Wednesday, October 18, 2017

5 Hobi Yang Bikin Jiwa dan Fikiran Jadi Sehat

18.10.17 3 Comments
5 Hobi Yang Bikin Jiwa dan Fikiran Jadi Sehat

Assalamu’alaikum Sobat Semua...

Disaat fikiran dan jiwa keruh, apa sih yang biasanya sobat kerjakan untuk mengusir kepenatan ini? Kalau saya, selain ibadah dan mendekatkan diri sama Allah SWT biasanya saya memilih melakukan hobi yang saya suka hehe.

Walau pun hobi yang saya punya belum bisa sepenuhnya produktif, dalam artian bisa menghasilkan sesuatu yang nyata, setidaknya hobi itu bisa menjadikan diri ini positif dalam menjalani hidup, eaa :D.
Apa saja si hobi yang bikin jiwa ini jadi sehat?

1)   Mendengarkan Musik dan Nyanyi
Sejak kecil sudah suka sama yang namanya musik dan berdendang. Dimulai dari lagu kanak-kanak yang didendangkan Trio Kwek-kwek (Leony, Dea Ananda, Alfandy), Joshua, Chikita Meidy, Meisy, Aghnes Monica, dll. Setiap hari ahad pagi agenda wajib yang harus di tongkrongin ya dengerin lagu-lagu ini sambil ikut nyanyi-nyanyi gitu deh hehe.

Lanjut Lagu-lagu yang dibawakan grup band Tahun 1990-an seperti Sheila On 7, Wayang, Dewa 19, Caffein, Element, Padi, Base Jam, Wayang, dll. Beberapa juga saya koleksi kasetnya. Setiap ada waktu luang disela-sela sekolah, biasanya saya setia nyetel kaset-kaset ini atau dengerin radio . Tentu sambil ikutan berdendang ria dong, Alhamdulillah orang rumah tidak ada yang merasa terganggu. Kata sodara suara saya, lumayan lah, hanya tak ada mental buat tampil di depan panggung hihi, jago kandang ceritanya :D.

Saya juga suka lagu-lagunya Ungu, Cokelat, April Lavigne. Lagu-lagu kenangan juga suka, kaya Betaria Sonata, Mayang Sari, Bruri, Krisye, dll. Semuanya pokoknya, asal beraliran pop mellow haha.

Seneng dan puas banget rasanya jiwa ini kalau habis dengerin dan ikutan teriak-teriak nyanyi, serasa tersemangati kembali. Tapi sekarang udah nggak ngikuti perkembangan musik lagi. Tapi masih tetep suka dengerin dan nyanyi-nyanyi saat ngetik tugas hehe. Hampa rasanya tanpa musik. Walau begitu tetap harus diimbangi dengan dengerin dan baca Al Qur’an juga, semoga bisa konsisten :).

2)   Traveling dan Kulineran
Dua hal ini juga saya juga suka banget. Setiap suami ada waktu luang, biasanya langsung saya ajak pergi keluar rumah. Yaa tidak harus jauh-jauh kan Traveling itu. Pergi ke taman kota, naik becak hias sambil foto-foto dan bikin video udah cukup menghibur hati ko J. Pulangnya mampir makan di sepanjang jalan Simpang 5, udah paket lengkap tuh. Traveling memang tidak lengkap tanpa kulineran yaa :D.

5 Hobi Yang Bikin Jiwa dan Fikiran Jadi Sehat
Makan dulu yuks ah :)


Kalau ada rejeki lebih, boleh lah Traveling agak jauh, banyak juga lo manfaat yang diperoleh dari halan-halan ini. Salah satunya, selain semakin mendekatkan ikatan sesama anggota keluarga juga bisa mengenal kuliner daerah setempat :D.

3)   Mengikuti Seminar
Nah ikut seminar juga suka banget, apalagi yang gratisan hehe. Selain dapat ilmu dan pengalaman berharga, juga bisa silaturahiim dan nambah teman baru. Akhir-akhir ini lagi suka ikut seminar parenting, menulis, kesehatan keluarga dan anak.

Rasanya setelah ikut seminar pikiran jadi jernih dan emosi jadi lebih terkendali. Walau efek dari seminar ini hanya bertahan beberapa hari, setelah itu kadang kembali lagi deh hawa-hawa negatifnya. Pada akhirnya, semua harus terus dilatih setiap saat. Tapi tetap menimba ilmu itu tak ada ruginya, karena ilmu adalah bekal. Selanjutnya tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan ilmu tersebut secara konsisten, iya nggak sob?!

