Tuesday, June 12, 2018

Masakan Rumah Spesial Khas Ramadhan ala SO GOOD

12.6.18 0 Comments



Assalamu'alaikum sobat semua, bagaimana nih kabar puasanya? Tak terasa besok sudah memasuki akhir Ramadhan mulia. Ada perasaan sedih dan menyesal karena belum bisa beribadah dengan optimal pada Ramadhan kali ini. Targetan-targetan amalan yang sudah dibuat, belum semuanya terlaksana. Ya Allah semoga Engkau berkenan memberikan kesempatan lagi bagi kami untuk meneguk pahala Ramadhan tahun depan, Aaamiin.

Thursday, June 7, 2018

Ambil Peranmu Sekarang Juga, Demi Sebuah Takdir Kejayaan Bangsa

7.6.18 10 Comments
Foto: Nia Nurdiansyah

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Senin (4/6/18), kami para blogger berkesempatan menghadiri acara yang diselenggarakan oleh @Sembutopia bekerjasama dengan @TitikTengahPartnership dalam rangka memperingati hari Tanpa Tembakau Sedunia #WorldNoTobaccoDay2018 yang jatuh pada tanggal 31 mei, bertempat di Aston Semarang Hotel & Convention Center. Sembutopia sendiri merupakan sebuah gerakan dengan fokus utama pada isu-isu kesehatan di Indonesia. Sembutopia didirikan oleh orang-orang yang peduli akan kesehatan yang tidak hanya fisik tetapi juga mental. Salah satu pendirinya adalah Pak Kafi Kurnia, beliau merupakan pakar marketing dan motivator terkenal.

Salah satu hal yang dilakukan oleh Sembutopia adalah dengan mengkampanyekan hidup sehat kepada seluruh masyarakat indonesia dengan menggunakan platform sosial media baik IG, Fb maupun Twitter. Amazingnya, baru 6,5 bulan berdiri sejak November 2017, follower IGnya sudah menembus angka 56.000. Semoga dengan ini, akan semakin banyak orang yang tersadarkan dan tergerak hatinya untuk ikut serta mengkampanyekan gaya hidup sehat. Sayapun sangat tertarik untuk mengikuti acara ini, saat pertama kali ada undangan dari seorang sahabat blogger. 
Pemaparan Materi Oleh Pak Kafi Kurnia
Kampanye Hidup Sehat sangatlah penting dilakukan secara masif, harapannya ini bisa menjadi gerakan penyadaran bagi Masyarakat Indonesia. Apalagi, kesadaran akan hidup sehat pada masyarakat kita masih minim. Maunya sehat, tapi sayng baru sebatas omongan belaka belum sampai pada tindakan nyata. Maunya sehat, tapi tetap merokok. "Baru deh setelah terkena batunya alias sakit, baru tersadar dan bertobat", Kata Pak Kafi. 

Jadi nggak mempan tuh peringatan yang tertera di bungkus rokok: Merokok Membunuhmu atau Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi, dan Gangguan Kehamilan dan Janin, kalau belum ditakdirkan terkena penyakit tersebut hiks. Padahal, dampaknya bagi orang-orang sekitar yang ikut menghirup asap rokok ini (perokok pasif), malah jauh lebih merugikan. Gimana tidak, kita yang tidak merokok, malah terkena dampaknya dan terkadang jauh lebih mengerikan dari para perokok itu sendiri. 

Siapa yang tidak prihatin membaca dan melihat berita di atas?! Saya sendiri sebelumnya pernah membaca berita ini di timeline Fb. Sontak saya langsung berkaca-kaca dan memeluk dan menciumi buah hati saya yang sedang tertidur saat ini. Hati ibu mana yang tidak tercabik melihat kejadian ini?! Seorang bayi baru lahir terkena pneumonia sangat berat, hampir semua paru-parunya berwarna putih, mengalami sesak nafas parah dan akhirnya berujung pada kematian.

Semua ini berawal saat sang bayi ikut menghirup asap rokok pada saat aqiqahannya. Saya sendiri ko yo jadi ikut jengkel sama bapak yang sembarangan ngerokok di ruangan tempat aqiqah tersebut berlangsung. Mbok yaa berhenti dulu, apalagi ada anak bayi di situ atau keluar dari ruangan kalau udah nggak tahan buat menghisap! hiks. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua.
Curhatan Saya Tahun Lalu, @RelitaAprisa

Saya sendiri sering sebel kalau ketemu orang merokok di tempat umum, padahal jelas-jelas ada anak balita di situ. Kami sampai pindah-pindah tempat duduk dari satu kursi ke kursi yang lain, tapi selalu saja ada yang merokok. Herannya ko yo mereka biasa-biasa saja tanpa ada rasa nggak enak atau gimana gitu. Sekalipun saya sudah mencoba memperlihatkan kalau saya nggak nyaman, begitupun balita saya sudah saya suruh tutup hidung. Ingin rasanya kabur dari warung tersebut, tapi ko hujan lagi deras-derasnya di luar, nggak bawa payung atau mantel lagi.

Sedihnya lagi saya menyaksikan sendiri ada beberapa anak di bawah umur yang sedang asyik merokok saat itu, astaghfirullah dalam hati hanya bisa berdo'a semoga anak keturunan saya dijauhkan dari merokok, dan anak-anak tadi segera dapat hidayah, Aamiin. 

Kenapa hal ini bisa terjadi? Menurut Lisda Sundari, Ketua Lentera Anak, sebuah organisasi yang membela hak-hak anak, menyebut berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes 2013, "hampir 80% perokok, yang jumlah totalnya sekitar 16 juta, memulai merokok pada usia di bawah 19 tahun."
Angka-angka tersebut menurut Lisda "sangat mengkhawatirkan". Dia bertutur banyaknya perokok anak, karena banyak pula 'model perokok' di sekitar mereka. Astaghfirullahaladzim, kalau kaya gini, bagaimana nasib generasi bangsa kedepannya?

Yaps memang benar adanya, anak adalah peniru terbaik. Mereka bisa mencontoh orang tua, guru, kakak atau teman bermain yang sering berinteraksi dengan mereka. Kondisi tersebut membuat merokok seolah-olah adalah sebuah hal yang wajar dilakukan oleh orang dewasa, dan memberi kenikmatan sampai tingkat kecanduan.

Selain itu, akses anak-anak untuk mendapatkan rokok di Indonesia juga "sangat mudah". "Mereka bisa membeli rokok di mana saja. Rokok bisa dibeli dengan harga cuma Rp 1.000/ batang. Bahkan bisa lebih murah dari itu. Atau malah bisa dapat gratisan dari teman, hiks. Siapa yang nggak tergiur coba? Apalagi karakter anak-anak memiliki rasa penasarannya yang tinggi. Sekali dibiarkan dan sekali bisa merasakan kenikmatan merokok, maka untuk lepas darinya bukanlah hal yang mudah.

Lisda menegaskan tingginya jumlah perokok anak itu bisa 'mengancam masa depan Indonesia'. "Dampak merokok baru akan mereka rasakan 10-15 tahun mendatang. Kita bisa bayangkan nanti tahun 2030an, ketika Indonesia menikmati bonus demografi banyaknya masyarakat usia produktif, mereka malah sakit-sakitan.",ungkapnya.

Kalau kamu mau Indonesia berubah, mulailah dengan mendidik anakmu sendiri supaya tidak merokok, kata Pak Kafi Kurnia.
Menurut saya, kalau sudah seperti ini, semua pihak harus ambil peran supaya bisa menekan jumlah perokok. Tak hanya orang tua, guru atau Lsm tapi pemerintah selaku pemegang kebijakan tertinggi harus tegas terhadap hal ini! Ingatlah, generasi bangsa sedang dipertaruhkan! Tak apalah mengambil resiko yang cukup besar seperti terjadi penurunan penerimaan cukai untuk APBN, kan bisa dicari sumber pemasukan yang lain, bukannya Indonesia itu kaya, baik SDM dan SDAnya?

