Saturday, October 1, 2016

Menjadi Guru Terbaik Bagi Anak Ala Teh Kiki Barkiah


Assalamu'alaikum Wr.Wb 

Bunda, pada kesempatan kali ini saya mau berbagi ilmu tentang Parenting yaa. Senang sekali rasanya, Kamis 29 September 2016 kemarin, saya bisa mengikuti langsung Kajian Parenting bersama Teh Kiki Barkiah, Motivator Pengasuhan dan Pendidikan Balita dan Remaja. Beliau juga penulis buku Best Seller 5 Guru Kecilku (5GK) Bagian 1 & 2, sudah pada punya belum ni? Alhamdulillah saya sudah mbaca ke-2 bukunya, bener-bener sangat bermanfaat terlebih bagi saya sebagai ibu baru. Saya juga sempet menjadi reseller bukunya Teh Kiki lho he..he, Alhamdulillah banyak yang tertarik dengan buku ini. Dan buku terbaru beliau, kumpulan puisi yang semakin meneguhkan peran kita sebagai ibu "Percayalah, Kelak Engkau Akan Merindukan Kembali" sudah terbit awal tahun 2016 lalu. Namun sayang, buku yang ini belum saya miliki, tapi sudah masuk dalam book list yang mesti dibeli si, he..

Buku-Buku nya Teh Kiki Barkiah
Kajian parenting ini berlangsung di Paud Bintang Juara, Jl. Dewi Sartika No. 82 Semarang. Tema Kajiannya "Orang Tua, Guru Terbaik Bagi Anak". "Sudahkan kita menjadi guru terbaik bagi anak-anak kita?" 

"Hai Orang-orang yang beriman! Perihalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (Q.S AT-TAHRIM: 6)

Allah telah memeberi anugrah sekaligus amanah kepada kita yaitu sebagai orang tua, yang kewajiban utamanya adalah memelihara diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Ini goal dari Parenting itu sendiri.

Tugas sebagai orang tua bukan hanya dalam hal pengasuhan tapi juga pendidikan. Saat ini banyak orang tua yang hanya menjalankan fungsinya  pada aspek pengasuhan saja atau bahkan ada yang aspek pengasuhan pun diserahkan kepada orang lain sepenuhnya. Dalam arti orang tua hanya bertugas mencari nafkah dan membiayai pengasuh. Lalu pendidikan? diserahkan kepada sekolah-sekolah formal, diserahkan kepada guru les, dsb.

Padahal sejatinya, pendidikan yang utama itu ada di keluarga dengan pendidik utama ayah dan ibu. Sedangkan sekolah hanyalah aspek pendukung saja. Kelak yang akan dimintai pertanggungjawaban itu bukan sekolah, bukan guru les tapi kita sebagai orang tua.

Bagaimana Fenomena Saat Ini?

Sekolah dijadikan pabrik pencetak anak cerdas dan shalih 

Kebanyakan orangtua menyerahkan sepenuhnya pendidikan itu kepada sekolah. Apalagi sekarang berjamuran sekolah-sekolah yang menawarkan pendidikan islami modern tanpa mengesampingkan aspek kognitif. Sedangkan saat ini, masih banyak sekolah-sekolah yang masih menilai kecerdasan itu hanya dari aspek kognitif saja. Anak dinilai cerdas yaitu ketika ia memiliki nilai semua mata pelajaran itu sempurna, misalnya nilai 80-100. Anak-anak yang nilai nya dibawah itu akan dianggap kurang pintar atau malah dianggap bodoh. Salahnya kadang kita sebagai orang tua memiliki pemikiran yang sama dengan sekolah tersebut. Akhirnya anak habis-habisan digenjot sisi akademiknya tanpa memperhatikan kemampuan mereka. Nah, makna cerdas yang seperti ini adalah KELIRU.

Setiap anak itu terlahir hebat dengan potensinya masing-masing. Tidak bijak, ketika memaknai CERDAS itu hanya pada satu aspek saja.Tidak semua hal mesti kita kuasai, karena hakikatnya manusia terlahir dengan ke-spesifikan masing-masing. Namun satu hal yang wajib kita pelajari dan wajib kita ajarkan kepada anak-anak kita adalah ilmu agama. Kalau kita sebagai orang tua ingin mendapat pahala yang berlimpah, maka ambilah peran yang banyak dalam mengajarkan agama kepada anak-anak kita.