4)   Mengajar
Sebenarnya berawal dari basic suka ngomong dan berbagi jadilah hobi suka mengajar ini terbentuk. Walau saat ini hobi ini belum berwujud menjadi profesi yang sesuai dengan jalur pendidikan yang sudah ku tempuh, tapi tetap saja masih jadi hobi.

Sekarang mungkin hanya bisa saya salurkan dengan mengajar anak, suami dan anak-anak orang di Rumah Tahfidz, semoga suatu waktu bisa menjangkau yang lebih jauh, Aamiin.

5)   Mainan Sosial Media
Beuh hobi yang satu ini kayanya nggak produktif banget yaa, banyak waktu kebuang hanya untuk bolak balik buka Fb, WA dan Instagram kalau saya, hiks. Rasanya tangan ko gatel kalau nggak buka kedua medsos ini :).

Yaa ada si manfaatnya, jadi tau ada info job, berita terkini yang viral sampai gosip hiks tapi seringnya melenakan. Sehari bisa berkali kali buka. Update status atau komen-komenan si termasuk jarang, karena saya tipe yang silent reader. Tapi ternyata walau sebatas baca juga memakan waktu lo.

Harusnya bisa ngerjain yang lebih penting malah terlewat mulu. Sampe terkadang batre hp sering low dan bunyi, akhirnya ditegur suami, hehe. “Ade..ade, hpnya dicas dulu toh, ko sampe bunyi kaya begitu”, nasihat suami. Hiks, belum bisa ngatur dan ngendaliin diri ni sob. Next time harus bisa, semangat!

Nah itu Mba Arina dan Mba Ika Puspita, 5 Hobi yang bikin jiwa dan fikiran saya sehat walau ada yang melenakkan si, harus dimanage lagi. Kalau Mba Arina dan Mba Ika tentu punya hobi yang tak kalah menarik dong? Secara dua orang ini adalah blogger ngehits nya Semarang lo. Banyak prestasi yang sudah diraih mereka. Sobat penasaran? Tinggal kepoin aja blognya yaa.

Nah kalau sobat sendiri hobinya apa? Adakah yang sama dengan saya?

Wassalamu’alaikum..


Monday, October 9, 2017

Pelajaran Penting Dari Pengalaman Pertama Melahirkan

9.10.17 2 Comments
Assalamu'alaikum Sobat semua. Melahirkan anak adalah sebuah moment yang dinantikan sekaligus mendebarkan. Rasa rindu ingin bertemu dengan buah hati serta rasa harap, cemas, takut bercampur jadi satu. Itulah kira-kira yang saya rasakan saat menjelang melahirkan anak pertama.

Badan yang semakin melemah didetik-detik menjelang melahirkan ditambah pikiran yang kalut, membuat diri semakin tidak tenang dibuatnya. Mungkin juga karena terlalu banyak informasi negatif mengenai melahirkan itu sendiri memenuhi ruang otak saya. 

Yang terlintas di otak saya saat itu hanya perasaan takut kesakitan karena proses melahirkan tanpa diimbangi dengan kebahagiaan yang akan didapat dari proses melahirkan itu sendiri.

Masih teringat jum'at sore dua tahun yang lalu, tanda-tanda cinta dari sang bayi sudah mulai terasa. Keluar flek disertai rasa mules layaknya sedang menstruasi. Alhamdulillah saat itu menjelang weekend, pas suami pulang kampung. Seketika saya langsung heboh, dan mengajak suami untuk mengantar saya ke bidan terdekat.

Setiba di Rumah bidan, saya langsung mengutarakan maksud dan bu bidan pun langsung mengecek pembukaan saat itu dengan memasukkan jari ke dalam lubang lahir. Subhanallah, sakitnya lumayan juga, hiks.