Kita juga memiliki Jejak Kejayaan di Masa Lampau. Alangkah baiknya jika kita mengambil pelajaran darinya dan menerapkannya di masa sekarang. Dengan bermodalkan warisan nenek moyang kita, mulai dari tradisi, budaya, sejarah dan kearifan lokal, lalu berupaya untuk memberdayakan warisan itu sehingga menjadi prestasi yang membanggakan. 

Atau jika alasannya bagaimana buruh yang bekerja di Industri Rokok bisa hidup? bagaimana buruh tembakau dapat penghasilan? Mulai sekarang, pikirkan dan buatkan lapangan pekerjaan baru, bukankah selalu ada jalan bagi sebuah tujuan yang mulia? InsyaAllah bisa, where there's a will there's a way.

Bisa jadi, Indonesia belum bisa mencapai Takdir Kejayaan karena bangsa kita belum mempunyai visi yang mampu mengantarkan Indonesia Ke Gerbang Kejayaan, kata Pak Kafi Kurnia.
Saya pribadi sangat sepakat dengan wacana yang baru-baru ini sedang berkembang, yaitu soal kenaikan harga rokok di Indonesia Rp 50.000/ bungkus dan tidak boleh dibeli bijian. Semoga dengan kebijakan ini akan mengurangi kemudahan untuk mendapatkan rokok yang pada akhirnya akan mengurangi jumlah perokok terutama perokok pemula.

Mari bersama-sama menyembuhkan Indonesia, demi Kejayaan Bersama. Tentukan peranmu sekarang juga! Mau menjadi bagian yang menyadarkan para perokok dengan mengkampanyekan hidup sehat atau menjadi bagian yang mengedukasi dan menyembuhkan para perokok dengan terapi yang terpercaya atau menjadi bagian yang membuat regulasi demi terciptanya habitat yang sehat dan nyaman, dll ? Apapun itu, pilihlah sesuai passion kita dan lakukanlah dengan ikhlas.

Masa depan bangsa ditentukan oleh peran kita semua tanpa terkecuali!:) Jangan mimpi Takdir Kejayaan Itu Akan terwujud, jika kita hanya menjadi generasi-generasi yang berpangku tangan. :(

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

#Sembutopia
#WorldNoTobaccoDay
#Indonesia2020







Sunday, May 13, 2018

Pengalaman Berharga Mengikuti Workshop Smartphone Videography Sekaligus Belajar Membatik di Sanggar Batik Semarang 16

13.5.18 0 Comments

Assalamu'alaikum..

Sabtu, 5 Mei 2018 Alhamdulillah aku berkesempatan untuk mengikuti workshop smartphone videography yang dipandu oleh Pak Teguh Sudarisman. Saat pertama kali Pak Teguh mengabarkan akan mengisi workshop ini di Semarang via medsos, saya sudah antusias untuk ikut. Walaupun waktu itu baru melahirkan anak ke-2. Antara yakin dan ngga yakin sih sebenernya. Setelah konsul sama suami, suami menyarankan yang penting daftar dulu, toh belum tentu keterima katanya.

Saya melahirkan maret, workshop ini direncanakan bulan mei. Ya udah bismillah, akhirnya saya memberanikan diri buat daftar dengan izin sebelumnya sama Pak Teguh, boleh ngga bawa anak. Alhamdulillah dibolehkan. Setelah fix diundang buat ikut workshop ini, H-7 menjelang acara, gantian suami yang ragu "de, apa salah satu aja ya yang ikut workshop, takut si kaka (anak pertama kami) rewel, dari pengalaman kalau dia lihat video atau dengar sound yang menakutkan versi dia, malah nangis. Apalagi ini workshop video dan peserta terbatas, nanti kalau nangis pasti kedengeran banget.
Alhamdulillah Full Team, Menghebat Bersama :)

Suami udah mengalah biar saya saja yang ikut workshop ini, tapi saya ngga tega. Saya tahu beliau juga pengen banget belajar smartphone videography ini seperti saya. Ya udah bismillah, kita berangkat dua-duanya dengan membawa dua anak, yang satu balita dan yang satu bayi :) Walau diawal acara sempat nangis dan minta ini itu, Alhamdulillah dalam keberjalanan acara bisa diajak kerjasama.

Workshop Smartphone Videography berlangsung di Cafe Batik Semarang 16 yang merupakan pusat batik semarangan. Sanggar batik ini terletak di Jalan Raya Sumberejo RT 02 RW 05 Kel. Meteseh Kec.Tembalang Semarang 50271. Saya sendiri baru tahu ada tempat sekece ini di Kel.Meteseh, padahal beberapa kali pernah lewat.

Banyak ilmu baru yang saya dapat saat mengikuti workshop ini. Banyak orang yang lebih suka menonton video, dibandingkan dengan membaca. Di youtube ada lebih dari 4 miliar video view perharinya. Setiap menit, 48 jam video diunggah ke youtube. Angka yang sangat menakjubkan bukan?! Kenapa orang lebih suka video? Karena konten video 1 menit setara dengan 1.8 juta kata (James McQuivey Penulis buku Digital Disruption).

Bagaimana cara membuat video yang baik?

Rata-rata rentang perhatian manusia hanya 8,25 detik. Sebagian besar orang tidak betah lama-lama membaca artikel namun mereka bisa berlama-lama menonton video. Hal ini karena pergantian frame berlangsung tiap beberapa detik. Lalu, idealnya berapa lama durasi waktu dari sebuah video? Jikalau 1 menit terlalu singkat, 5 menit terlalu lama, idealnya video itu berlangsung selama 2-3 menit. 1 shot 5 detik , berarti kalau 3 menit (180 detik) terdapat 36 shot.

Dalam sebuah video, mau pendek ataupun panjang, harus mengisahkan sebuah cerita. Sebuah cerita mempunyai 4 elemen yaitu terdiri dari seorang tokoh, sebuah awal cerita, sebuah pertengahan, dan sebuah akhir cerita

Apa saja yang harus dipersiapkan untuk membuat sebuah video?

1) Siapkan alat-alat syut maupun edit video: smartphone tripod (bisa monopod/tongsis/ steady cam), app untuk edit video. Tripod berfungsi supaya saat shot tidak terjadi shaking yang nantinya akan membuat hasil gambar tidak bagus. Untuk mengedit video bisa menggunakkan app yang bisa kita unduh di play store/ app store, bisa yang gratisan ataupun berbayar. Pada workshop kali ini, app untuk edit video menggunakan Legend dan Quick. Legend untuk membuat intro dan autro, sedangkan Quick untuk mengedit isi utama video.

2) Pelajari perangkat keras dan lunak tersebut

3) Pelajari konsep dan teknik syut
Hal pertama yang harus diperhatikan saat melakukan syut adalah jangan asal shoot first, think later (syut tanpatujuan). Sekurangnya bikin rancangan kasar cerita videonya mau seperti apa. Lalu observasi dulu situasi tempatnya seperti apa agar dapat ide bagimana jalan cerita videonya. Jangan abaikan faktor aktivitas manusia. Kalau dalam video travel, adanya manusia/ turis yang beraktivitas di objek wisata membuat video itu menjadi lebih 'hidup‘. 

Adanya kutipan bicara dari narasumber akan membuat video reportase menjadi lebih hidup. Jika ada kutipan narasumber, pastikan suaranya cukup keras dan jelas. Jangan menggerak-gerakkan kamera dari kiri ke kanan, karena sudah pasti akan shaking! Denger Pak Teguh tentang ini saya langsung tatap-tatapan sama suami, secara kami kalau mensyut sesuatu suka kesana kemari ditambah ngga pelan-pelan padahal ngga pake tripod. Alhasil gambar yang dihasilkanpun shaking, hiks.

