Thursday, October 6, 2016

, , , , ,

Perkembangan Teknologi Dari Masa Ke Masa Membangun Indonesia


Berbicara  perkembangan teknologi, saya seperti terlempar akan ingatan masa lalu yang telah lama berlalu. Teringat kisah kakek saya yang saat itu terpisah jarak sama istri dan anak perempuannya. Kakek saya di Brebes, sedang istri dan anaknya di Papua, Irian Jaya. Menantu kakek kerja di Papua, jadi mau tidak mau anaknya mengikuti suaminya disana. Sedangkan nenek (istrinya) ikut ke Papua untuk beberapa bulan karena membantu momong cucu pertamanya.

Untuk melepas rindu, jauh sebelum teknologi komunikasi berkembang pesat seperti sekarang, kakek sering dikirimi surat oleh anaknya dalam waktu tertentu. Jadi rutinitas menunggu surat datang, menjadi sesuatu yang selalu dinanti oleh kakek. Sedangkan, mengirim surat dari Papua membutuhkan waktu kurang lebih satu pekan, itupun dengan pengiriman kilat. Bisa terbayang ndak, untuk melepas rasa rindu butuh waktu yang lumayan lama yaa? Beuh..menyiksa pastinya :)
Sarana Komunikasi menggunakan Surat
Sumber: ranselhitam.wordpress.com
Masa surat berlalu, berganti telpon kabel. Saat itu saya masih duduk dibangku sekolah dasar. Alhamdulillah..ada secercah harapan baru bagi kakek. Kakek mulai intens bertukar kabar, dengan adanya perkembangan teknologi ini. Namun, masih harus mencari wartel untuk bisa berkomunikasi dengan keluarga disana. Temans tau ndak, jam berapa biasanya kakek telpon ke Papua? Jam 02.00 dini hari temans ! :) Kebayang ndak, kakek dini hari, jalan kaki dengan jarak yang cukup jauh, buat telepon keluarga tercinta mendengar suara perempuan-perempuan tercintanya? Kenapa dini hari, karena biaya operator jam tersebut jauh lebih murah. Diluar waktu tersebut, mahalnya ndak ketulungan deh, apalagi telepon ke Papua, Luar Jawa, biaya telponnya bisa berkali-kali lipat. Berbeda dengan sekarang, mau telpon kemanapun biayanya sama, kecuali kalau keluar negeri beda lagi yaa..he.

Telpon di Watel Jaman Doeloe (Sumber: Jadiberita.com)


Menginjak SMP, barulah muncul apa yang disebut telpon genggam, yang lebih familiar dengan HP (Hand Phone). Waktu itu, ni HP hanya bisa digunakan untuk sms dan telpon, itupun di rumah baru ada satu hp kepunyaan orang tua. Kemudian, menginjak SMP Kelas tiga, saya baru mengenal dan belajar yang namanya komputer tingkat dasar tapi belum ada internet *maklum hidup dikampung. Udah gitu pas belajar ndak paham-paham lagi, hiks.

Menginjak SMA, akhirnya saya punya HP baru *horee, itupun dikasih sodara karena dapet juara kelas..cie. Namun fasilitasnya masih sederhana juga, hanya bisa sms dan telpon. Menginjak kuliah, mulailah bermunculan teknologi baru dengan beragam aplikasinya. Saya pun sangat terbantu dengan adanya teknologi ini, khususnya untuk mencari referensi buat ngerjain tugas kuliah sama nyusun tugas akhir. Referensi dari internet berupa jurnal-jurnal penelitian malah lebih up to date dan dianjurkan oleh pihak dosen untuk digunakan, dibandingkan buku-buku di Perpus yang beberapa buku sudah lama tahun terbitnya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi Saat Ini (jombangkab.go.id)
 
Kehadiran dan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, saya rasakan benar-benar membawakan manfaat bagi diri saya pribadi, keluarga saya dan tentu semua orang yang memanfaatkannya dengan baik. Teknologi memudahkan kita dalam segala hal, baik dalam hal  komunikasi maupun informasi. Manusia abad ini lebih suka membaca informasi secara online ketimbang media cetak. Bener ndak? Semakin warga negaranya maju, InsyaAllah negara kita tercinta juga semakin maju.

Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi memberi harapan baru serta solusi baru bagi berbagai permasalahan bangsa yang kita cintai ini, seperti: permasalahan dibidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, korupsi, insfrastruktur, pembangunan, dan lain sebagainya.