"Baru bukaan satu Mbak", kata bu bidan. Silahkan pulang dulu ke rumah, nanti empat jam lagi kesini atau besok sabtu pagi saja ndak apa-apa. Malamnya saya bawa ngepel rumah, supaya memudahkan proses melahirkan. Sabtu pagi saya masih kuat jalan-jalan pagi cukup jauh saat itu, Alhamdulillah

Sabtu sebelum dzuhur saya cek pembukaan kembali ke bidan dan ternyata masih sama, pembukaan satu, hiks. Sabtu siang ibu mulai was-was, ditambah ada berita kurang enak yang didapat dari sodara. Ceritanya ada tetangganya yang pembukaannya tidak nambah-nambah dan akhirnya dirujuk ke RS besar dan bayinya minum ketuban.

"Duh pembukaan mu ko tidak nambah-nambah yaa, ibu khawatir kenapa-napa. Biasanya kan makin lama makin kuat mulesnya", kata ibu. Alhasil saya pun cemas. Sebelum tidur malam, saya sempat baca-baca artikel tips biar melahirkan lancar. Salah satu isi artikel tersebut, menganjurkan untuk stimulasi puting dengan meraba-rabanya. Tanpa pikir panjang saya pun langsung melakukan itu. Dan ternyata Sesat!!!!!

Pasca stimulasi, kontraksi saya semakin kuat, sakit setiap beberapa menit sekali sampai semaleman tidak bisa tidur. Pasca subuh saya langsung ke tempat bidan, saya kira pembukaannya sudah nambah eh ternyata masih stagnan! dan saya pun diminta pulang kembali. Di rumah hanya bisa terbaring di tempat tidur sambil mengerang kesakitan. Orang serumah jadi panik semua.

Akhirnya Ahad jam 10 pagi, kami sekeluarga memutuskan untuk ke Rumah Sakit. Nyampe sana saya di cek pembukaan kembali, sudah ada penambahan walau sedikit katanya, pembukaan dua. Tapi sakitnya udah tidak karu-karuan. Akhirnya saya cek usg ke dokter kandungan, katanya ketuban pecah. Tapi ko saya tidak merasakan ada cairan yang keluar selain flek. "Ni dokter beneran ga toh?!", saya mulai ragu, saya bergumam dalam hati.

Eh akhir-akhirnya disaranin induksi biar prosesnya cepat. Spontan saya pun ketakutan, apalagi pernah dengar ada teman yang pernah induksi dan sakitnya ampun-ampunan. Saya pun menolak dan meminta proses biasa saja. eh dokternya malah bilang, "kalau mau nunggu alami silahkan pulang dulu. Kalau mau tidak sakit yaa jangan lewat normal, silahkan pilih Sc", katanya. Beuh, ilfil saya saat itu! Orang lagi kesakitan plus was-was malah ditegesin! Hiks

Atas saran keluarga, saya pun akhirnya mengiyakan untuk diinduksi. Subhanallah, setelah beberapa menit cairan induksi disuntikan, rasanya semakin tak karuan. Tiap 2 menit kontraksi, spontan saya teriak-teriak tanpa mempedulikan lingkungan sekitar. Suami berkali-kali menyarankan "tarik nafas de, tarik nafas". Tapi serasa tak banyak mengurangi rasa sakit.

Jam 13.00 mulai induksi, jam 17.00 di cek pembukaan lagi, Alhamdulillah sudah pembukaan tiga. Rasa sakit yang semakin bertambah, tidur pun tak bisa, teriakan setiap satu menit menjadikan suasana semakin mencekam. Beberapa kali bilang sama suami, ibu, bapa, rasanya ingin menyerah. Tapi mereka selalu menyemangati. "Apa mau Caesar", kata ibu dan bapa.

"Nggak mau", spontan aku menjawab. "Ya sudah, jangan menyerah kalau gitu", mereka menyemangati. Badan sudah mulai lemas, suami akhirnya menyuapiku makan besar, Alhamdulillah masuk beberapa suap. Waktu rasanya berjalan sangat lambat. Pasca Isya, bidan menyuruhku untuk tiduran miring kiri supaya pembukaanku bertambah. Benar saja, rasanya semakin cepat dan tak karu-karuan. Teriakan semakin kencang dan sering, duh lupakan rasa malu dulu :).

Jam 20.00 muncul rasa pengen BAB, saya teriak memanggil bidan, dan bidan menyarankan jangan mengejan dulu karena pembukaan belum lengkap. Beuh semakin tersiksa. Bayangkan rasanya kita pengen BAB tapi suruh ditahan dulu. Saat itu saya dinasehatin kaka untuk meminta maaf dan mohon ridho ibu, bapa dan suami. Alhamdulillah Jam 20.30 terasa seperti ada cairan keluar banyak banget, saya bingung ini BAB apa ketuban. Setelah dicek, Alhamdulillah bukaan sudah lengkap.