Seharusnya kalau mau syut seperti itu, gunakan stabilizer atau tripod. Syutlah cut to cut (sepotong demi sepotong) dengan angle berbeda kalau ingin memperoleh gambaran utuh dari suatu benda atau tempat. Terahir tahu kapan harus berhenti syut (yaitu kalau merasa action untuk frame itu sudah cukup).

4) Merencanakan liputan
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari ide cerita  lalu  mencari musik latar yang cocok. Selanjutnya, mencari informasi tentang subjek yang akan disyut, menentukan setting/ lokasi , mencari aktor dan aktris, membuat skenario (ini yang paling penting), siapkan alat yang mesti disiapkan dan menghitung biaya. 

Wah lengkap banget yaa? yups, kalau mau mendapatkan hasil yang oke, persiapannya juga harus maksimal dong.

5) Melakukan syuting
Jangan lupa rekam dengan posisi landscape (mendatar) bukan portrait (vertikal) ya,kecuali untuk Fb Live dan Insta Story. Saat syuting layaknya seperti memotret, perhatikan komposisi, angle dan cahaya. Syut sesuai urutan waktu/ cerita ya.

Terapkan 5-shot method, seperti close up muka, close up aktivitas, wide shot, side shot, over the shoulder shot. Tiap shot 10 detik, tahan nafas kalau kita tidak menggunakan tripod. Ini yang saya lakukan kemarin, pengap juga ternyata hehe. Cek hasil syut dan ulangi hasil yang shaking ketika merasa belum puas. Untuk menghasilkan video yang menarik, sobat harus menemukan apa yang menarik dari hal yang sobat syut.

6) Melakukan editing
Strict/ kejamlah dalam mengedit. Kalau ada 1 frame durasinya lebih dari 10 detik, penonton akan mulai bosan. Sebaliknya, jika satu frame dengan banyak objek disyut terlalu singkat, penonton tidak akan bisa menikmati syut. Jadi harus seimbang.

7 ) Upload ke youtube atau channel video lain

8) Sharing dan promosi, bisa dilakukan lewat media sosial yang kita miliki, bisa fb, Ig, twiter, dll. Hal ini dilakukan supaya video kita dikenal oleh banyak orang.

Gimana sob, dapat pencerahan ngga nih dari materi yang disampaikan Pak Teguh? Kalau newbi kaya saya sih iyess banget. Setelah dapat materi, selanjutnya kami diajak tour keliling sanggar batik semarang 16 untuk mempraktekan ilmu yang sudah didapat karena ilmu tanpa praktek itu hanyalah sia-sia belaka sob.

Kami diajak melihat dan latihan syuting  dalam proses produksi batik tulis dan batik cap. Ternyata pembuatan batik ini tidak sederhana yaa. Benar adanya jika batik disebut sebagai sebuah karya seni bermutu tinggi. 

Batik tulis sendiri, proses pembuatannya cukup panjang. Mulai dari menulis atau mencanting kain dengan malam. Lalu memberi warna pada bagian kain yang tidak tertutup malam dengan pencelupan kedalam zat warna. Terahir, menghilangkan lilin batik dengan cara mengerok atau melorod, yakni merebus dalam air panas sehingga lilin terlepas.

Sedangkan batik cap sendiri, dibuat dengan menggunakan stempel. Stempel berfungsi untuk menempelkan bahan warna nabati pada kain. Cairan malam (lilin batik) dicapkan ke kain. Di Sanggar Batik Semarang 16 juga terdapat beberapa motif cetakan/ stempel yang terbuat dari tembaga. Pewarna yang digunakan juga merupakan pewarna nabati/ alami yang diperoleh dari daun, akar, umbi, kulit kayu, atau batang tanaman. Kenapa pewarna alami? Karena pewarna alami lebih ramah lingkungan, lebih murah dan juga karena permintaan konsumen.

Kami peserta workshop smartphone videography mensyut setiap aktivitas yang dilakukan pengrajin di atas. Saya sendiri sedikit-sedikit mempraktekkan ilmu yang didapat seperti tidak bernafas saat syut karena saya belum punya tripod/ tongsis. Mensyut dengan durasi maksimal 10 menit, mensyut orang dan aktivitasnya, mensyut dari depan; samping. Ternyata tidak mudah juga mencari angle yang pas yaa.
Nah ini dia hasilnya, bagus-bagus kan?!
Oh ya, di sini juga terdapat mesin tenun lho. Seumur-umur baru tahu bentuknya ni mesin, hiks. Di sanggar ini juga terdapat galeri untuk menjajakan hasil karya pengrajin batik yang berupa batik tulis dan batik cap tadi. Ada berbagai macam bentuk batik yang bisa kita jumpai, seperti kain, pakaian laki-laki dan perempuan, topi, dll. Bagus-bagus lho, penasaran? langsung ke tkp aja yaa :)
Seriuss banget bu :)
Tour terahir, kami diajak praktek langsung mbatik di pusat batik semarangan ini. Saya pribadi excited banget belajar mbatik, ini adalah pengalaman pertama saya. Kami diajak berlatih mencanting kain bermotif dengan menggunakkan malam. Beuh, ternyata ngga mudah sob, saat saya melukis, malamnya malah mbeleber kemana-mana sampe malamnya nempel dialas kain dibawahnya, hiks. Ditambah ada selingan harus nenangin dede bayi, ya sudah jadi kurang fokus deh. Tapi ngga apa-apa, saya menikmatinya, Alhamdulillah. Walau hasilnya kurang bagus, but it's ok, semua menjadi pembelajaran bagi saya. Terimakasih Batik Semarang 16.

Setelah belajar mbatik, kami ishoma dulu dan lanjut belajar edit video menggunakan app legend dan quick. Bagi saya yang jarang memakai app edit video, app yang katanya sederhana ini ternyata tidak langsung saya klik dengannya. Beberapa kali bertanya sama Pak Teguh hingga mungkin beliau bosan, hehe maaf yaa pak. Ditambah memori hape saya yang menyisakan sedikit ruang sehingga loadingpun sering terjadi, ini yang bikin gemesss, hiks. Walau begitu, Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan 1 video amatiran dari hasil workshop smartphone videography ini. Seneng banget rasanya :)

Lalu, keesokkan harinya saya penasaran ingin mencoba lagi mengedit video dengan menggunakan foto-foto yang saya dapat kemarin. Ceritanya saya kurang puas dengan hasil sebelumnya. Saking niatnya sampai saya pinjam hape suami yang ngga loading. Alhamdulillah hasilnya lebih baik. Kalau begini saya jadi semangat buat bikin video lagi besok-besok. Terimakasih Pak Teguh, semoga ilmunya barokah yaa..Aamiin

Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat :)

Wassalamu'alaikum..

Saturday, May 12, 2018

Review Film The Power Of Love: Dahsyatnya Kekuatan Sebuah Cinta Hakiki Bagi Jiwa Manusia

12.5.18 1 Comments
Sumber: ChanelMuslim

Assalamu'alaikum..
Semua orang kan kembali pada Allah setelah matinya. Tapi berbahagialah dia yang telah melangkah menuju Allah sepanjang hidupnya (Sayyid Quthb)
"The Power Of Love", film yang mampu menggugah dan menggetarkan iman kembali ketitik puncak. Ya, saya merinding melihat ribuan manusia dari berbagai daerah  tergerak hatinya dan berbondong-bondong menyambut panggilan Allah untuk berjuang membela agamaNya, membela kitab suciNya. Ini adalah panggilan iman. Mereka adalah orang-orang yang melangkah menuju Allah sepanjang hidupnya, InsyaAllah. Dan saya iri :(. Ini baru dalam sejarah Indonesia, baru kali ini saya menyaksikannya.