Kembali membahas makna CERDAS yang sebenarnya. Makna CERDAS menurut Teh Kiki Barkiah?

- Anak yang cerdas adalah anak yang memiliki kecerdasan sosial (kepedulian), emosi dan spiritual yang baik.

- Anak yang cerdas bukan hanya bisa menghafal seluruh informasi dengan baik, layaknya menghafal sejarah tapi dia mampu menangkap dan mengolah informasi dengan baik. Misal: dia belajar sejarah perjuangan budi oetomo, dia juga akan berfikir bagaimana dia berjuang untuk saat ini dengan mengambil pelajaran dari sejarah tersebut.

- Anak yang cerdas adalah anak yang mampu menyelesaikan permasalahannya dengan baik. Tugas sebagai orang tua, ajarkan anak Problem Solving sedari kecil. Misalnya, ketika kita punya anak lima, punya mainan baru satu, kemudia antara kaka adek berebut mainan, apa yang seharusnya dilakukan? membelikan semuanya satu-satu atau? yang benar adalah dengan membujuk, mengalihkan, memahamkan satu sama lain. Ajarkan mereka arti sabar, saling berbagi, saling mengalah, dll. Karena kalau semua keinginan anak dituruti, itu hanya menyelesaikan masalah sesaat namun tak ada aspek mendidiknya. Namun kita sebagai orang tua terkadang pengen simple nya, ndak mau ribet, pusing *he..kita? saya aja kali..

- Anak yang cerdas adalah anak yang mampu mengolah potensi lingkungan menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat. Jangan batasi kreatifitas anak, " jangan ini, jangan itu, tidak boleh..dll" . Biarkan dia berkreasi dan berlatih team work dengan yang lainnya.

- Orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat Allah dan mempersiapkan segalanya untuk hidup setelah mati. Jadi ajari anak tauhid yang sebenar-benarnya.
Dan yang terpenting "Mencerdaskan anak sejak dini itu tak sekedar mengajar mereka CALISTUNG yaa bunda. Fenomena saat ini, orang tua biasanya bangga ketika anaknya yang masih berusia dini sudah bisa membaca dan berhitung. Padahal pondasi penting yang harus diajarkan terlebih dahulu sebelum mengajarkan ketrampilan membaca adalah:

1. Anak cinta buku, cinta ilmu
Salah satunya dengan membacakan buku untuk anak. Di Amerika, para mommy disana membacakan buku untuk anak nya sejak anak nya itu terlahir kedunia, MasyaAllah yaa. Karena indra yang sudah aktif saat mulai dalam kandungan adalah indra pendengaran.
2. Anak memiliki kaya kosakata 
3. Anak kaya wawasan
4. Anak memiliki character building
I Love Reading, I Love Science
Teh Kiki sendiri sangat terbantu dengan buku untuk mencapai ke-4 point ini. Beliau seringnya membahas buku-buku agama sebagai pondasi dasar bagi kehidupan ke-5 anaknya. Wawasan umum juga tentu menjadi bahasan, namun porsinya lebih kecil hanya sebagai pelengkap ilmu agama anak-anaknya saja. Kenapa dominan membahas buku-buku agama? Hal ini dilakukan Teh Kiki dalam rangka untuk membangun tujuan hidup dan  rules anak-anaknya sedari kecil. Sedari kecil, sejak tiga tahun pertama kehidupan anak yang merupakan masa keemasan mereka.

Bagaimana menjadi guru yang pertama bagi anak? 

Apa saja si yang harus orang tua ajarkan  kepada anak ?

1. Orang tua mengajarkan sikap yang benar kepada anak, saat belajar. Sikap apa saja yang harus dibangun? sikap yang harus dibangun yaitu sikap antusias, membangun rasa ingin tahu yang besar dan membangun sikap kooperatif dan menyenangkan.