Saya pun diminta pindah ke kursi persalinan. "Bu nanti pas pengen BAB, ngeden yang kuat yaa", kata bidan. Tarikan pertama belum berhasil, karena saya ngeden setengah-setengah, berhenti ditengah jalan, tidak tuntas. Tarikan kedua juga belum berhasil, saya ngeden sambil merem dan buka mulut. Tarikan ketiga, tepat hari senin pukul 20.45 Alhamdulillah berhasil, tangisan bayi pun terdengar nyaring memecah keheningan malam itu :). Rasa bahagia dan haru terlihat dari wajah suami yang menemaniku saat itu :). 

Plong rasanya, tapi ternyata masih ada satu proses lagi yang bikin meringis, yaitu proses jahit menjahit jalan lahir. Hiks, sakitnya tak kalah jauh dengan kontraksi. Secara harus diobras, tanpa bius dan memakan waktu lama sekitar 2 jam, subhanallah walhamdulillah akhirnya semua proses sudah terlalui. Semoga menjadi pelajaran bagi proses melahirkan selanjutnya.

Memperbanyak do'a, meminta maaf, do'a dan ridho dari ibu, bapa, suami. Berfikir positif dengan memilah dan memilih informasi yang masuk. Persiapan fisik, bisa dengan meluangkan waktu untuk berjalan kaki setiap harinya, senam, kegel. Dukungan suami dan keluarga. Memilih tenaga kesehatan yang menyenangkan serta tempat yang nyaman. Memperbanyak ilmu tentang kehamilan, melahirkan dan merawat bayi. Beberapa hal ini adalah ikhtiar yang bisa dilakukan sebelum melahirkan.

Pada akhirnya, walaupun proses melahirkan mengorbankan jiwa raga, tetap saja Kebahagiaan Memiliki Anak tak ternilai bahagia dan harganya. Alhamdulillah :)

Nah ini Mba Marita dan Mba Dini pengalaman pertama yang tak kan pernah teerlupakan bagiku. Makasih yaa buat temanya.

Wassalamu'alaikum..

Wednesday, October 4, 2017

Copywriting: Cara Cerdas Memikat Hati Konsumen Lewat Sebuah Tulisan

4.10.17 1 Comments

Copywriting: Cara Cerdas Memikat Hati Konsumen  Lewat Sebuah Tulisan
Sumber: Hidayah-Art.com
Assalamu'alaikum. Apakah sobat adalah seorang pedagang/ pebisnis yang bergerak di bidang penjualan barang atau jasa? Tentu sudah banyak cara/ strategi yang  dilakukan bukan, supaya barang atau jasa yang sobat jual dilirik dan dibeli oleh konsumen? Bahasa kerennya strategi marketing. Mau tidak mau kalau mau usaha kita berkembang, kita harus memiliki strategi yang jitu, menarik dan berbeda dari hari ke hari.

Di Era Digital seperti sekarang, salah satu cara yang cukup efektif untuk memasarkan produk atau jasa adalah lewat tulisan via internet. Bisa lewat media sosial, website, blog pribadi, you tube, dll. Tentu kualitas tulisan juga harus diperhatikan supaya bisa memikat hati konsumen.

Nah untuk itu penting ni belajar teknik menghasilkan tulisan yang bisa membuat pembaca memberikan respon yang kita inginkan. Respon yang diberikan bisa berupa membeli, mendaftar, mengingat, atau melakukan tujuan lain yang diinginkan dari tulisan sobat. Teknik ini biasa disebut dengan Copywriting.

Biasanya tulisan yang dihasilkan berupa konten iklan yang soft selling. Maksudnya? Si pembaca akan dibuat tertarik untuk kepo atau membeli produk atau jasa secara halus. Konten tulisan biasanya lebih menonjolkan manfaat dan keunggulan produk/ jasa. Ajakan untuk menggunakan produk/ jasa tersebut dilakukan secara tidak terang-terangan, ajakannya sangat halus :). Sobat pernah baca iklan madu vitabu*** di fb? nah kira-kira seperti itu tulisan Copywriting itu.