Friday, May 4, 2018

Temukkan Bakat Ibu Dahulu, Sebelum Memandu Bakat Anak

4.5.18 12 Comments
Sumber: motherandbaby.co.id

Assalamu'alaikum..

Benar adanya, sebelum kita memandu bakat anak, harusnya kita sudah selesai memahami apa bakat kita terlebih dahulu. Bu ibu ada yang masih bingung atau belum "ngeh" dengan bakatnya? Cung?! Kalau iya berarti sama, hehe.

Jujur saya merasa tersentil dengan tulisan beberapa teman tentang bakat ini. Apa sih pentingnya kita memperlajari tentang bakat? Yaps, saat kita ngomongin tentang bakat, bukan semata-mata untuk menemukan profesi apa yang pas buat kita saat ini atau masa depan nanti tapi lebih jauh lagi tentang peran spesifik kita bagi kehidupan, bagi perdaban, wuih berat yaa?! InsyaAllah ngga berat, kalau udah paham aturannya.

Ini Menarik!

Kalau kata Mba Andita A.Aryoko dalam Kulwapnya "Memandu Bakat Ananda", setiap manusia spesial dengan segenap fitur unik yang telah Allah anugerahkan untuknya. Nah kalau saat ini kita masih merasa menjadi manusia yang biasa-biasa saja, bersegeralah memantaskan diri dengan bersungguh-sungguh untuk menemukan jalan kesuksesan kita. Setelah itu, lanjutkan perjalanan untuk memandu bakat anak-anak kita :)

Mari Temukan Bakat Ibu Terlebih Dahulu

Beberapa tahapan yang bisa kita lakukan dalam memahami bakat diri diantaranya:

1. Banyaklah Bersyukur atas setiap potensi yang telah Allah anugerahkan kepada kita dan mohon ampunlah kepadaNya atas segala khilaf dan salah yang telah kita perbuat baik terhadap Allah, pasangan,orang tua, anak-anak, tetangga, bumi yang kita tempati, dll

2. Ekspresikan rasa syukur tersebut kedalam sebuah tulisan yaitu dengan menulis JURNAL SYUKUR secara rutin. Dengan menulis ini, InsyaAllah  pancaran BAHAGIA akan selalu hadir di setiap harinya, karena dengan BERSYUKUR akan melahirkan sebuah KEBAHAGIAAN. Perasaan selalu bahagia akan membuat otak mudah merespon hal-hal yang baik atas setiap tantangan yang hadir. Silahkan dicoba yaa!

3. Dalam kondisi syukur-bahagia tersebut, tengoklah kedalam diri, pasangan, anak-anak, TANTANGAN apa yang sedang dihadapi? Dari TANTANGAN  tersebut, Mulailah Berkarya setahap demi setahap.

4. Selanjutnya, silahkan ditengok kembali, POTENSI UNIK apa yang ada dalam diri? Caranya? Lihat apa yang kita SUKA dan apa yang membuat mata kita BERBINAR?

Bisa dimulakan dari bidang/ passion/ minat kita atau bisa pula dari peran/talents/ bakat kita.


Pertanyaan selanjutnya, Sebenarnya ADA BERAPA MACAM TALENT/ BAKAT ini? Jadi Bakat ini terbagi menjadi 2 kelompok yaitu Bakat Panca Indra dan Bakat Sifat. 

Kelompok yang termasuk kedalam bakat panca indra yaitu akting, merawat kecantikan, memperagakan busana, menari, seni musik, bernyanyi, seni lukis, memasak, olah raga, keterampilan fisik, keterampilan tangan, kerajinan tangan, memelihara lingkungan, bercocok tanam, beternak. Sekarang silahkan diidentifikasi, dari 15 bakat panca indra, mana yang termasuk bakat yang "gue banget"?

Adakah yang sama sekali tidak memiliki 1 dari ke 15 bakat panca indra diatas? Jika ada maka tak perlu galau karena ternyata ada bakat sifat, sifat yang produkstif. Sebab bakat ini sudah terpatri di dalam diri sejak manusia itu diciptakan. Apa saja bakat yang termasuk dalam kelompok ini?

Ada 30 bakat yang masuk dalam kelompok bakat sifat yaitu mengendalikan orang, mengatur orang lain, menengahi konflik, berjualan, menyeleksi orang, mendidik, memotivasi, mewakili, mengkomunikasikan, merawat, melayani, membuat visi, membuat strategi, memasarkan , mensintesa, mencipta, merancang, menganalisis, menata keuangan, memulihkan, mengevaluasi, meneliti, menulis, menginterpretasi, menata administrasi, memproduksi, menjaga mutu, menjaga keselamatan, mendistribusi, mengoperasikan.

Sekarang mari kita identifikasikan, dari 30 bakat sifat tersebut mana yang 'gue banget'? Catat pada jurnal perjalanan bunda, kemudian beri ruang lebih banyak untuk MENGAKTUALISASIKAN bakat sifat kita yang 'gue banget" tersebut.

Selanjutnya, Bagaimana Cara Memandu Bakat Anak?


Tahapan dalam memandu dan mengobservasi bakat anak:

1. Usahakan kita sudah memahami (bakat) diri agar kita paham benar bagaimana rasanya enjoy, easy, excellent dan earn sehingga ketika salah satu ciri tersebut hadir pada diri ananda maka kita akan bisa segera menangkap signal tersebut.

2. Kayakan kegiatan anak-anak dengan beragam aktivitas dari BAKAT PANCA INDRA maupun BAKAT SIFAT

3. Dokumentasikan setiap kali anak beraktivitas

4. Ajaklah anak berdiskusi, karena dengan ini anak akan mengalirkan perasaannya setelah aktivitas yang dilakukan

5. Catatlah Hasil Observasi Kita pada jurnal atau portofolio anak. Bagaimana respon anak setelah kegiatan yang dilakukan? Berbinar-binar, Biasa saja, Tidak suka, atau ingin mengulanginya lagi?

6. Dalam mengkayakan aktivitas anak, jangan hanya dilakukan 1 kali seumur hidup. Dalam artian  dalam rentang tempo 1 tahun bisa kita ulangi lagi kegiatan mengkayakan aktivitas ini karena bisa jadi ekspresi yang ditampakkan anak saat pertama kali berkegiatan akan berbeda dengan ekspresi ketika kedua, ketiga, keempat, dst saat melakukan kegiatan yang sama. Untuk itu, dengan memberikan hasil observasi yang valid dibutuhkan observasi yang berkelanjutan.

Biar lebih paham tentang bakat ini, ada beberapa hal yang sudah didiskusikan dalam KULWAP yang telah berlangsung pagi tadi:

1. Ada 7 bakat dominan dalam diri kita, dari jumlah bakat yang sudah disebutkan di atas. Untuk mengidentifikasi bakat mana yang paling sesuai, Just Do It! Dan berilah ruang aktualisasi bagi ke-7 bakat dominan tersebut.

2. Dalam memandu bakat ananda bisa dimulai dari usia 7 tahun. Tetapi sejak usia dini (0-7), mulailah mengajak anak jalan-jalan ke berbagai tempat dan profesi, sering berbagi cerita dan kisah pada anak-anak.

3. Indikator 4 E (Enjoy, easy, excellent dan earn) juga berlaku dalam mengidentifikasi bakat anak. Ya minimal sampai 3 E  (Enjoy, easy, excellent).

