Tuesday, March 21, 2017

, , , , , , ,

9 Tips Lancar ASI dan Parameter Kecukupan ASI pada Bayi


Assalamu'alaikum Sobat..
Kali ini saya mau berbagi pengalaman tentang perjuangan memberikan ASI pada bayi baru lahir. Kita semua tentu sepakat, bahwa nutrisi terbaik buat bayi adalah ASI. Selain itu memberikan ASI secara langsung juga akan semakin memperkuat ikatan antara ibu dan anak. Setiap ibu pastinya ingin memberikan ASI terbaik untuk anaknya. Tapi tidak semua ibu mendapatkan kemudahan untuk memberikan ASI ekslusif diawal-awal masa kelahiran bayi. Masing-masing ibu memiliki ujiannya sendiri-sendiri dalam hal memberi ASI dan setiap anak yang terlahir punya rezekinya masing-masing begitupun dengan rezeki ASI.
Mau susah atau mudah, hakikatnya menyusui itu fitrah bagi ibu. InsyaAllah setiap ibu bisa memberikan ASI terbaiknya. Tinggal bagaimana setiap ibu melalui ujian itu dengan tekad yang kuat, upaya yang keras, do'a yang tak pernah berhenti dan kepasrahan yang tulus pada Allah
Saya termasuk yang diuji dengan ASI yang sedikit diawal-awal kelahiran anak. Alhasil, anak saya sedikit-sedikit bangun minta ASI. Saya pun berusaha untuk memenuhinya setiap kali anak minta. Sampai akhirnya ibu saya  angkat bicara saat itu, "ASI mu belum keluar banyak yaa? sepertinya dede ngga kenyang mimik dari tadi?". Deg deg! Jantung berdegup kencang mendengar pertanyaan ibu. Apalagi saat itu dede bayi harus imunisasi HB0. "Aduh, gimana nanti kalau panas? padahal ASI belum keluar banyak", ucapku pada suami. Karena khawatir, ibu juga menyuruh saya tanya sama dokter/ suster, sufor yang baik buat dede apa. Semakin galau saja diri ini hiks.

Apalagi pas nanya suster, gimana nanti kalau panas, ASI saya belum banyak. Eh malah susternya nyaranin buat dibantu sufor, gubraak banget deh! Alhamdulillah suami suport, InsyaAllah ngga panas, suami menguatkan. Kalau kemungkinan buruknya panas, kita cari donor ASI di RS ini, kata suami. Alhamdulillah, dede nggak panas, jadi saya tak perlu ngasih sufor atau ASI donor. Aman, tenang juga akhirnya.

Tapi ujian ini ternyata belum berhenti. Setelah nyampe rumah, ASI kadang keluarnya macet. Proses menyusui selalu berahir dengan tangisan dede bayi. Dede bayi terlihat gemas saat mimik karena ASI tak lagi keluar saat dihisap. Ujian ini pun berlangsung cukup lama sampai anak saya berusia 2 bulanan. Tangis dan haru menghiasi perjalanan NgASI, bener-bener kaya drama tapi ini kenyataan! Tapi apakah saya menyerah dan memberi sufor? Alhamdulillah saya berusaha bertahan dengan segala pahit getir yang ada.

Beberapa hal  ini yang dibutuhkan ibu menyusui supaya ASInya Lancar. Beberapa hal ini yang saya lakukan saat ujian NgASI datang.

1. Dukungan Suami dan Keluarga Besar
Alhamdulillah sejak awal suami selalu suport, kami belajar bersama dan saat menemui ujian, suami juga suport 100%. Saat saya ingin menyerah karena dorongan keluarga besar untuk menggunakkan sufor, suami lah yang mengembalikan mengingatkan saya pada cita-cita awal yaitu ASI ekslusif. Kedua, dukungan keluarga besar juga sangat penting. Awal-awal kelahiran dede bayi, saya sempat bersebrangan sama ibu. Melihat kondisi ASI saya yang kurang lancar, akhirnya ibu menyarankan pake sufor. Beberapa kali kami berselisih, dan sungguh ini membuat saya tertekan.

Padahal tekanan ini yang akan menghambat produksi ASI. Saya sadar, ibu seperti itu karena sayang sama cucunya. Tak hanya ibu, saya juga berselisih dengan nenek, kakek, dll hehe. Jadi kalau sobat berencana lahiran ditempat keluarga besar atau memang sehari-harinya tinggal bersama mereka, sejak awal sering-seringlah menyamakan pandangan dengan mereka yaa. Tapi pada akhirnya waktu yang akan menjawab ikhtiar kita ko sob. Akhirnya mereka pun paham akan prinsip kita, mereka melihat kesungguhan kita dan hasil yang baik menjadi bukti. Alhamdulillah berat badan anak juga selalu meningkat minimal 1 kg setiap bulannya.