Biasanya perusahaan besar memiliki beberapa orang Copywriter yang bertugas menulis Copywriting ini. Bagi para pemula di bidang jual menjual, jangan berkecil hati. Kita sendiri bisa ko belajar menjadi Copywriter yang jempolan, asal mau belajar dan mau ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi).

Bagaimana membuat tulisan Copywriting yang baik?. Alhamdulillah september lalu saya dapat pencerahan dari ahlinya Mbak Wuri Nugraeni, Copywritingnya Indscript Creative. Mbak Wuri memberikan tips menulis tulisan Copywriting.
Copywriting: Cara Cerdas Memikat Hati Konsumen  Lewat Sebuah Tulisan
Belajar Menulis Tulisan Copywriting (Sumber: Hidayah-Art.com)
Mba Wuri memberikan contoh tulisan Copywriting, yuk disimak

TIPS MUDAH MEMILIH SUPLIER 

Tips 1. Cari suplier bisa lewat googling
Tips 2. Cari suplier bisa juga lewat komunitas
Tips 3. Cari suplier pun bisa lewat buku

Maka saya kembangkan menjadi artikel seperti berikut:

Satu, googling. Coba pake kata "suplier produk A", atau "jual grosir produk A", soalnya sekarang banyak kok suplier di internet. Tinggal klik-klik saja. Tapi, kalo tanpa rekomendasi kayanya kurang sreg ya?

Oke, coba cara kedua yaitu tanya di komunitas bisnis. Di komunitas tersebut, pasti ada suplier dong. Atau teman di komunitas bisa kasih rekomendasi suplier juga.

Agar lebih mudah, bisa juga membuka buku bisnis. Cari buku bisnis yang mencantumkan kontak para pebisnis sehingga memudahkan anda dalam mencari suplier. Buka bukunya, terus tinggal hubungi, gampang.

Selain itu, baca buku 99 EMAK PEBISNIS. Ada pilihan 99 bisnis yang siap menjadi suplier anda, lho. Tenang, sudah ada kontaknya juga kok jadi Anda cukup hubungi mereka. Mudah kan?!

*Adakah batasan panjang pendek untuk Tulisan Copywriting ini?. Sebenarnya  tak ada batasan. Semua tergantung kebutuhan. Kalau di kantornya Mbak Wuri, untuk Fanspage biasanya tulisan Copywriting terdiri dari 200-300 kata. Untuk blog, biasanya terdiri dari 300 kata. 

Nah ternyata sebuah tulisan juga memiliki posisi penting untuk memikat hati konsumen juga yaa? Yuks belajar lebih jauh lagi :)


Wassalamu'alaikum..









Wednesday, September 27, 2017

5 Aplikasi Sederhana Yang Mendukung Aktivitas Bloggingku

27.9.17 3 Comments


Assalamu’alaikum. Apa saja si aplikasi yang saya gunakan pas bikin tulisan di blog? Sebenarnya standar-standar saja malah cenderung minim, yang penting masih bisa nulis menyalurkan rasa dan fikiran, hehe. Belajar aplikasi yang langitan juga ko kadang bikin mumet, hehe sepertinya bukan passion buat ini *halah alesan. Padahal sejatinya penting si, blogger yang punya keahlian di sini, ia punya nilai lebih dibanding yang minim seperti saya haha.



Walau begitu, tak apalah ya kalau saya sedikit berbagi tentang aplikasi ini, sesuai dengan request Mba Rahma dan Mba Nyi Penengah Dewanti, semoga ada manfaatnya. Lalu apa saja aplikasi yang saya gunakan? Beberapa aplikasi saya pake di Laptop, beberapa lagi ada di Ponsel.

1. Microsoft Paint 
Simbol Microsoft Paint (sumber: alternativeto.net)
Aplikasi ini terpasang di Laptop saya. Biasanya aplikasi ini saya gunakan untuk edit foto, mau crop, gabungin foto satu dengan lainnya, ngasih tulisan, dll.

