Sunday, August 20, 2017

, , , ,

Lika-Liku dan Bisnis Rumahan Impianku

Assalamu’alaikum Sobat semua, ada yang punya impian memiliki bisnis rumahan? Kalau iya, bisnis apa? Begitu kira-kira pertanyaan Mbak Wahyu Widya dan Mbak Muslifa Aseani pada #ArisanBlogGandjelRel Ke-9 ini.
 
Sumber: bisnisukm.com
Dahulu, aku sempat punya bisnis bareng teman-teman. Bisnis Kuliner sama Bisnis Laundry. Kami punya warung penyet, dengan beberapa menu. Ada penyet bebek, ayam, tempe tahu, lele, telur. Di samping warung penyet, ada tempat laundry

Kami berharap dapat menjalankan bisnis ini secara bersamaan. Anggota team kami ada lima orang. Warung penyet buka sehabis ashar sampai pukul 22.00. Sedangkan Laundry buka dari pagi sampai pukul 22.00. Saat itu kami berbagi tugas dalam menjalankan bisnis ini. Kami belum berani untuk menggaji pegawai saat itu berhubung bisnis kami masih baru. Modal buat bisnis ini pun kami dapatkan dengan meminjam sana sini, hiks.

Energi kami benar-benar terkuras saat itu. Warung penyet, walaupun buka ba’da ashar tapi persiapannya sedari ba’da subuh. Mulai dari belanja ke pasar, racik-racik, masak. Dzuhur baru beres. Laundry every time buka, kita mulai tuh bagi-bagi kerjaan dari jepretin tanda pengenal ke baju, masukkin baju ke mesin cuci, jemur baju, nyetrika hingga packing
 
Sumber: EraKini.com
Strategi kami saat itu baru memaksimalkan mobilisasi teman-teman terdekat. Namun sayang, bisnis ini hanya bertahan seumur jagung pun tidak. Yaps, baru satu bulan sudah kandas. Banyak faktor penyebab, yang paling utama karena komitmen masing-masing anggota yang masih rendah. Sibuk dengan agenda masing-masing, apalagi saat itu kami masih kuliah. 

Awal-awal semangat, eh belum seminggu udah libur jualan dengan alasan kesibukan lain..fiuh!. Bagi sobat di sini yang berencana punya bisnis bersama, sejak awal harus benar-benar diuji komitmennya dulu yaa.

Selain itu, manajemennya juga kurang tepat. Sudah tau anggotanya sibukers semua, harusnya buka bisnis jangan dua sekaligus, sama-sama menguras waktu lagi. Kalau mau dua-duanya jalan, harusnya ada orang lain yang membantu. 

Marketing yang kurang masif juga menjadi catatan kekurangan kita juga saat itu. Sejatinya, kesuksesan bisnis itu sangat ditentukkan oleh strategi marketing yang oke. Bisnis tanpa Marketing itu imposible banget. Terahir, dalam berbisnis perhatikan juga Passion kita apa. Bisnis sesuai Passion akan menjadikan kita lebih semangat menjalani, InsyaAllah.

Setelah bisnis bersama kandas, aku cukup trauma saat ada teman yang ngajak joint bisnis baru. Kebetulan waktu itu ada yang ngajakkin, tapi aku tolak secara halus, hehe.

Tak cukup sampai di situ, aku pun mencoba bisnis yang lain, sebut saja Jualan Buku Parenting dan Buku Anak. Karena modal yang dimiliki terbatas, aku hanya menyetok beberapa Buku Parenting yang sedang hits saat itu. Sedangkan untuk Buku Anak, aku beli saat ada yang pesan saja.

Niat awal jualan buku waktu itu adalah pengen punya kerjaan yang bisa dikerjakan sambil momong anak yang masih kecil. Mau kerja di luar belum tega ninggalin anak, ya sudah akhirnya jualan buku saja 😊. Kenapa buku? biar aku pribadi terpacu untuk sering baca dan bisa mengedukasi konsumen. Semoga hal yang kecil ini bisa jadi amal jariyah, Aamiin.

Media promosi yang saya gunakan saat itu yaitu Medsos (fb, fanspage, bukalap**, tokopedi* dan wapri). Pesanan buku saya antar baik secara langsung atau lewat ekspedisi dan pos. Alhamdulillah semua stock terjual semua. Dan pesanan pun terus berdatangan, bahkan saat aku tidak berjualan lagi. 

Yaps, setelah saya punya aktivitas lain selain momong anak yi ngajar dan nulis, jualan untuk sementara aku hentikan. Manajemen waktu ku masih belum bagus dan memang aku masih menjadikan bisnis ini sebagai sampingan saja, belum sebagai jalan utama.

Jadi kalau sekarang ditanya “ingin punya bisnis rumahan”? Jawabannya “Iya, pengen”. “Apa bisnis rumamahan impian mu?”. Berdasarkan passion,Aku Pengen jadi agen buku, Pengen Punya Day Care dan Yayasan Pendidikan”. Tapi belum tau mau dieksekusi kapan, hehe. Baru sebatas impian untuk saat ini 😎. Semoga ada jalannya yaa, Aamiin.

Wassalamu’alaikum..
Share:  

5 comments:

  1. Pengalaman jadi guru terbaik yo mbak.
    Mudah2an segera move on dan bisa lagi memulai bisnis rumahan yg tepat dengan passion plus stabil selamanya.

    Aamiin.

    ReplyDelete
  2. Aku juga pernah bisnis bareng temen2 waktu kuliyah, dan kandas karena kesibukan masing2. Semoga kedepan kita bisa punya bisnis yang awet laris dan berkah ya mbak

    ReplyDelete
  3. Semoga diijabah ya Icha rencana bisnis rumahannya. Aamiin.

    ReplyDelete
  4. Semoga terwujud bisnis impianmu, ya Cha. Aamiin.

    ReplyDelete
  5. Moga gada kendala lagi. tetap semangat berbisnis Mbak. SUkses buatmu ;) matur nuwun ya

    ReplyDelete

Terima kasih telah sudi berkunjung. Jika berkenan mohon tingalkan komentar terkait tulisan atau tampilan blognya. Jika dirasa info ini bermanfaat dan ingin berlangganan silahkan follow blog saya ya. Tolong jangan meninggalkan link hidup. Semoga bermanfaat.