2. Pilih tempat bersalin yang pro ASI
Nah ini juga penting sob. Karena ada lho  tempat bersalin yang tak pro ASI. Ada kendala dikit, solusinya sufor. Cari juga  tempat bersalin yang pro IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Setelah bayi lahir lalu dibersihkan, lalu bayi diletakkan didada ibu (skin to skin). Biarkan bayi merangkak sampai ketemu puting ibu. Proses ini berlangsung minimal selama 1 jam. IMD ini penting salah satunya supaya bayi bisa mendapatkan ASI pertama yang keluar yaitu kolostrum yang berfungsi sebagai antibody bagi bayi. Kolostrum ini berwarna putih kuning keemasan. IMD juga penting untuk kelancaran ASI kedepannya. Selain itu manfaat IMD juga untuk menghangatkan tubuh bayi, menguatkan ikatan ibu dan bayi dan merangsang keluarnya ASI.

Oh iya, walau diawal-awal ASI kita belum banyak, tapi InsyaAllah itu cukup ko buat bayi. Karena sebenarnya lambung bayi baru lahir itu sebesar biji kelereng/ cherry, jadi kebutuhannya juga masih sedikit. Bahkan bayi bisa bertahan sampai 72 jam (3 hari) tanpa asupan apapun karena dia masih membaya nutrisi dari dalam janin. Tapi baiknya sering-sering saja disusui yaa bu, biarASI cepat keluar. Nah kalau bayi dikasih sufor, bayi akan kenyang dan tak mau mimik dari payudara kita. Ini bahaya! Kalau jarang atau tidak disusukan malah akan menghambat produksi ASI. Karena pada prinsipnya ASI itu semakin sering disusukan, semakin cepat diproduksi.

Terahir, pilih tempat bersalin yang memiliki tempat rawat gabung antara ibu dan anak. Kan ada tu tempat bersalin yang ibunya dirawat di ruang A tapi bayinya diruang X. Rawat gabung akan memudahkan ibu untuk menyusui bayi sesuai permintaan bayi. Selain itu juga untuk memperkuat bonding ibu dan anak. Pengecualian untuk beberapa kasus yang mengharuskan bayi  harus dirawat terpisah dengan ibu.

3. Jangan Stress, Nikmati Saja! :)
Perasaan nyaman, tenang, percaya diri, bahagia harus diupayakan hadir dalam diri ibu menyusui. Hal ini akan meningkatkan produksi hormon oksitoksin yaitu salah satu hormon yang berperan dalam produksi ASI. Jujur awal-awal menyusui, saya kaget dengan ritme tidur yang baru. Malam harus begadang sampai menjelang subuh. Siang ngga bisa tidur tenang juga karena dede bayi sering minta mimik atau nggak tidur sama sekali.

Fiuuh..berat rasanya, apalagi saya tipe orang yang punya jam tidur teratur siang dan malam. Jadi bener-bener harus diikhlaskan, toh masa begadang juga tidak lama, bayi lagi masa-masa penyesuaian. Rasa nyeri karena jahitan pasca lahiran juga cukup membuat diri ini terganggu. Ikhlaskan, nikmati! Ditambah tekanan karena dorongan untuk sufor. Nah kendala-kendala seperti ini yang harus disikapi dengan baik oleh hati kita. Karena jika dibiarkan akan menyebabkan hormon oksitoksin turun, ASI juga turun.

4. Pijat Oksitoksin
Saya waktu itu lahiran di kampung halaman, maklum belum pede, belum punya pengalaman ngurus bayi. Hari ketiga pasca lahiran, saya dipanggilkan paraji sama orang tua untuk memijat seluruh tubuh termasuk punggung. Ini menjadi tradisi bagi ibu yang baru melahirkan di kampung saya.  Awalnya saya kira pijat ini untuk ngilangin pegel-pegel. Ternyata manfaatnya lebih dari itu, produsksi ASI saya jadi meningkat pasca pijat. Kadang sampai netes-netes. Berdasarkan penelitian, pijat area punggung ternyata bisa meningkatkan produksi hormon oksitoksin lho sob. Ditempat saya, pijat oksitoksin ini dilakukan selama seminggu pasca melahirkan.