2. Mozilla Firefox dan Google Chrome
App Mozilla terpasang di Laptop sedangkan App Chrome saya pasang di ponsel. Kedua aplikasi ini saya pake pas mau akses situs blogger.com, facebook, twitter, blog walking atau sekedar mencari bahan tulisan, dll.
Si Chrome dan Mozilla (sumber: tipsponsel.web.id)
Sobat jangan lupa yaa kalau habis bikin artikel, share artikeknya via fb, twwitter, whatsapp, IG biar dibaca atau minimal dilihat orang lain lah yaa, hehe

3. Snapseed
Sumber: droidadda,com

Aplikasi yang terpasang di ponsel saya ini biasanya saya gunakan untuk mengedit foto seperti mengatur kecerahan gambar, kontras dan saturasi. Bisa juga dipake buat nulis teks. Kalau kata suami si manfaat App ini bisa lebih banyak dari yang saya sebutkan, hanya saja saya belum memahami manfaat dari masing-masing fitur.

Ya minimal saya bisa menggunakan App ini untuk memoles jepretan foto amatiran karya saya sendiri haha. Jadi nggak malu-maluin kalau ditampilin di blog. Tapi kadang kalau hasil jepretannya sudah cukup bagus, saya langsung pasang di blog tanpa saya edit pake app ini.

Bagi sobat yang membutuhkan App ini, silahkan unnguh di Play Store yaa :).

4. Instagram 
Tentu sobat semua tidak asing dengan App yang satu ini. Sama halnya dengan Fb dan Twitter, App ini saya gunakan untuk menshare tulisan yang saya buat. Walau tak sesering Fb si.

5. You Tube
Dari beberapa App yang saya sebut diatas, App You Tube ini paling jarang saya pake. Ya paling pake kalau pas sangat butuh banget misal buat lomba yang saya paling minati, hehe. Padahal sejatinya penting banget yaa untuk mengoptimalkan media ini.

Secara sekarang apa-apa yang visual bisa lebih menarik minat konsumen dibanding membaca artikel, hiks. Btw ini sebuah kemajuan atau kemunduran ya? hm, yaa masing-masing ada sisi kelemahan dan kekurangannya sih. Tapi apadaya, kemampuan bikin video masih minim dan belum ada kemauan lebih untuk belajar lebih hiks. Jangan ditiru yaa sob.

Alhamdulillah dengan App sederhana ini saya masih bisa nulis walau perlu dorongan dulu seperti arisan blogger GandjelRel putaran sebelas ini. Semoga kedepannya bisa meningkatkan skill menulis lagi dari segala bidang termasuk teknologi biar nggak gaptek gitu lho, haha. Do'akan bisa istiqomah yaa sobat semua...:)

Wassalamu'alaikum...

Tuesday, September 19, 2017

Saatnya Kembali Kepada Jati Diri Bangsa, Dengan Memaknai dan Mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan

19.9.17 4 Comments


Beberapa tahun terahir ini kita diresahkan oleh banyaknya kejadian yang sedikit demi sedikit melunturkan rasa persatuan dan kesatuan di antara kita sebagai bangsa yang satu. Seperti intoleransi dalam beragama: larangan berhijab di daerah tertentu, teror bom di tempat ibadah. Isu mendirikan negara sendiri, komunisme, aliran sesat, terorisme, LGBT. Sadar ataupun tidak semuanya  bisa memecah belah kita .

Hal ini semakin diperparah dengan banyaknya media yang tak bertanggung jawab yang membuat dan menyebarluaskan berita-berita hoax mengenai isu-isu di atas baik lewat media cetak, tv apalagi media sosial. Tak jarang berita tersebut menjadi viral, karena banyak orang ikut-ikutan menyebarkan berita hoax tersebut, tanpa memilah dan memilihnya terlebih dahulu. Ini fatal! 

Dari semua kekacauan yang terjadi, mungkin kah kita sedang diAdu Domba?  Mungkin saja. Sejarah pun mengajarkan begitu. Tentu kita tak asing dengan politik devide et impera (adu domba) yang dilakukan VOC kepada bangsa kita bukan?! Saat ini kita diadu sesama sodara sendiri, dengan berbagai Isu SARA yang tiada henti. Saatnya kita mulai menahan diri, mengkonfirmasi setiap berita yang kita dapat dan jangan mudah percaya apalagi ikut-ikutan menyebarkannya.

Namun atas kekacauan yang terjadi di negara ini, yang harus berbenah bukan hanya rakyatnya saja. Tetapi pemerintah, sebagai pengelola negara juga harus ikut berbenah. Masalah hukum yang tebang pilih, tumpul ke atas namun tajam ke bawah. Korupsi, kolusi, nepotisme dari tingkat pusat sampai daerah. Kesenjangan sosial, kemiskinan, pengangguran yang meningkat. Money Politic saat pergantian kepemimpinan, yang justru telah merusak generasi bangsanya. 