4. Apabila kita menemukan bakat mengatur dan mengendalikan orang dalam diri anak kita, maka sebaiknya orang tua bisa mewadahi sifat anak ini lewat proyek-proyek yang kita buat. Sehingga ketika keluar rumah, kebutuhan dirinya untuk menyalurkan sifat suka mengaturnya sudah selesai. Misal: beri job kepada ananda untuk mengatur antrian mandi adik2nya

5. Atau sebaliknya, jika orang tua ingin membersamai anak dalam masa tumbuh kembangnya sedangkan orang tua mempunyai sifat suka mengatur, mengendalikan orang lain dan mengkomunikasikan, bagaimana caranya supaya sikap tersebut tidak mencederai fitrah anak? Yaa buatlah proyek milik kita supaya sifat-sifat tersebut mendapatkan ruang tersendiri. Sehingga tidak menerjang di setiap ada kesempatan. Misal dengan kekuatan arraanger, kita bisa membuat proyek menata (mengatur) isi perabot rumah, hehe

6. Mengenai bakat panca indra seperti akting, menari, memperagakan busana, seni musik, seni lukis dan bernyanyi seperti yang sudah kita tahu bahwa bakat-bakat ini memiliki batasan tertentu bagi seorang muslim. Maka semua dikembalikan lagi pada keluarga masing-masing. Karena ada keluarga yang memang melarang keras, ada juga yang selagi musiknya masih baik lyriknya maka tidak menjadi masalah. Semua kembali pada prinsip keluarga masing-masing. InsyaAllah semua bakat yang diberikan Allah itu memiliki manfaat, memiliki peran yang telah Allah sematkan untuk kita garap di muka bumi. Maka tugas kita selanjutnya adalah iqro' (membaca setiap petunjuk Allah) dan terus menggarap tugas sesuai peran dimana kita ditunjuk oleh Allah.

7. Dalam masa mengeksplor bakatnya, jangan batasi anak-anak dengan garis batas dari kita ala orang tuanya selagi tidak melanggar al qur'an dan al hadits. Tetap kenalkan anak dengan beragam kegiatan sampai usia 14 tahun

8. Bagi anak usia 4 tahun, biarkan ia menggambar ala dia, jangan terlalu banyak mengintervensi. Kemudian yang harus kita perhatikan, rentang konsentrasi setiap anak itu 1 menit x usianya. Sehingga diusianya yang baru 4 tahun, belum perlu menjurus ke hal yang detail, cukup dikayakan wawasannya, mencoba sesuka hatinya, menyentuh langsung setiap objek, membauinya langsung serta merasakannya langsung (apabila makanan). Kalau perlu, persiapkan juga ice breaking supaya anak tidak bosan.

9. Untuk menghindari kebosanan saat anak berkegiatan, lakukan kegiatan lain yang belum pernah dicoba. Bunda bisa jalan-jalan ke pinterest disana banyak inspirasi. Atau model kegiatan tidak harus selalu di rumah, melainkan outing ke luar rumah, ke taman kota, dll.

10. Menentukan bakat pada anak berkebutuhan khusus sama dengan anak biasa. Ragam kegiatan yang dikayakan sama. Sebagai contoh. Adik saya tuna grahita ringan, tapi ibu saya tetap yakin dia keren sesuai jalan suksesnya. Beragam aktivitas tetap dicobakan. Beberapa kali dia menyambet juara menari tingkat kota, belum lama dia menjadi juara menari tingkat provinsi dalam even FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) anak berkebutuhan khusus

11. Seperti apa sih jurnal syukur itu? bunda bisa klik link berikut: bit.ly/jurnalsyukurGMANDISYA

12. Bagaimana cara memperkaya aktivitas anak berumur 10 tahun? Ajak anak beraktivitas dengan beragam bakat panca indra beserta peran  di bakat sifat, lalu amati, observasi dan catat dalam jurnal ananda.

"Allah tidak pernah menciptakan produk gagal bahkan pada anak berkebutuhan khusus sekalipun, pasti ada hikmah di dalamnya". Maka bersegeralah untuk bersungguh-sungguh dalam menempuh perjalanan memahami bakat diri agar kita bisa bahagia menjalankan peran yang telah disematkan Allah untuk kita bisa memberikan manfaat pada semesta dan tentu saja dalam memandu bakat anak-anak kita kelak 

Wassalamu'alaikum..

#resumekulwapMDDMAK



Thursday, April 26, 2018

Tips Sabar Terhadap Anak: Karena Semua Itu Butuh Ilmu..

26.4.18 3 Comments


Assalamu'alaikum..

Sabar, satu kata yang untuk meraihnya butuh perjuangan yang tak mudah dan butuh kesungguhan. Sabar itu berat, karena ujiannya sepanjang perjalanan hidup manusia. Pantas saja kalau Allah berkata, "Aku bersama orang-orang yang sabar". MasyaAllah keutamaannya yaa, untuk itu sabar memang tak mudah dan perlu diperjuangkan.

Setiap orang tentu punya ujian kesabaran masing-masing. Ada yang diuji dengan harta, pasangan, anak, bencana, dll. Sedangkan aku sebagai ibu baru, aku hanya sedang berupaya bersabar saat berinteraksi dengan anak. Sebenarnya anakku yang baru berusia 2,5 tahun, bukan tipe anak yang suka tantrum atau susah banget dibilangin sih. 

Mungkin aku hanya kaget melihat perubahannya dari fase bayi yang lucu dan menggemaskan menuju fase balita yang mulai banyak maunya, egonya mulai muncul dan terlihat seperti sering menolak keinginanku. Ya bisa jadi juga akunya yang terlalu sensitif, baperan atau punya ego tinggi sehingga mudah tersulut emosi saat  anakku melakukan hal-hal yang tak sesuai ekspektasiku.

So biar emak tidak mudah ngomel dan berekspresi menyeramkan, penting banget untuk belajar ilmu sabar biar anak juga ngga terus-terusan kena omelan kita. Kebetulan saya sempat ikut kulwapnya Teh Kiki Barkiah mengenai tumbuh kembang anak dan sedikit membahas tentang ilmu sabar ini. Berikut tips supaya kita bisa lebih memiliki stock sabar yang banyak:

1. Pertama yang harus kita lakukan, ubah cara pandang kita dulu terhadap anak. Bahwa tidak semua sikap yang tak sesuai dengan harapan kita adalah sebuah kesalahan. Bener ngga bund? terkadang kita sebagai orang tua juga secara sadar ataupun tidak, memaksakan kehendak kita yang bisa jadi itu tidak tepat. Misal saat anak tak mau makan, kita omelin. Tepat ngga? :D jadi kita harus berusaha memakai akal kita terlebih dahulu sebelum bertindak, kira-kira perilaku anak seperti itu adalah sebuah kesalahan atau bukan.

2. Selesaikan masalah internal ibu. Kekesalan, kemarahan kita pada anak bisa jadi karena kita memiliki masalah dalam diri kita yang belum terselesaikan misal masalah dengan pasangan atau orang lain. Nah akhirnya karena masalah ini belum selesai, pelampiasannya ke anak deh.

3. Lihatlah motif anak berbuat demikian
Belum tentu, sesuatu yang sepertinya terlihat salah di mata kita itu adalah sebuah kesalahan. Jikapun itu adalah sebuah kesalahan bisa jadi malah menjadi pengalaman yang berharga buatnya. Bukankah ada ungkapan "tidak belajar kalau tidak ada kesalahan?!". Yang terpenting dari kesalahan tersebut, anak dapat mengerti letak salahnya dimana dan mendapat hikmah dari kejadian yang dialami.

4. Pahami tahapan perkembangan kemampuan anak normalnya seperti apa, karena anak memiliki kapasitas intelektual dan emosi sesuai tahapan usianya masing-masing. Tak mungkin menyamakan kapasitasnya dengan orang dewasa kan, so jangan memakai kacamata kita saat memaksakan sesuatu pada anak. Ini penting, karena berpengaruh pada ekspektasi kita kedepannya.

5. Pahami potensi keunikan anak kita. Yaps setiap anak unik dan punya potensi masing-masing. Jangan coba-coba membandingkannya dengan anak orang lain atau bahkan sama adek dan kakanya sekalipun.