5. Sering Disusukan Sesuai dengan Permintaan Bayi
Prinsip produksi ASI adalah Supply by Demand, jadi semakin sering disusukan, semakin payudara kosong, maka akan semakin cepat dan banyak ASI diproduksi. Ada 2 tipe bayi. Ada bayi yang sedikit-sedikit minta mimik. Perasaan baru beberapa menit yang lalu minta mimik ko udah minta lagi? Qodarullah, ini terjadi pada bayi saya. Susui saja sesuai keinginannya. Berat, repot, nggak bisa ngapa-ngapain? nikmati saja, ada masanya ko nanti  kita bisa leyeh-leyeh :D. Tapi ada juga tipe bayi yang tidur melulu, nah ini juga tak bisa dibiarkan terus menerus. Tetap harus kita bangunkan min 3 jam sekali, karena lambung bayi cepat kosong karena memang ASI juga mudah dicerna. Sehingga tak heran, kalau bayi cepat BAK. Jadi bayi memang harus menyusu secara  konsisten sob.

6. Dipompa Secara Teratur
Memompa secara teratur saat awal-awal kelahiran bayi, dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Walau hasil yang didapat tidak mencerminkan banyaknya ASI yang ada pada payudara ibu. ASI yang diperah hanya 30% yang keluar, namun apabila disusukan langsung 70% yang keluar. Jadi ASI tidak benar-benar kosong didalam payudara kita saat diperah. Rangsangan pompa tentu tidak sebaik rangsangan lidah bayi. Tapi ini cukup membantu ko, dengan catatan dilakukan secara teratur tiap 3 jam sekali. Pas di rumah, ASI bisa dipompa saat si kecil tidur atau setelah menyusui.


Pumping ini penting, terlebih bagi ibu yang bekerja diluar rumah. Sebaiknya pumping dilakukan jauh-jauh hari sebelum ibu bekerja, sehingga stoc ASI buat bayi tercukupi saat ibu bekerja. Bagi ibu bekerja, tetap semangat NgASI yaa, pasti bisa! :) Pas dulu saya ke klinik laktasi, saya bertemu dengan beberapa suster yang lagi fokus memerah ASI di ruang khusus. Pas saya tanya, tiap berapa jam sus diperah? Tiap 3-4 jam kata mereka. MasyaAllah, mereka meluangkan waktu disela sela waktu bekerja demi ASI ekslusif untuk anaknya.

7. Perhatikan Perlekatan Saat Mimik
Perlekatan bayi saat mimik juga harus diperhatikan. Perlekatan yang baik yaitu aerola payudara ibu masuk semua ke mulut bayi. Untuk lebih jelasnya, sobat bisa googling yaa. Supaya perlekatan benar, tentu posisi saat menyusui juga harus tepat. Ternyata setelah dicek posisi sama perlekatan saya saat menyusui, selama ini salah. Saya baru tau ilmu ini pas datang ke klinik laktasi, waktu anak berusia 1,5 bulan. Di klinik tersebut saya diajari bagaimana cara menyusui yang benar. Di klinik laktasi juga ada pelayanan pijat untuk melancarkan jalannya ASI yang tersumbat. Pergi ke klinik laktasi saat itu merupakan ikhtiar saya terahir, disaat semangat udah kendor dan ingin menyerah ngasih sufor. Alhamdulillah banyak ilmu dan solusi yang saya dapat dari sana.

8. Mengkonsumsi Makanan Dengan Gizi Seimbang
Biasanya kalau orang daerah ada mitos, habis lahiran jangan makan yang amis-amis seperti telur, daging. Makannya dibanyakin sayuran ijo, sayur bening. Yaa bener juga sayur ijo itu memang bagus, tapi protein dan lemak juga kita butuh buat proses pemulihan pasca lahiran dan produksi ASI juga. Jadi baiknya memang makan dengan gizi seimbang yaa, ada karbohidrat, sayur, lauk pauk, buah.
Makanan Gizi Seimbang minus Susu Juga Ngga apa-apa ko:)
9. Konsumsi ASI Booster
1,5 tahun yang lalu, saya mencoba berbagai macam ASI booster buat ningkatin produksi ASI. Susu ibu menyusui juga saya coba. Tapi waktu itu belum nemu yang pas, karena Asi booster juga cocok-cocokan pada masing-masing ibu. Buat ibu A cocok belum tentu buat ibu B. Dulu ASI booster yang saya pake bentuknya tablet semua sob, kadang mual juga saat minum. Kadang juga bertanya-tanya, aman nggak yaa buat bayi pas minum ASI kita? Nah baru-baru ini saya nemu ASI booster yang bener-bener alami yaitu ASI Booster Tea (ABT). ABT ini terbuat dari 100% herbal alami, jadi InsyaAllah aman. Banyak juga teman yang berhasil pakai ASI booster ini.
ASI Booster Tea
Komposisi dan Bahan