Peran Teknologi dalam  Reformasi Birokrasi di Indonesia

Kali ini saya mau bercerita reformasi birokrasi dari sisi yang saya tahu dan pernah saya alami. Saya teringat saat mengikuti Test CPNS tahun 2014. Semua proses pemberkasan saat pendaftaran dan seleksi berkas, semuanya dilakukan secara online. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana proses pemberkasan dilakukan secara manual, semua berkas persyaratan dimasukkan kedalam amplop kemudian dikirimkan ke lembaga terkait. Kemudian lanjut saat test tahap satu yaitu Test Potensi Dasar (TPA), dilakukan secara online juga. Menurut saya, hal ini selain lebih efektif dan efisien juga dapat meminimalisir kecurangan yang terjadi. Tentu bukanlah hal yang rahasia, apabila tahun-tahun sebelumnya tidak sedikit orang yang menghalalkan segala cara (money politics) untuk bisa lolos seleksi CPNS. Menurut saya, Ini merupakan salah satu terobosan pemerintah yang cukup bagus. Walau pada tahap dua dan tiga masih memberi peluang bagi orang-orang yang mau berbuat curang, yaitu saat psikotes yang berupa test tulis dan tahap wawancara. Semoga menjadi koreksi kedepannya, tahap dua dan tiga ini sistem nya bisa diperbaiki lagi. Kalau bisa semua tahap dilakukan secara online supaya lebih transparan.

Selain kasus diatas, teknologi juga sangat bermanfaat dalam proses sadap menyadap yang sering digunakan lembaga anti ruswah alias Komisi Pemberantasan Korupsi. Dengan teknologi yang super canggih, sedikit banyak kasus korupsi bisa terungkap. Walau dalam penanganan selanjutnya tebang pilih *eh

Peran Teknologi di Dunia Pendidikan

Bagi seorang mantan siswi dan mahasiswi terasa banget manfaat adanya teknologi dari masa kemasa. Dulu pembelajaran hanya terpaku pada LKS atau buku-buku di perpustakaan off line yang terkadang sudah kadaluwarsa bukunya. Tapi dengan adanya teknologi kita dimudahkan untuk mendapatkan jurnal-jurnal terbaru dari berbagai sumber baik dalam negeri atau luar negeri asal sabar nerjemahinnya untuk sumber bacaan yang menggunakan bahasa asing he..

Di Era Digital seperti sekarang, perpustakaan tidak hanya off line namun juga online. Kalau temans mau mengunjungi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), temans yang dari luar jakarta atau luar jawa tak perlu datang jauh-jauh ke Jakarta, cukup masuk portalnya http://perpusnas.go.id. Segala macam buku bisa diakses dengan mudah sambil temans melakukan aktivitas lainnya.

Bagi temans mahasiswa, sekarang mengisi Kartu Rencana Study (KRS) hanya perlu dikerjakan didepan laptop dengan sambungan internet tentunya. Teringat dulu pas awal-awal masuk kuliah, ngisi KRS itu mesti off line pada selembar kertas dan wajib pergi ke kampus karena ada tanda tangan dosen wali disana. Sekarang, saatnya kita menghemat kertas dan saatnya kita go green di Era Digital ini.

Teman termasuk pemburu beasiswa dalam atau luar negeri? Sekarang, cukup pantau portalnya masing-masing, temans sudah mendapatkan info plus cara mendapatkannya.

Semoga kemajuan teknologi ini bisa dimanfaatkan secara bijak, khususnya bagi para generasi muda sehingga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (sdm) bagi kemajuan bangsa kita, Indonesia.

 Peran Teknologi Di Bidang Kesehatan

Salah satu kemudahan yang didapat di era digital saat ini, kita dimudahkan ketika mau periksa ke Rumah Sakit tak perlu lagi ngantri di loket. Saya punya saudara yang rutin kontrol tiga minggu sekali ke Rumah Sakit di Semarang, sedang beliau rumahnya di Brebes. Jadi sebelum kontrol, saudara saya udah daftar secara online terlebih dahulu diportal R.S tersebut, langsung deh dapat booking nomor antrian.

Semoga, dengan kemudahan dengan adanya Teknologi, derajat kesehatan rakyat meningkat, sehingga program Indonesia Sehat dapat tercapai dengan baik.

Pemanfaatan Teknologi di Bidang Ekonomi

Kemajuan teknologi mendorong munculnya berbagai industri kreatif berbasis online di Indonesia. Tentu kita mengenal e-commerce (perdagangan elektronik), saat ini dari tingkat perorangan sampai perusahaan berlomba-lomba untuk menjajakan dagangan dan bertransaksi  secara online. Produk yang ditawarkan bermacam-macam mulai dari baju, makanan, buku, barang elektronik sampai jasa sekalipun ada lho. Dibidang jasa, untuk menarik hati konsumen dengan pelayanan yang extra, berbagai aplikasi pun dikembangkan seperti Grab Car, Go Car, Uber.  