6. Berusaha untuk konsisten dan istiqomah dalam menegakkan aturan. Terkadang orang tua sendiri yang kurang konsisten, kemarin A besok B, nah yang kaya gini malah bikin bingung anak lo.  Lakukanlah secara bertahap sesuai usia dan kemampuannya. Jelaskan pula sebab akibat kenapa aturan tersebut ditegakkan, biar tidak salah paham dan bisa menjalankan dengan hati ikhlas.

7. Perbanyak do'a karena yang menggenggam jiwa anak kita adalah Allah SWT, Tuhan yang menciptakannya.

8. Ingatlah selalu bahwa anak adalah karunia dan sarana beribadah kita pada Allah, jalani pekerjaan dengan nikmat.

9. Upayakan anak memiliki aktifitas teratur dan terarah sehingga energinya tersalurkan secara tepat dan bisa meminimalisir perilaku negatifnya karena bosan. So sediakan sarana dan prasarananya yaa bund..

10. Teruslah mengajarkan kebaikan dan meluruskan perilaku buruknya tanpa peduli kapan nasihat kita akan benar-benar bekerja dan berbuah perilaku baik..

Nah kurang lebih begitu ilmu sabar yang harus kita jalankan bunda shalihah..semoga Allah memampukan kita yaa, Aamiin..

Sekian sharing saya pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat. Tetap semangat untuk belajar yaa bunda :)

Wassalamu'alaikum..

Wednesday, April 25, 2018

Happy Diapers, Pilihan Tepat Bagi Kenyamanan Maksimal Kulit Bayi

25.4.18 0 Comments

Assalamu'alaikum..
Bunda, pernah punya pengalaman ruam popok pada anak ngga? Tentu khawatir dong yaa, lihat kulit area belakang anak memerah dan membuat anak menjadi ngga nyaman dalam beraktifitas ?! :(. Mungkin kalau anak sudah bisa ngomong, dia akan mengeluh sakit. Berhubung pas kena ruam usia anak saya kurang dari satu tahun jadi dia hanya bisa menangis. Ya itu pengalaman anak pertama saya pas kena ruam popok dan saya tidak ingin hal ini terjadi kembali sama adek-adeknya, hehe

Waktu itu, sebagai orang tua baru saya agak kebingungan dengan kondisi ini. Atas saran suami, akhirnya saya olesi bagian yang merah itu dengan minyak jenis tertentu dan Alhamdulillah cocok. Hal lain yang saya lakukan untuk mengatasi ruam adalah dengan mengganti merk diapers yang menjadi pemicu utama ruamnya. Langsung saya black list deh diapers tersebut dan mencari merk lain yang lebih aman dan nyaman.

Jujur saja, dulu kalau beli diapers hal utama yang kami (saya dan suami) perhatikan adalah harganya ekonomis. Ternyata ekonomis saja tidak cukup, kualitas juga harus diperhatikan. Setelah saya amati, ternyata diapers tersebut dari segi kualitas bahan kurang bagus. Yaps, pas saya raba bahannya agak kasar, hiks. 

Setelah beralih ke yang lain, Alhamdulillah ruam popok pada si kecil bisa teratasi. Tentu setelah menjaga kebersihan dengan menggantinya secara teratur. Yaa walaupun seringnya pakai diapers yang standar sih, yang penting cocok dikulit anak. Pernah suatu hari dapat rezeki Diapers Premium yang cocok banget buat anak saya yaitu Happy Diapers. 

Ada yang belum kenal sama Happy Diapers? Wajar sih kalau diapers ini belum familiar karena memang baru dilaunching akhir tahun 2016. Diapers yang mempunyai tagline Gentle on Skin Cute on Butt ini, merupakan popok bayi premium baru yang diproduksi di Indonesia. Walau begitu diapers ini sudah dikembangkan dengan teliti dan hati-hati di Amerika dengan menggunakan bahan terbaik dari seluruh dunia. 

Lalu, apa kelebihan Happy Diapers dibandingkan Diapers lainnya? Yuks disimak..


1. Happy Diapers punya daya serap yang tinggi karena memiliki Super Absorbency Gel sehingga membuat popok tetap kering. Nah kali ini saya sudah melakukan eksperimen kecil-kecilan dengan melakukan tes Absorbtion Capasity  untuk membuktikan daya serap Happy Diapers, monggo disimak yaa bunda :) 


Gimana bunda, sudah terbukti kan kalau Happy Diapers punya daya serap yang lebih tinggi, dan bisa menampung pipis bayi lebih banyak?! 

2. Ultra lembut dan nyaman bagi kulit bayi
Pas pertama saya raba permukaannya, beuh lembut banget di kulit :) Si kecil nyaman banget pakai ini dan pastinya ngga bikin ruam sama sekali lo.

Happy Diapers VS Diapers Premium X

Permukaan Happy Diapers lebih kering dibandingkan Premium Diapers “X”. Hal ini terjadi karena Happy Diapers punya Distribution Layer. Distribution Layer merupakan lapisan distribusi akuisisi, yang terletak tepat di bawah lembaran atas popok yang berfungsi untuk mendistribusikan cairan lebih merata di seluruh inti popok untuk penyerapan yang lebih baik, sehingga bisa meminimalisir terjadinya ruam.

Happy Diapers merupakan diapers pertama di antara diapers Indonesia lainnya yang menggunakan lapisan khusus yang disebut Distribution Layer (ADL).

3. Memiliki desain yang nyaman yaitu pada bagian pinggang elastis dan lembut sehingga bisa memberikan kenyamanan yang maksimal dan mencegah tanda merah pada kulit bayi. Selain itu ada perekat di bagian belakangnya juga yang memudahkan kita melipat diapers kotor jadi lebih rapih dan higienis.


4. Memiliki lapisan luar yang bersirkulasi sehingga udara bisa mengalir bebas antara popok dan kulit dan membuat popok tetap nyaman dipakai

5. Memiliki tinta yang bebas dari logam berat sehingga aman bagi kulit  bayi

6. Memiliki desain yang variatif. Tersedia lebih dari 20 motif desain Happy Diapers yang bisa bunda pilih sesuai selera, keren kan?!. Desainnya lucu-lucu dan menarik lo :)

Ini dia macam-macam desainnya :)
Setiap paket hanya berisi 1 desain, jadi bunda bisa dengan bebas memilih untuk hanya mendapatkan desain yang bunda sukai.

7. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi Happy Diapers dipilih yang paling aman dan terbaik

Bahan Baku Pembuatan Happy Diapers Dipilih Yang Terbaik Dari Seluruh Negara

Walaupun Happy Diapers terbilang  baru di Indonesia, tapi produknya bisa bersaing dengan merk diapers premium lainnya. Nah gimana cara ngedapetinnya? Happy Diapers ini bisa dengan mudah ditemukan bund, Check aja di toko online seperti ShopeeBlibliTororoOramiLazada, dll. Sering cek aja bund dan temukan berbagai promo menariknya yaa :)

Kabar baiknya, kita juga bisa dapat diapers ini gratis lho. Beneran?! Caranya? Bunda tinggal order aja free trial (free sample) diapers di happydiapers.com. Kemudian kita akan dapet referral link yang bisa kita share ke semua sosmed kita. 

Setiap 5 orang yang memakai referral link kita, Happy Diapers akan memberikan Free 1 pack diapers untuk kita. Seru banget kaaaaan? Kerennya lagi, free samplenya dikemas persatuan yang bikin higienitasnya terjamin. Dengan desain seperti ini juga, lebih mudah kalau dibawa kemana mana. Tertarik ? Yuk segera dicoba, pilih 8 motif favoritmu dan buktiin kualitasnya :)

Ini contoh samplenya, bagus kan?
Salah Satu Motifnya Kaya Gini Bund (btw masih kegedean dipake adek, hehe)

Ok's, sekian sharing saya tentang Happy Diapers yang bisa memberikan kenyamanan maksimal bagi kulit bayi, semoga bermanfaat yaa bunda :)

Wassalamu'alaikum..