2. Orang tua mengajarkan sikap yang benar kepada anak, dalam lingkungan sosial seperti: mudah berinteraksi dengan anak lain dan orang dewasa, aktif dalam kelompok, bermain dengan baik, bergiliran dan bergantian, peduli lingkungan.

3.Orang tua mengajarkan sikap yang benar kepada anak, saat menemui masalah di sekolahnya. Sikap apa saja yang mesti dibangun? yaitu sikap menyelesaikan masalah dengan cara yang baik, menggunakan kata-kata yang baik, meminta bantuan dengan cara yang baik.

4.Orang tua mengajarkan sikap yang benar kepada anak, terkait kemampuan berkomunikasi, seperti: mendengarkan dengan paham, caranya sejak kecil sering mengajak anak berbicara. Hal lainnya mengajarkan anak supaya dapat mengikuti arahan & petunjuk, anak dapat berbicara dengan jelas, anak bisa bercerita pengalamannya, anak bisa bercerita urutan cerita, anak berani memberi pendapat/ ide. Juga mengajarkan anak bisa mendengarkan dengan antusias, anak dapat menyampaikan kembali informasi, anak dapat bercerita dengan gambar.

5. Orang tua mengajarkan sikap yang benar kepada anak,  sikap dalam kegiatan bermain. Apa saja sikap yang harus dibangun? Si anak mampu bermain peran, mampu mengambil peran, mampu mengembangkan imajinasi dan kreatifitas, sikap bertanggungjawab terhadap mainan yang dia miliki.

Nah point-point diatas adalah beberapa hal yang mesti kita ajarkan, sebagai guru pertama dan utama bagi anak-anak kita.
Ayah & Ibu adalah Guru Pertama dan Utama

Langkah Sederhana untuk Menjadi Guru Pertama
1. Menyusui secara langsung, pengecualian bagi yang memiliki keterbatasan dalam hal kesehatan atau yang lainnya. Menyusui secara langsung selain memberikan nutrisi yang terbaik untuk anak kita juga berfungsi sebagai Bonding (kedekatan antara ibu dan anak). 

2. Perbanyak diskusi. Diskusi tidak harus dilakukan secara formal, misalnya bagi ibu-ibu bisa dilakukan sambil masak, sambil bersih-bersih sekaligus melibatkan mereka dengan pekerjaan yang sedang kita kerjakan.

3. Do It Your Self. Teh Kiki bercerita, saat mereka tinggal di Amerika, mereka terlatih terbiasa mengerjakan segala sesuatu secara mandiri, tanpa bantuan ART.

4. Melatih Problem Solving (memecahkan masalah)

5. Melakukan kegiatan aktif, kreatif

6. Perbanyak membaca bareng-bareng, Main bersama

7. Perbanyak cinta dan kasih sayang. Misalnya saat anak masih kecil, dimana masih sering membuat keributan, jangan perlakukan anak dengan kasar, perlakukanlah dengan lembut dan jangan membiarkan anak menangis terlalu lama. Karena ini adalah awal mereka mengenal dunia, ketika mereka sering terluka, maka mereka akan beranggapan bahwa dunia ini tidak indah dan jahat terhadapnya.

8. Perbanyak baca qur'an


Menjadi Guru Kehidupan Yang Utama Sepanjang Hayat..
Bagaimanakah kurikulum sekolah kehidupan sepanjang hayat?

"Ajarkan mereka mengenal & cinta kepada Allah, Rasulullah SAW dan Islam sehingga mereka mengenal diri mereka sendiri dan  mengenal  dengan jelas apa tujuan hidup mereka."

Bagaimana dengan keilmuan yang lain? Anak-anak memiliki kemampuan otodidak untuk mempelajari berbagai hal. Mereka memiliki kemampuan otodidak untuk menjadi manusia pembelajar.

Didiklah mereka sampai..

- Menjadi manusia pembelajar karena dengan ini mereka akan terus belajar
- Mencintai kebaikan dan memilih kebaikan. Teh Kiki cerita, dulu pas keluarga nya Teh Kiki   mau pindah ke Amerika, keluarga besarnya Teh Kiki sangat menghawatirkan Teh Kiki, namun Teh Kiki meyakinkan akan baik-baik saja disana. Setelah sampai Amerika, hal pertama yang dicari Teh Kiki dan keluarganya adalah masjid dan komunitas kebaikan. Hati mereka selalu memilih kebaikan.
- Bisa membedakan baik & buruk, benar & salah
- Mandiri mengaruhi kehidupan. Panutan kita adalah Rasulullah SAW. Dulu Rasulullah pada usia 12 th sudah hidup mandiri, berdagang sampai ke negeri syam. Kalau anak zaman sekarang, usia 12 sudah bisa apa yaa? he..

