Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerita Malam Takbiran ; Ceroboh Bisa Mengakibatkan Hilangnya Ponsel


Assalamualaikum sobat realitarelita.com...

Tak terasa sekarang kita sudah dipenghujung bulan syawal. Sudah khatamkah puasa 6 hari dibulan syawalnya sobat? Yang sudah selesai semoga mendapat keutamaan seperti yang Rasulullah sabdakan, dan yang belum selesai semoga bisa menuntaskan puasa syawalnya sebelum bulan dzulqodah datang, agar bisa juga mendapat keutamaan yang rasulullah sabdakan.

Baca Juga : Mengurus Kartu Sim Indosat yang Hilang di Galeri Indosat CSB Mall Cirebon

Seperti yang sudah kita ketahui mengenai keutamaan puasa 6 hari dibulan syawal biasanya berpedoman pada hadist "Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya (melanjutkannya) dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.” [HR. Muslim 1164]. 

Puasa 6 harinya kalau menurut jumhur ulama (pendapat kebanyakan/ mayoritas ulama) tidak harus 6 hari berturut-turut, asalkan dilaksanakan di bulan sayawal dan diniatkan puasa 6 hari dibulan syawal, insyaAllah sudah termasuk bagian dari puasa 6 hari syawal seperti yang disabdakan.

Terus pertanyaan selanjutnya, harusnya kita meng-qodho puasa ramadhan dulu atau puasa 6 hari syawal dulu sih?!  Kalau itu jawabannya  tergantung masing-masing, lebih nyamannya seperti apa. Tapi karena bulan syawal itu berbatas hari, mending utamakan puasa syawal dahulu, baru setelah tuntas syawalnya kita lanjutkan dengan bayar qodho puasa ramadhan. hal ini juga berlaku bagi puasa lain yang berbatas waktu, seperti puasa asyura, puasa arofah dan puasa khusus lainnya, yang puasanya hanya bisa dilaksanakan dibulan atau hari tertentu bisa didahulukan dari pada mengqodho puasa ramadhan. Kita berdoa saja masih diberi umur untuk bisa menuntaskan puasa ramadhan yang pernah tertinggal.

Pada artikel kali ini sebenarnya ingin menceritakan cerita malam takbiran dengan subtema cerita hilangnya ponsel di malam lebaran. Agak horor-horor gimana gitu tema artikelnya. Karena ndak nyangka saja itu ponsel bisa hilang dimalam takbiran.

Pencurian di Malam Takbiran (Malam Lebaran)

Pencurian ini terjadi tepat selepas shalat maghrib saat kita baru selesai berbuka di hari terakhir ramadhan. Seperti biasa, selepas berbuka kami bersantai sejenak didepan rumah sambil ngobrol bersama keluarga yang lain. Saat itu pas ada kakak yang sengaja main, karena mau jemput anak-anak agar bisa menyaksikan takbir keliling. Pokoknya setiap ada hiburan yang bisa disaksikan anak-anak, sebisa mungkin budhe nyamperin anak-anak. Makasih Budhe sudah ajak main Kak kamila dan Dek Khalif..

Setelah perbincangan selesai, duo krucilpun dibawa sama BuDhe nya untuk diajak mengikuti takbir keliling selepas isya. Malam itu bertepatan dengan malam hari raya, dimana setiap mushola atau majlis taklim biasanya punya kafilah sendiri untuk mengerahkan masa dengan segala atributnya dan mengumandangkan takbir disepanjang jalan.

Kami pun masuk kedalam ambil kunci motor. Mumpung si krucil ada yang ngajak main, saya dan suami  berencana pergi keluar cari martabak telor. Sebelum masuk kedalam, memang ada 2 ponsel yang tergeletak di sompang yang ada diluar. Sompang sendari dalam bahasa daerah sini adalah tempat duduk memanjang yang dibuat dari kayu atau bambu.

Sebenarnya, saat semuanya hendak masuk kedalam,  ibu sudah mengingatkan kami untuk membawa hape yang ada di sompang, dan sayapun dengan sigap mengambil ponsel tersebut. Tapi setelah sudah menyalakan mesin motor dan suami menanyakan ponselnya yang saya amankan, ternyata disaku baju hanya ada 1 ponsel saja, yang ada hanya ponsel suami, ponsel saya sendiri tidak ada disaku gamis.