Tentu industri kreatif seperti ini membawa angin segar bagi negara kita, karena hal ini akan mengurangi jumlah pengangguran yang menjadi beban bagi negara.

Tahun 2015 & 2016, Kementrian komunikasi dan informatika membagikan satu juta domain secara gratis. 500 domain web.id atau co.id dibagikan pada akhir tahun 2015 dan sisanya dibagikan tahun 2016. Selain itu, pemilik situs juga akan dibagikan dana untuk hosting sebesar Rp 150.000. Program ini bertujuan untuk mengembangkan e-commerce, koperasi, UKM, sekolah termasuk pesantren dan personal (1).

Semoga dengan bantuan ini, semakin bisa meningkatkan kesejahteraan anak bangsa baik ekonomi maupun pendidikan demi kemajuan bangsa.

Peran Teknologi Untuk Membangun Daerah di Indonesia

Beberapa daerah di Tanah Air sudah mulai menggunakan teknolgi untuk menyelesaikan permasalahan dari tingkat operasional sampai permasalahan pelik yang sebelumnya sulit untuk diselesaikan.

Industri telekomunikasi di Indonesia sejak 15 tahun yang lalu mengalami evolusi secara berkelanjutan. Mulai dari kehadiran operator 3G pertama, kemunculan sosial media, tingginya penetrasi perangkat mobile, hingga yang terbaru euphoria lahirnya 4G yang menjanjikan kecepatan internet hingga lima kali lebih cepat ketimbang teknologi pendahulunya. Desember tahun 2015 lalu, Menkominfo resmi merilis 4G secara resmi , kini kecepatan internet di Jakarta digaungkan sudah melebihi Seoul dan siap bersaing head to head dengan Singapura. Wah keren yaa (2).

Kehadiran 4G juga membawa angin perubahan ke tengah masyarakat dunia. Mulai dari menjamurnya usaha rintisan di berbagai belahan dunia, berkembangnya financial technology, diadopsinya konsep kota pintar (Smart City), hingga konektivitas antar mesin (Internet of things).

Kota Pintar (Smart City)

Temans sudah tau belum apa itu kota pintar (Smart City)? Menurut Ridwan Kamil, kota pintar adalah kota yang penduduknya saling terhubung, sedangkan pemerintah memiliki kemampuan untuk membantu mengendalikan dan mengatur kehidupan warganya dengan bantuan teknologi. Saat ini beberapa kota sedang mengembangkan konsep kota pintar ini. Sebut saja Pemerintah DKI Jakarta mengembangkan aplikasi Qlue untuk memberi akses digital kepada warganya untuk menyampaikan beragam keluhan (2). Jadi di era demokrasi digital seperti sekarang, siapa pun bisa memberi kritik saran kepada pemerintah setempat kita.
Sumber: www.goognewsfromindonesia.org

Kota lainnya yaitu Surabaya, Tri Risma Harini: “Saat ini hampir semua akses pelayanan masyarakat Surabaya dilakukan secara digital (2).

Selanjutnya, Kota yang lagi ngehits saat ini dengan gebrakan-gebrakan cerdas walikotanya, yaitu Kota Bandung. Kota ini benar-benar menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia, bahkan dunia, dengan konsep Smart City nya. Langkah awal yang dilakukan Pak Ridwan Kamil untuk mewujudkan misi ini adalah dengan menyediakan titik-titik wifi gratis ditempat publik diseluruh penjuru kota, sehingga masyarakat mau meramaikan tempat publik seperti taman kota dan tempat ibadah. Beliau juga menginisiasi Open Government seperti sistem penilaian camat oleh warganya secara online. Ada juga sistem pelaporan masalah warga lewat SMS dan aplikasi mobile LAPOR. Kemudian ada sistem pengelolaan dana bantuan sosial (bansos) online yang lebih transparan. Pak Ridwan Kamil juga meminta seluruh dinas dan kantor kecamatan/ kelurahan di Kota Bandung untuk memiliki akun twitter dan wajib berinteraksi dengan warga untuk menangani keluhan. Dan yang tidak kalah keren, Bandung juga mempunyai pusat inkubasi bisnis startup yakni Bandung Digital Valley. Dalam waktu dekat juga akan dibangun kawasan bisnis berbasis teknologi yakni Bandung Teknopolis seperti Kota Mandiri Biopolis di Singapura dan Cyberjaya di Malaysia (5). Keren MasyaAllah, begini ni kalau kota di pimpin oleh pemimpin yang melek dan mumpuni di bidang teknologi.
Sumber: yourbandung.com
Selain dikota-kota besar, penerapan kota pintar juga sudah sampai ke kabupaten lho. Salah satunya Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Layaknya Kota Bogor, curah hujan di Kabupaten Bojonegoro cukup tinggi, dengan kelembaban mencapai 80%. Sehingga banjir menjadi salah satu permasalahan di kabupaten ini. Sebagai solusinya, sejak 2008 dilakukan transformasi digital open data yang bertujuan untuk  mengetahui perhitungan air. Selain itu juga, open data digunakan untuk menghitung perhitungan pupuk. Alhamdulillah, hasil panen di kabupaten ini meningkat dari 750 ribu ton menjadi 970 ribu ton pada 2016. Manfaat lainnya, dengan menggunakan bantuan sensor yang dibuat pada beberapa titik banjir, memudahkan untuk mengetahui waktu banjir sebuah kawasan sehingga saat ini petani bisa mengetahui waktu yang tepat untuk menanam dan panen (3).