Tuesday, April 24, 2018

Wednesday, April 11, 2018

Cara Yang Tepat Dalam Mengajarkan Adab Pada Anak Usia Dibawah 7 Tahun

11.4.18 10 Comments

Assalamu'alaikum..

Sebenarnya tulisan ini merupakan tulisannya Ust. Harry Santosa dengan sedikit perubahan sesuai  dengan kondisi yang saya alami. Materi ini penting banget bagi siapa saja yang ngebet untuk mengajarkan adab bagi anaknya yang berusia di bawah 7 tahun. Mari kita merenung bersama :) Oh ya sebelumnya saya mau sedikit memperkenalkan sang penulisnya dulu ya. Jadi Ust. Harry Santosa ini merupakan pakar parenting, lebih khususnya dibidang pendidikan anak berbasis fitrah dan akhlak. 

Sebagai orang tua, tentu kita menginginkan anak kita tumbuh menjadi anak yang disiplin, mandiri, berakhlak baik bukan? Tapi saat kita menginginkan semua itu terjadi secara cepat dan kilat disaat usianya masih dini, ternyata itu kurang tepat moms.

Tulisan ini sekaligus mengingatkan saya yang sering khilaf dan salah saat mendidik anak untuk menjadi beradab, diusianya yang baru menginjak 2,5 tahun. Astaghfirullah, maafkan ummimu ini nak. Jujur saya pribadi merasa tertampar dengan tulisanUst.Harry ini. Mari kita simak, mungkin sobat di sini ada yang pernah baca atau mendengarnya.

Kata Ust. Harry, anak usia di bawah 7 tahun fitrahnya baru tumbuh merekah, jadi harus hati-hati dalam menanamkannya. Utamakan cinta dalam mendidiknya. Menurut para psikolog, usia anak di bawah 7 tahun adalah masanya pra latihan, pra operasional. Anak belum punya tanggung jawab  baik moral apalagi sosial

Dalam islam, Allah saja baru memerintahkan anak untuk sholat saat usianya mencapai 7 tahun bukan sejak dini. Karena Allah tahu, tidak ada anak di bawah 7 tahun yang menyukai gerakan formal dan tertib. Oleh karena itu betapa pentingnya merawat imaji-imaji keindahan anak di bawah usia 7 tahun. Pada usia ini, Imaji dan abstraksi anak sedang dalam masa puncak. Untuk itu sangat penting bagi kita para orang tua untuk bermain, bercanda dan membahagiakan hati anak kita.


Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa yang memiliki anak, hendaklah ia bermain bersamanya dan menjadi sepertinya. Siapa yang menggembirakan hati anaknya, maka ia bagaikan memerdekakan hamba sahaya. Siapa yang bergurau (bercanda) untuk menyenangkan hati anaknya, maka ia bagaikan menangis karena takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla" 

MasyaAllah, saya jadi merenung dan menyesal. Sepertinya saya pribadi lebih banyak ngomel biar anak memilki adab , dibanding menyenangkan hatinya, hiks. Lalu pertanyaannya, boleh ngga kita mendidiknya untuk beradab, mandiri dan disiplin?


Tentu saja boleh! Mendidik dengan menumbuhkan antusias, gairah, cinta, dll. Mendidik dengan memperhatikan tahapan usia, kematangan, perasaan, fikiran dan sifatnya. Mendidik dengan bijak, kreatif, cinta sekaligus logika (nalar) agar tidak mencederai fitrahnya. 

Caranya bagaimana?

1. Inspirasikan, Imajikan dan teladankan indahnya perilaku baik melalui kisah-kisah indah maupun secara langsung

Jangan paksa anak untuk melakukan kebaikan jika sedang tidak mau, karena mereka belum memiliki kesadaran akan nilai. Namun di waktu yang nyaman dan menyenangkan, perbanyak menginspirasi dan meneladankan. Misalnya ajaklah anak membereskan mainan dengan bermain. Ini akan jauh lebih berkesan bagi anak, daripada dengan cara-cara instan.

Saya merasa tertampar nih pada point ini. Saya sering meminta anak membereskan mainan dengan memerintah, memaksa dan kalau ngga mau juga maka saya akan mengancam seperti: "ka, kalau kaka ngga mau beresin mainan, kalau ummi jalan-jalan, ummi ngga mau ajak kaka lagi". "Ka, kalau kaka makannya ngga habis, ummi ngga mau ngasih eskrim", dll.

Duh, saya ko tega amat yaa. Eh tapi bukannya jahat si, jujur saya hanya ngga punya stok sabar yang banyak dan saya kurang kreatif untuk memerintah dengan cara yang menyenangkan. So PR saya, temukan cara-cara yang menyenangkan dan ampuh itu.


2. Salurkan potensi energinya dan sifat uniknya, jangan membenturkannya dengan akhlak dan adab

Misalnya anak yang cerewet dimarahi padahal bisa jadi ini potensi anak yang suka berkomunikasi. Ini juga pernah saya alami. Anak saya yang pertama  hobinya berceloteh. Suatu waktu saat adeknya tidur terlelap eh dia bicara terus akhirnya saya omelin karena takut ganggu adeknya :(.  

Baiknya, jika anak suka berkomunikasi (cerewet) beri tugas yang banyak bicara, misalnya beri panggung untuk bercerita dan berkisah, dengarkan dengan antusias. Beri jadwal menyapa nenek dan kakek, mengantarkan makanan atau undangan ke tetangga dll. Lihatlah betapa antusias dan gerak semangatnya ketika menjalaninya. Noted!


3. Banyaklah berempati dengan menggali perasaannya. Berhenti menggunakan kacamata kita dalam menyerap maksud perilaku anak, gunakanlah kacamata anak. 

Ingatlah, setiap perilaku anak yang nampak nakal adalah jeritan hati anak yang tak bertemu jalan keluarnya, maka tangkaplah maknanya, bacalah binar atau redup matanya, amati gestur tubuhnya dan temukan kebutuhannya dan solusinya. 

4. Dahulukan pesan kebaikan, bukan pesan keburukan
Misal jika anak naik meja makan, daripada berteriak, "jangan nakal, jangan naik, nanti jatuh, nanti kotor..." . Sebaiknya katakan "nak, meja itu untuk makan ya sayaang, kaki kamu untuk jalan di lantai atau jalan ke masjid".

Dengan ini, anak akan mengingat kebaikan lebih banyak dan akan lebih berkesan daripada keburukan. 

5. Adabkan anak dengan cinta, sehingga dia akan cinta pada adab

Temukan cara dan waktu yang tepat untuk membuatnya bergairah pada kebaikan

Anak di bawah usia 7 tahun yang terlalu cepat diadabkan dengan cara-cara yang tidak alamiah (shortcut), maka kelak kita akan temukan anak yang tidak beradab karena mereka menangkap kesan buruk tentang adab, lalu membenci adab sepanjang hidupnya. Naudzubillahimindzalik..

Ingatlah bahwa adab bukan tentang disiplin dan etika, namun tentang perbuatan yang berderajat dan bermartabat indah yang sesuai dengan fitrah manusia.. 

Semoga tulisan Ust. Harry ini menjadi renungan bagi kita bersama untuk menjadi orang tua yang lebih baik. Dan semoga Allah S.W.T memudahkan kita untuk menerapkan ilmu ini, Aamiin..

Wassalamu'alaikum..

Monday, April 9, 2018

Ada Apa Dengan Anak Usia 2-3 Tahun?

9.4.18 7 Comments
Sumber: Pixabay

Assalamu'alaikum..
Adakah bunda di sini yang memiliki anak usia 2-3 tahun? Suka gemes ngga bu ngelihat tingkah polanya yang terkadang berlebihan seperti sering teriak, sebentar-sebentar nangis, kalau dilarang seperti malah disuruh?! Kalau saya si iyes, sampe rasanya mulut ini pengen ngomel terus, hehe (niatnya nasehatin sih ) :).