Untuk memastikan keberadaan ponsel tersebut, sayapun menanyakan kembali ke beberapa keluarga yang tadi duduk-duduk bersama kami. Mereka menyangkanya memang sudah diambil/ dibawa semua, karena ibu tadi sudah menyuruh demikian. Karena tidak ada yang tahu, sayapun tambah panik karena barang kesayangan itu tidak ada dirumah. Saya pun menyusul si kecil, siapa tahu memang kebawa sama si kakak. Saya dan suamipun pergi ketempat Budhe dan ternyata si kakak tidak membawa hape.  Yah, kalau sudah ditangan orang lain, sangat kecil kemungkinan untuk kembali.

Rumah Pinggir Jalan dan Ramai Lalulalang, Rawan Pencurian

Perlu diketahui, rumah mertua memang tepat berada di gang yang menjadi lalu lintas orang lokal, pendatang atau peziarah yang hendak mandi ke sumur keramat sunan gunungjati atau ingin shalat di masjid agung sunan gunungjati. Rumah ibu mertua hanya berjarak 50 meter saja dari masjid. Jadi bisa dibilang jalannya tidak pernah sepi, tiap menitnya pasti ada saja yang lewat. Dan jika ada barang yang tergeletak atau tertinggal didepan rumah akan cepat menjadi rebutan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ingat pencurian itu ada bukan hanya karena ada niat, tapi juga karena ada kesempatan
Oh iya, sehari sebelumnya adik ipar juga kehilangan hape. Ia baru sadar saat ia sudah berada dirumah selepas buka bersama dengan teman-temannya. Tapi beberapa bulan yang lalu, adik ipar juga pernah kehilangan smartphone Samsungnya yang baru dipakai bebeapa pekan saja. Kejadiannya persis seperti saya, tergeletak di sompang depan rumah, lengah sedikit sudah raib itu barang. 

Yang memprihatinkan lagi, ada tamunya ibu yang baru ambil uang tunai di ATM sebesar 5.000.000,- (lima juta rupiah), saat makan diwarung ibu, tasnya dia tidak jaga baik-baik hanya diletakkan disampingnya saja. Setelah selesai makan dan hendak melanjutkan perjalanan ke masjid, ia pun panik karena tas disampingnya yang berisi uang itu raib. 

Nah, jadi pelajaran memang, karena depan rumah merupakan tempat lalu lalang siapapun, kami pun harus lebih hati-hati jika menaruh barang didepan rumah, terutama tas dan barang-barang elektronik. Rumah ibu memang selalu terbuka saat jualan. Bahkan saat ibu berada dikamar untuk berbaring menghilangkan sedikit lelah, pintu itu selalu terbuka lebar. Tak jarang juga ada tamu yang masuk kedalam meminta aliran listrik untuk mengisi baterai ponselnya yang habis.

Pintu Rumah Terbuka 24 jam

Sayapun masih kepikiran itu hape, mana laporan PR kakak selama liburan harus dilaporkan via grup whatsapp yang ada di ponsel lagi! Belum hal-hal penting lain yang ada diponsel seperti kontak, kumpulan foto dan beberapa chat penting yang belum dibackup, dan file atau dokumen penting lain baik dimemori internal ataupun dimemori eksternal.

Saat itu saya masih sangat berharap, di malam hari raya tersebut, si pemegang hape saya mengetuk rumah dan mengembalikan ponsel saya, karena pintu rumah terbuka lebar dan buka 24 jam. Disamping karena bapak bertugas menjadi pengurus RT yang rumahnya dugunakan untuk menerima dan menyalurkan zakat fitrah hingga larut malam. Juga biasa dipakai adik dan teman-temannya untuk begadangan hingga fajar menjelang.

Find My Device Tak Bisa Menemukan Ponsel Yang Hilang

Saat itu suami langsung login email yang dipake saya diponsel android yang hilang. Suami berusaha melacak posisi ponsel dengan modal akun email yang dipakai untuk login OS android. Pesan whatsapp yang pernah dikirimpun masih centang satu, dihubungi juga tidak ada sahutan berarti sepertinya posisi ponsel dalam keadaan mati atau sudah langsung direset ke pengaturan pabrik.