Sama halnya dengan DKI Jakarta dan Surabaya, Kabupaten Bojonegoro juga memiliki platform yang memungkinkan warga bisa menyampaikan keluhan, kritik dan saran yang berkaitan dengan pelayanan publik lewat sebuah aplikasi. Semua data masuk secara real time sehingga bisa cepat mendapat tindak lanjut dari aparat pemerintah (3).

Dunia Bisnis

Tak hanya dikalangan pemerintah, dunia bisnis pun mengalami pergeseran. Dalam satu tahun terakhir, lima operator telekomunikasi yang ada di Indonesia XL Axiata, Telkomsel, Indosat Ooredoo, Smartfren, dan Hutchison Three terus berlomba menghadirkan jaringan 4G di berbagai kota besar di Indonesia  (4).

Namun berbicara Indonesia, kita tidak hanya berbicara Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Makasar, dll karena saat ini Indonesia memiliki lebih dari 17.500 pulau yang tersebar dari Sabang-Merauke. Salah satu operator telekomunikasi terkenal, XL Axiata telah berkomitmen untuk mendukung perluasan pembangunan jaringan komunikasi termasuk penyediaan Jaringan di Luar Jawa seperti Belitung, Lombok, Bajarmasin. Saat ini XL juga tengah membangun ratusan kilometer jaringan Fiber Optic (FO) di Banjarmasin-Balikpapan sepanjang 700 km. Jaringan-jaringan FO tersebut bertujuan untuk mendukung jaringan LTE, jaringan transmisi backbone, backhaul dan acces. Ini merupakan wujud komitmen XL untuk memenuhi kewajiban pembangunan telekomunikasi di wilayah Indonesia sehingga percepatan pemerataan infrastruktur bagi masyarakat di luar kota-kota besar dapat tercapai (4).

Membangun Indonesia Mulai Dari Apa Yang Kita Bisa..

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membangun Indonesia melalui teknologi, tentu semua dimulai dari apa yang kita bisa lakukan saat ini. Kali ini izinkan orang awam seperti saya berbagi tentang bagaimana menggunakan teknologi. Saya sendiri pernah menggunakan teknologi untuk berjualan secara online. Awalnya supaya punya usaha sendiri, syukur-syukur jika kelak bisa membuka lapangan kerja buat orang lain. Saya memakai media Fb, Facebook fanpage (Fp) , aplikasi Hp berupa WA, BBM untuk menjajakan barang dagangan saya dan bertransaksi dengan pembeli. Saya juga pernah mencoba promosi lewat Tokopedia dan Bukalapak. Alhamdulillah untuk ukuran pemula, stock buku saya terjual semua *nyetock nya juga dikit si :) Sedangkan yang Fp baru terjual satu boneka he.. Namun sayang, usaha ini sekarang lagi mandeg karena terkendala modal *he..

Pasca usaha mandeg, kita berdua (saya dan suami) menemukan dunia lain yang lebih sesuai passion kita yaitu menulis. Mulailah kita Nge-Blog. Berharap akan banyak manfaat yang akan kita berikan lewat tulisan yang kita tulis. Selain itu juga berharap bisa menjadi salah satu sumber rezeki Aamiin. Tulisan yang kita buat macem-macem, ada parenting, kesehatan, berbagi pengalaman keseharian, teknologi sampai lomba-lomba *he. Kalau suami memang sudah lama Nge-Blog sejak awal-awal kuliah, kalau saya baru-baru ini. Selama ini, saya hanya menuangkan ide, uneg-uneg dilembaran-lembaran kertas yang hanya saya baca sendiri tanpa membawa manfaat buat orang lain.