Kalau ada yang ragu dan tanya, "lho bukannya teh itu nggak baik buat ibu menyusui, kan ngandung cafein dan bisa nyebabin bayi rewel juga?". Tenang sob, walau namanya ASI Booster Tea tapi sebenarnya booster ini tidak mengandung daun teh. ABT terbuat dari bahan alami (herbal) dengan komposisi Fenugreek seed, fenugreek powder, Fennel Seeds, Fennel powder, ANISE, cinnam venum, alpinia powder, dan habbatussauda.

Keunggulan terpenting dari ABT ini adalah bisa meningkatkan produksi ASI sampai 900% dalam waktu 24 jam-72 jam. Sudah banyak ibu yang mencoba dan berhasil. Salah satunya teman blogger saya, Mb Marita. Biasanya beliau saat pumping hanya dapat ASI 40 ml kemudian setelah mengkonsumsi ABT, meningkat jadi 80 ml dan setiap harinya mengalami peningkatan. Testimoni yang lainnya bisa sobat baca di website: http://www.nakibu.com/testimoni/. 

ASI Booster Tea bisa langsung diminum seperti biasa.  Bagi yang tidak suka bau rempah, ABT juga bisa dicampur madu, gula, krimer, jus, susu atau dibuat milkshake. Cara buatnya bisa dicek disini yaa https://youtu.be/SIcbKLAWjig. 

Nah  setelah 9 upaya diatas  dilakukan, apakah ASI ibu sudah cukup buat si bayi? Jadi parameternya bukan ASI yang dihasilkan jadi banyak banget, banyak atau tidak, tapi CUKUP buat bayi kita. Itupun do'a yang selalu saya panjatkan, semoga Allah mencukupkan ASI untuk anak saya hingga berusia 2 th. Jadi apa saja tanda bahwa bayi kita sudah cukup ASI?

a. Perhatikan Frekuensi Buang Air Kecil (BAK)
Bayi umur sehari BAK min. 1x , umur 2 hari min. 2x, umur 3 hari min. 3x, umur 4 hari dan selanjutnya min.6x dalam sehari yaa bu. Biar mudah ibu tau frekuensi BAK bayi, lebih baik bayi dipakaikan popok kain saja ya bukan popok sekali pakai. Repot, sering nyuci? disitulah perjuangannya, pahala dan nikmatnya :) Ini hanya sebentar ko bu.

b. Perhatikan Pola Buang Air Besar (BAB)
Pas awal-awal lahir, pup bayi berwarna hitam yang disebut Mekonium dan tidak berbau. Setelah itu pup menjadi kuning, kadang juga berbentuk cairan dan berbiji tapi ini bukan karena ibu makan cabe lho yaa, fitrah alaminya memang begitu. Ada beberapa bayi yang setelah 1 bulan pup nya 3 hari sekali seperti anak saya, Kamila. Ada juga yang beberapa kali dalam sehari. Tenang ibu, ini normal selagi bayi ibu masih ASI ekslusif tanpa tambahan sufor atau MPASI.

c. Perhatikan Pertambahan Berat Badan (BB) Bayi
Kadang ada bayi yang BBnya turun setelah umur sekian hari. Nggak usah panik dulu, nanti juga naik pelan-pelan. Timbang tiap bulan waktu posyandu. Jika ada kenaikan min. 500 gram, berarti ASInya sudah mencukupi.

d. Perhatikan Perilaku Bayi
Saat bayi kenyang setelah menyusui, bayi akan melepas diri. Payudara menjadi lebih lembek. Jari-jari tangan bayi terbuka, tidak menggenggam lagi. (Sumber: Kuliah Whatsapp Best Bunda II)

Kalau bayi sering nangis, tidak selalu berati karena bayi kurang ASI. Bisa jadi bayi kepanasan, BAB, BAK atau sakit. Coba cek satu-satu yaa. Seperti yang terjadi sama anak saya. Pas lahir th 2015 akhir, cuaca lagi panas-panasnya, di rumah hanya mengandalkan kipas angin, itupun tak berani dekat-dekat takut berpengaruh jelek. Akhirnya anak saya sering kepanasan, nangis, bergadang. Selain itu anak saya juga sempat sakit kulit, muncul bintik-bintik merah diseluruh tubuhnya alhasil karena kesakitan jadi nangis terus. Kadang diartikan orang sekitar karena kuarang ASI. "Ayo disusui cha, ASI mu dikit yaa?!", begitu nasehat mereka. Dan saya jadi tertekan saat itu hiks