Ada saja ulahnya yang bikin gemess, hehe. Udah gitu kalau dinasehatin seringnya bilang "emong, ngga mau!". Beuh langsung deh tersulut buat ngomel-ngomel hiks.

Sudah berusaha buat stay cool dengan mengingat beberapa petuah yang pernah ku dapat dari teman, atau baca buku dan internet seperti: " jangan terlalu memasang target untuk anak batita/ balita". "Otak anak belum sempurna, jangan samakan dengan pemikiran orang dewasa ya"."Jangan marahi anak, karena bisa memutus perkembangan sel-sel syarafnya", dll. Sejenak ku tersadar akan kesalahanku, tapi ketika anak berbuat hal-hal yang tak terduga lagi, mulai deh tersulut kembali emosiku. Astaghfirullah. Sabar itu memang tidak mudah pemirsah.

Nah salah satu cara buat bersabar sama tingkah pola anak di usia ini, sebelumnya ada beberapa karakteristik yang harus kita pahami pada anak usia 2-3 th ini. Apa saja?


1. Suka Meniru
Anak adalah peniru ulung. Meniru apapun yang dia lihat dan dengar dari orang-orang yang berinteraksi dengannya. Mulai meniru dari kata-kata, ekspresi wajah, sampai perbuatan seperti menyetrika baju, bantu jemur pakaian, nyapu, nyuci, dll. 

Kalau pas niru yang baik-baik sih seneng-seneng saja ya. Nah kalau niru yang kurang baik ini yang berabe, hehe. Benar adanya, jadi orang tua itu memang harus senantiasa belajar dan berbenah diri untuk menjadi pribadi lebih baik dari hari kehari.

2. Kemampuan bahasa berkembang pesat
Pada usia ini, anak mulai bisa mengerti frase, kata sifat dan makin banyak kosa kata baru. Awalnya hanya bisa mengucap kata perkata yang belum bisa dipahami secara jelas. Lama lama mulai bisa mengucap frase bahkan kalimat. Bahkan bisa menyanyikan lagu anak anak yang sederhana secara lengkap seperti burung kaka tua, cicak-cicak di dinding :).

Apalagi anak saya, sepertinya kalau bangun maunya bicara terus. Main yaa sambil ngomong, apapun itu, sekalipun ngga ada temannya, hehe. Ko yo ada saja yang dia ucapkan yaa :D. Alhamdulillah, siapa tahu si kaka memang bakatnya di sisi komunikasi, bisa diplomat, public speakers, motivator handal, dll..Aamiin

3. Suka bermain dengan teman sebayanya
Saya pribadi termasuk sangat jarang mengajak anak bermain di luar, seringnya malah tutupan di rumah, hehe. Malesnya kalau sekali saya ajak main ko yo ngga mau pulang, hiks. Kalau ada temannya depan rumah, langsung tuh si kecil manggil-manggil dan minta keluar. Tapi walau saya jarang mengajaknya keluar, saya tetap mengalokasikan waktu buatnya untuk bermain dengan teman sebayanya si. Misalnya di sore hari, saat saya ngajar ngaji, si kecil saya bawa. Kebetulan ada teman sebanya di sana, si kecil asyik bermain dan saya bisa tenang mengajar.

Sering juga setelah ayahnya pulang kerja di sore hari, si kecil akan diajak bermain dengan tetangga sambil menyuapinya makan. Kalau pas weekend, kita ajak si kecil ke play ground. Saat liburan tiba, kita pulang kampung, kita biarin tuh si kecil main dengan sodara-sodaranya tanpa batas. Atau bahkan saat ada keluarga ke rumah, biasanya si kecil akan mengajak kakek neneknya, uanya muter-muter keliling kompleks perumahan buat bermain, hehe.

4. Ego individual mulai tumbuh
Anak usia 2-3 tahun seolah-olah terlihat menjadi lebih keras kepala dan egois. Tapi tenang, ini adalah normal. Seperti yang saya katakan sebelumnya, anak pada usia ini mulai bisa menolak apa-apa yang kita minta darinya. Misalnya saat kita minta dia mandi, makan, dengan spontan anak akan bilang bilang "emong/ ngga mau!". Atau saat kita melarangnya berbuat sesuatu, anak menjadi lebih terkesan membangkang, hiks. Ditambah lagi dia menjadi lebih sering berteriak dan nangis :(.

Saya kerasa banget dengan perubahan ego si kecil setelah usianya dua tahun. Dimana sebelumnya anak terasa lebih mudah diatur dan nurut, kesini-kesini ko semakin terkesan mbangkang dan menolak hampir semua yang saya katakan. Jujur saya sering tersulut emosi. Ternyata setelah baca artikel, hal ini normal. Bahkan kata seorang psikolog, kelak ketika sudah beranjak dewasa, ego ini akan bermanfaat buatnya, dengan ego yang dimilikinya, anak akan memiliki prinsip yang kuat (bisa menempatkan diri, kapan berkata iya dan tidak).

Bersabarlah, mungkin sekarang kita belum bisa melihat hal yang positif dari tingkah polanya, mungkin sekarang kita belum bisa melihat dan merasakan buahnya yang manis..tapi yakinlah Allah menciptakan manusia dengan keistimewaan masing-masing..Semoga kelak dia akan menjadi pribadi yang membanggakan dan membawa keberkahan, Aamiin
Positifnya, tumbuhnya ego individual ini menjadikan anak ingin mencoba banyak hal sendiri seperti mandi sendiri, sikat gigi sendiri, pakai baju sendiri, makan sendiri, dll. Satu sisi seneng sih tapi kadang gemes juga kalau pas mau mandi sendiri eh ngga mau sabunan, kurang bersih, akhirnya saya bantu dan dia menangis kenceng, beuh :(. Atau pas makan sendiri, makanannnya berceceran dimana-mana, makannya diemut dan ngga habis-habis, akhirnya saya tawarkan bantuan buat nyuapin eh dianya malah nangis, hiks.

Benar juga apa yang dikatakan teman saya, kalau punya anak kecil itu turunkan standar keidealisan kita. Ngga mungkin kan yaa kita menerapkan standar kebersihan kita kepada anak batita/ balita kita?! Justru saat si kecil ingin melakukan apa-apa sendiri, inilah saat yang tepat untuk menanamkan kemandirian, menanamkan kebiasaan hidup yang baik kepada si kecil . Tapi sebelumnya kita harus bisa memanage mindset dan kesabaran kita dulu tentunya :)

5. Belum bisa mengerti perasaan orang lain
Nah ini hal yang harus kita pahami sebagai orang tua, supaya kita tidak menjudge anak dengan hal-hal yang negatif, seperti pelit saat dia ngga mau berbagi sesuatu, ngga tau diri saat dia mengakui barang orang lain sebagai miliknya atau terkesan biasa saja saat kita sedih dan menangis. Ingat, anak diusia ini cenderung hanya mau melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginannya. Maka tak jarang, orang tua melabelinya " anak ko semaunya sendiri?!". Memang inilah masanya ..:)

Pada usia 2-3 tahun adalah fase yang tepat untuk menstimulasi anak untuk menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri dan memiliki inisiatif serta mampu bersosialisasi dengan teman. Dr. Sofia Hartati (Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD)
Nah ini sedikit sharing dari saya, dengan menulis tema ini bukan berarti saya sudah lulus ujian kesabaran dalam mengurus anak diusia emas yang butuh banyak energi ini. Tapi ini menjadikan saya belajar kembali, sebagai pengingat diri yang sering khilaf dan sebagai self healing juga sebenarnya. Semoga bermanfaat :)

Baca Juga: Cara Yang Tepat Dalam Mengajarkan Adab Pada Anak Usia Dibawah 7 Tahun

Wassalamu'alaikum..