Sadar ataupun tidak, InsyaAllah sedikit banyak tulisan kita yang membangun itu akan bisa menginspirasi orang-orang yang membacanya. Dan itu berarti kita turut serta dalam membangun SDM bangsa. 

Kita jangan mau kalah sama orang-orang yang menyebarkan keresahan dan kerusakan lewat status-status mereka, lewat V-Log mereka, lewat instagram mereka, dll. Jangan sampai mereka menjadi kiblat bagi generasi saat ini dan nanti.

Berita terbaru, baru-baru ini pemerintah telah menutup tiga portal kencan Gay. Walau sebenarnya masih banyak portal negatif yang masih berjamuran :(. Portal human traficking masih bertebaran dimana-mana. Ini hanya sebagai contoh penggunaan teknologi yang akhirnya akan merusak moral generasi bangsa kita dan lambat laun menghancurkan bangsa.

Penjajahan saat ini bukan lagi dengan senjata, tapi dengan merusak moral & pola pikir generasi mudanya salah satunya lewat teknologi yang sekarang berkembang pesat. Setiap orang bisa dengan mudah mengakses apapun dari situs-situs dunia maya. Baik situs positif atau negatif sekalipun.

Cukupkah kita hanya terdiam dan melihat tanpa ada langkah nyata? Sedangkan generasi bangsa sedang terancam saat ini! 

Bagi temans yang memiliki keahlian lebih dibidang teknologi informasi dan komunikasi, berkarya lah lebih untuk bangsa dan negara ini beserta generasi yang berada didalamnya. Bagi pemerintah, sebagai pembuat kebijakan, buatlah aturan sebaik mungkin dan tegaslah!. Tutuplah semua portal porno, portal kencan gay & lesbian yang masih tersebar luas, update-an yang meresahkan baik yang datangnya dari kelompok atau perorangan. Kalau perlu buat punishment bagi para pelaku kejahatan teknologi. Meskipun sudah ada UU ITE, kadang masih ambigu dalam pelaksanaannya.

Bagi orang awam seperti saya, bijaklah menggunakan teknologi. Kalau belum bisa berkarya lebih, setidaknya bisa mengendalikan diri untuk tidak berbuat hal-hal negatif dalam berteknologi, yang bisa menularkan virus kepada banyak orang.

So mari kita berbuat dari apa yang kita bisa lewat tekonologi ini, mulai dari sekarang :)


Sumber:

(1).  http://www.aktualita.co/pandi-bagikan-sejuta-domain-id-gratis-ini-cara-mendapatkannya/4818/
(2). Livikacansera, S. 2016. Mengintip Sentuhan Digital di Perbatasan. (Diakses dari Koran   Republika, 21 September 2016)
(3). Aziza, N. 2016. Kota Pintar Ala Indonesia. (Diakses dari Koran Republika, 21 September 2016)
(4). Livikacansera, S. 2016. Kolaborasi Demi Pemerataan Insfrastruktur Telekomunikasi. (Diakses dari Koran Republika, 21 September 2016)
(5). https://www.infokomputer.com/2014/10/berita/berita-reguler/langkah-ridwan-kamil-membangun-bandung-sebagai-smart-city/


 "Tulisan Ini Diikutsertakan dalam lomba blog Membangun Indonesia melalui Teknologi Informasi Dan Komunikasi"
Share:  

7 comments:

  1. Bagus alur dan bahasanya. semoga bisa mencerahkan para pembaca :)
    Berbicara IT memang berbicara juga kita dan nasib bangsa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mas, berarti judulnya bisa: kita, teknologi dan indonesia yaa..:)

      Delete
  2. gudluck ya mbak icha aku masih ingat dulu juga sering pakai telepon wartel, sayang sekarang sudah banyak yang gulung tikar dikalahkan oleh hape

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mba..
      hu um mba, kasian yaa yg punya usaha wartel :)

      Delete
  3. Inget bangen jaman hp pas sma... duh ketauan deh umurku hihihi

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Terima kasih telah sudi berkunjung. Jika berkenan mohon tingalkan komentar terkait tulisan atau tampilan blognya. Jika dirasa info ini bermanfaat dan ingin berlangganan silahkan follow blog saya ya. Tolong jangan meninggalkan link hidup. Semoga bermanfaat.