Tugas kita sebagai orang tua:
- Bimbing
- Pantau
- Luruskan
- Selamatkan
- Do'akan

Bagaimana Kualifikasi untuk Menjadi Guru Utama dan Pertama?
Siapapun bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anak kita dengan syarat:
- Ikhlas karena Allah
- Sabar
- Mencintai Ilmu
- Cinta belajar
- Mau belajar dari kesalahan
- Mau memperbaiki kesalahan
- Memantau pendidikan anak yang disub-kontrakkan

Learning Goals ?
Apa tujuan pembelajaran dari apa yang sudah kita bahas diatas?
- Semakin mengenal kebesaran Allah, semakin mensucikan Allah
- Semakin tunduk dan taat kepada Allah
- Semakin peka, peduli dan bermanfaat
- Semakin mulia disisi Allah
- Semakin profesional dalam bekerja
- Semakin memperbaiki diri dan lingkungan
- Semakin banyak berkontribusi dalam peradaban

Jadi learning goals nya bukan hanya terletak pada nilai nilai yang terdapat pada kertas raport, ijazah, berbagai piagam yang didapat, dll namun terletak pada nilai-nilai hakiki yang sudah disebutkan diatas.

Inilah sedikit ilmu yang bisa saya share, semoga yang sedikit ini bisa memberikan manfaat. Terimakasih banyak atas perhatiannya yaa

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

14 comments:

  1. GOOD SHARING, thanks ya mbak. Belajar memang bisa dari mana saja. Di sini juga :)

    ReplyDelete
  2. Sama-sama mba aisyah..
    Salam kenal yaa mba

    ReplyDelete
  3. Makasih banyak mba sharing-nya. Sepertinya perlu aku kasi link ini ke mas ku nih. Buat pelajaran kami berdua bersama, sebagai bahan persiapan kami. Sekali lagi, terima kasih banyak sudah sharing ya mba.

    ReplyDelete
  4. trimakasih udh sharing y mbk. Meskipun blun menikah, aku lg suka sukanya baca soal parenting, y persiapan. skali lg makasih, dicatat nih biar bsok klaua udh nikah bsa di praktekkan :))

    ReplyDelete
  5. Belajar parenting itu bikin nyandu.. Sekalinya masuk ke dalam pengen lagi dan lagi hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hu um mba bener banget, pengen lagi dan lagi..he

      Delete
  6. anak tuh titipan dari Allah.. tugas ibu bukan cuma mengandung, melahirkan, dan merawat, tapi juga jadi madrasah pertama bagi anak.. makanya jadi ibu itu harus pinter, supaya generasi penerusnya juga pinter.. bermanfaat banget postingannya mbak.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba, guru utama dan pertama ibu itu..sama2 mba :)

      Delete
  7. mantap ini ibu muda yang satu ini, jadi makin cinta :*

    ReplyDelete
  8. subhanallah..aku baca sampe selese mbak..jadi disentil nih mbak..kadang aku juga tidak sadar suka menilai anak dari nilai2 pelajarannya. anakku juga alhamdulilah di sekolah islam mbak. hebat ya teh kiki sampe amerika

    ReplyDelete
  9. Iya mba..aku juga kalau ikut kajian parenting seperti ini, jadi merasa bersalah sama anak. Mumpung masih ada waktu buat memperbaiki mba. Teh Kiki ikut suami kerja di Amerika dulu mba

    ReplyDelete

Terima kasih telah sudi berkunjung. Jika berkenan mohon tingalkan komentar terkait tulisan atau tampilan blognya. Jika dirasa info ini bermanfaat dan ingin berlangganan silahkan follow blog saya ya. Tolong jangan meninggalkan link hidup. Semoga bermanfaat.