ASI adalah Hak Anak, yu bu kita perjuangkan dengan usaha keras kita. Saya yakin, setiap ibu bisa melakukan ini. Hanya memang setiap ibu memiliki ujian yang beda-beda. yu lebih semangat lagi...:) Mari kita renungi ayat dibawah ini:


Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)
 Allah yang memerintahkan, Allah juga yang akan memudahkannya :) Tetap Semangat Para Pejuang ASI! Allah melihat kesungguhanmu :)

Baca Artikel Ini Juga yaa:
Tips Meningkatkan Produksi ASI
ASI Ekslusif Itu Harus Kita Perjuangkan









Share:  

16 comments:

  1. Inspiratif dan bermanfaat.
    Semoga bisa membantu saudara-saudara lain yang mengalami nasib serupa.

    Tapi jika usaha sudah maksimal, dan tak ada perubahan, berarti rezeki si kecil memang segitu.
    Tidak ada takaran atau perhitungan yang meleset dari Pencipta dan Perencana Terbaik

    ReplyDelete
  2. Iya ya perjuangan ngasi itu dan diperintahkan dalam al quran, adikku anak pertama sufor karena asinya dikit udah mencoba berbagai booster asi, tapi tetep dikit, anak kedua baru asi full malah gak bisa ngedot dan gak suka sufor, iya rezeki anak memang beda, ya nanti coba kukasih tau adik iparku yang lagi hamil ntar biar lancar asinya booster asi tea ini ya

    ReplyDelete
  3. Makan sehat dan hati senang.. Asipun lancar..

    ReplyDelete
  4. positif pikiran selalu bikin diri enggak stress, asi lancar terus deh ^_^ nice share

    ReplyDelete
  5. Niat mbak klo aku dulu..
    Yang anak kedua tekad kuat buat mgasih ASI ke anak..alhamdulillah lancar

    ReplyDelete
  6. Praktis bgt ya mba, nggak susah2 lg udah ada y kombinasi gini.
    supply asiku tergantung mood juga, pas bahagia pasti bnyk :)
    TFS mba.

    ReplyDelete
  7. Nah kalo aku inget banget pas curhat ama dokter asi blm lancar beliau kekeuh pokoknya jgn sampe kena sufor ya bu pasti bisa..ibu yg semangat harus pede katanya gtu. Alhamdhulilah jd makin semangat ngASI jdnya

    ReplyDelete
  8. Jadi pingin hamil lagi dan kalo kurang lancar bisa minum booster, jaman skrg enak serba mudah, tinggal dukungan keluarga yg utama

    ReplyDelete
  9. komplit mbak uraiannya. jadi nambah ilmu. tfs ya mbak. insya Alloh 3 bulan lagi saya sudah menyusui anak saya yang ketiga.

    ReplyDelete
  10. pokoknya klo ibu menyusui maemnya harus banyak dan bergizi tinggi :)

    ReplyDelete
  11. Dulu malas pompa secara di rumah terus hihi, jd baby kemana2 ngintils..

    ReplyDelete
  12. Pas hari pertama melahirkan ASIkh juga keluarnya dikit banget, Mbak. Sampai-sampai ibuku uring2an bahkan ngancem mau ngasih sufor. Tapi, aku paham sih ibuku hanya khawatir. Alhamdulillah, pas hari kedua ASIku tumpah2. Itupun diusahakan nenekku buat makan ini dan itu yg katanya sebagai booster. Sayang, dulu aku belum tahu ada Booster ini, kalau tahu enak lah ya tinggal nyeduh aja. Nggak perlu repot2 bersitegang sama ibuku.

    ReplyDelete
  13. baru tau ada asi booster ini, disimpan dulu deh infonya, sapa tau bermanfaat buat anak kedua, amiin, ngarep, hehehe

    ReplyDelete
  14. Luar biasa memang ya perjuangan seorang ibu untuk menyusui. Semoga lancar terus ngASInya ya, Icha.

    ReplyDelete
  15. Aku sepakat banget kalo stres nih jadi pemicu lemotnya asi Mbak. Ibu2 memang harus bahagia :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah sudi berkunjung. Jika berkenan mohon tingalkan komentar terkait tulisan atau tampilan blognya. Jika dirasa info ini bermanfaat dan ingin berlangganan silahkan follow blog saya ya. Tolong jangan meninggalkan link hidup. Semoga bermanfaat.