiroid
- Diabetes
- Penyakit paru kronik 
- Konsumsi alkohol
- Infeksi berat

Nah, salah satu cara untuk mendeteksi penyakit ini adalah dengan menggunakan mesin Elektrokardiografi (EKG). Jadi kalau ada keluhan seperti apa yang saya sampaikan diatas, segera saja cek irama jantung temans yaa, jangan ditunda-tunda lagi.

Pasca Talkshow, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize, namun sayang dari sekian nomor yang disebutkan, nomor undian kami tidak disebut. Ok lah, memang belum rezekinya. Next time may be...:)

Pukul 09.30, pasca acara berahir, kami pun meninggalkan tempat. Hilir mudik mobil dan kendaraan roda dua menandakan car free day sudah selesai. Ok let’s go home. See you in the other time..:)

Baca Juga: Cegah Kanker Serviks Sedini Mungkin, Dengan Papsmear

Share:  
Location: Jangli, Tembalang, Semarang City, Central Java, Indonesia

16 comments:

  1. hehe ternyata sering jengkel ya si ibu ini :D

    ReplyDelete
  2. yeah..ga sering kali, sekali-kali..namanya juga manusia :p

    ReplyDelete
  3. Aku sering nih, rasanya jantung tuh sering berdebar-debar gitu. Apalagi kalo pas kerjaan banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena deg-degan yaa mba..he..
      ndak apa2 mba InsyaAllah, asal tidak d ikuti keluhan2 yg lain :)

      Delete
  4. aku juga suka deg-degan mbak kalau suami belum gajian he3...tfs ya mbak baru tahu istilah ini lo mbak.

    ReplyDelete
  5. Ha ha, sama mba. Deg2an d akhir bulan ya. Sama2 mba

    ReplyDelete
  6. Ooo ternyata ngeceknya ga lama ya, Mbak, bahkan sangat singkat, saya pikir lama je, Mbak.

    ReplyDelete
  7. Lub dub lub dub suara jantung
    Jangan jengkel2 ya mbak
    Masa sih Mb bisa jengkel???

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bisa mb indri..emak2 kadang tersulut emosi.he

      Delete
    2. Mb Icha kan kaleeem. Kyknya g bisa jengkel hehe

      Delete
  8. Kalo lagi stress, kerjaan menumpuk, hasna rewel, pasti degdegan. mungkin karena emosinya naik ya, smg sih masih normal :)

    ReplyDelete
  9. Iya mba, klw itu InyaAllah normal mba. Asal tdk d ikuti gejala2 yg lain.
    Icha jg klw kamila lg rewel agak emosi hihi

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Saya belum pernah cek jantung nih mbak Relita, padahal penting juga ya buat jaga-jaga. Kadang deg-degan juga kalau sedang mengkhawatirkan sesuatu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bu, kalau ada kesempatan daftar dulu aja bu. kemarin saya pas ada gratisan he..

      Delete

Terima kasih telah sudi berkunjung. Jika berkenan mohon tingalkan komentar terkait tulisan atau tampilan blognya. Jika dirasa info ini bermanfaat dan ingin berlangganan silahkan follow blog saya ya. Tolong jangan meninggalkan link hidup. Semoga bermanfaat.