Suami juga menginstal Google Temukan Perangkat Saya (Find My Device), tapi memang percuma. Alat itu bekerja jika ponsel dalam keadaan hidup dan paket datanyapun aktif. Jika ponsel dalam keadan mati, atau posisi hidup tapi paket data di non aktifkan maka pencarianpun tidak akan bekerja. Bisa dibilang percuma saja tidak bisa melacak ponsel yang hilang. Karena ponsel atau akun google akan mengirimkan posisi ponsel berdasarkan GPS google yang memerlukan internet.

Atau jika ponsel nyala dan data internet nyala, tetap kita akan kesulitan melaacak, karena akurasi lokasi itu bisa sampai 5-25  meter. Jadi ketika kita berada dititik yang persis seperti posisi yang dilaporkan tetap akan kesulitan. Tapi jika memang aktif dan kita berada di dekat ponsel yang hilang, melalui aplikasi find my device, kita bisa membunyikan perangkat yang hilang agar posisi ponsel yang akurat bisa diketahui. 

Kabar Baik Yang Meleset

Menjelang subuh suami mencoba login ke pengaturan akun google dan berusaha melacak keberadaan ponsel lewat histori google maps atau GPS google. ternyata posisinya terdeteksi di daerah Klayan. Klayan sendiri merupakan nama desa yang ada di kecamatan gunungjati. Lokasi terakhir yang muncul pada pukul 04.15 WIB. Habis solat subuh suami langsung menyambangi lokasi terkahir tersebut dan ternyata nihil. Lokasi yang menjadi titik terakhir adalah kebun pisang dan jalan buntu. Dan jika sudah begini susah untuk bisa kembali.

Akhirnya perlahan saya mencoba mengikhlaskan. Benar saja, siang hari dihari raya email saya sudah tidak aktif di device ponsel yang hilang. Dalam pengaturan email udah tidak ada daftar perangkat ponsel yang aktif dipakai oleh email tersebut. Pada tampilan aplikasi find my devise juga perangkat saya ikon layarnya sudah tidak menyala lagi.

Pesan WA juga masih centang sampai saya urus kartu baru di galeri Indosat CSB Mall Cirebon. Untung saja galeri indosat yang ada di Mall tidak libur, jam bukanya sama seperti jam buka mall itu sendiri. Besoknya kami agendakan untuk ngurus penggantian kartu yang hilang.

Baca Juga : Mengurus kartu Indosat yang Hilang di Galeri Indosat CSB Mall Cirebon

Sementara ponselnya saya pake ponsel cadangan suami. Bersyukur suami masih punya serep ponsel android dari smartfren. Ponsel itu ia dapatkan dari program promo tebus murah ponsel Andromax 100ribu bagi pelanggan yang mempunyai kartu smartfren CDMA dan mendapat SMS promo dari smartfren. Saat itu CDMA akan dinonaktifkan dan migrasi ke VOLTE atau 4GLTE smartfren, jadi untuk mempertahankan pelanggan, smartfreen jor joran mengadakan promo mengganti ponsel CDMA bagi pelanggan smartfren.

Baca Juga:
-  Stok Adnromax A Dibatasi, ini promo pengganti yang ditawarkan oleh Smartfren
Cara Mudah Agar Nomor Smartfren Kita Mendapatkan SMS Promo Potongan Harga Dari Smartfren

Setelah dapat kartu baru dan aktif, barulah pesan lama yang pending pada masuk. Alhamdulillah masih ada percakapan yang terback-up meskipun tidak semuanya. Percakapan 3 hari terakhir belum sempat terbackup karena akun whatsapp sendiri disetting memback- up otomatis seminggu sekali.

Nah itulah sedikit cerita sedih di malam lebaran. Jika artikel yang berjudul Cerita Malam Takbiran ; Ceroboh bisa mengakibatkan Hilangnya Ponsel ini bermanfaat boleh kok dibagikan atau disebarluaskan, untuk jadi perhatian dan kewaspadaan bagi yang lain. terimakasih atas kunjungannya.

Post a Comment for "Cerita Malam Takbiran ; Ceroboh Bisa Mengakibatkan Hilangnya Ponsel"