Masalah keamanan yang membuat resah semua pihak. Lihatlah kasus kekerasan baik fisik, mental maupun seksual yang dilakukan terhadap anak-anak yang semakin merebak dimana-mana. Hukuman terhadap para pelaku kejahatan pun masih kurang tegas dan tidak membuat jera!

Seperti yang termaktub dalam alinea ke-4 pembukaan UUD 1945, apa kah tugas negara sudah terlaksana dengan optimal? Sudahkan Pemerintah Melindungi Segenap Tumpah Darah? Memajukkan kesejahteraan umum? Mencerdaskan Kehidupan Bangsa? Dan Ikut Menciptakan Ketertiban Dunia?
 
Mari Memahami Kembali UUD NRI Tahun 1945
Dari semua permasalahan yang terjadi, sudah saatnya kita semua harus berbenah. Ya pemerintahnya, ya rakyatnya. Untuk itu sebagai sebuah bentuk itikad yang baik dari pemerintah, MPR RI melakukan Safari Kebangsaan di Beberapa Kota, Salah satunya Kota Semarang.

Hari Sabtu (16/9) kemarin, kami mengikuti acara Netizen Semarang Nobrol Bareng MPR RI di Hotel Grandhika yang terletak di Jalan Pemuda Kota Semarang. Kami diajak untuk mengenal, memahami dan mengamalkan kembali nilai-nilai yang terdapat pada 4 pilar kebangsaan. 

Ya, harapannya dengan mengenal, memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terdapat pada 4 pilar kebangsaan ini, kita akan kembali menemukan jati diri/ kepribadian bangsa yang telah pudar atau mungkin tertutupi oleh kemunafikan diri dan kepentingan-kepentingan golongan. Dengan kembali mengenal, memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang ada pada 4 pilar kebangsaan ini, harapannya akan menjadi solusi dari kekacauan yang terjadi di negara ini.
Siti Fauziah, S.E, M.E
Apa saja si, 4 Pilar Kebangsaan Ini? Tentu sobat pernah membaca atau malah menghafal bukan? :D. Sebelum penjabaran tentang 4 pilar ini, saya akan bercerita tentang acara kemarin sabtu dulu yaa. Ada tiga pembicara utama yang hadir pada acara Ngobrol Bareng MPR Ini. Ada Siti Fauziah, S.E, ME selaku Kepala Biro Humas MPR, Ma’ruf Cahyono, S.H, M.H selaku Sekretaris Jenderal MPR dan DR. Bambang Sadono, SH.MH selaku Ketua Badan Pengkajian MPR.
Ma’ruf Cahyono, S.H, M.H
Bapak Ma’ruf Cahyono mengajak kita semua untuk merefresh kembali 4 Pilar Kebangsaan yang mungkin sudah pernah kita pelajari, yaitu

1.   Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara. Apa saja nilai-nilai yang bisa kita ambil dari   Pancasila?

Sila Ke-1 menegaskan bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang religius, bangsa yang mengakui adanya Tuhan YME. Jadi setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan pada salah satu agama yang secara resmi diakui oleh negara. Seharusnya tidak ada lagi tuh orang-orang atheis atau orang-orang yang menganut aliran sesat di negara ini. Dan negara harus menindak tegas terhadap golongan yang tidak diakui oleh negara.

Selain itu, karena warga negara Indonesia memiliki keyakinan yang berbeda-beda, Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghargai dan menghormati hak dan kewajiban antar pemeluk umat beragama. Mari jadikan lah agama sebagai sumber kedamaian bukan malah sebaliknya. Jangan juga mudah mengomentari apa-apa yang bukan menjadi wilayah kita. Misal mengomentari kitab agama lain atau keyakinan agama lain ketika di ruang umum yang justru akan menimbulkan konflik dalam beragama. Berkata baik atau diam lah :).

Sila Ke-2, mengajarkan kepada kita bahwa bangsa kita adalah bangsa yang humanis, bangsa yang peduli dengan isu-isu kemanusiaan. Seperti tertera pada alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 “...dan Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial....”. Bagi saya ini adalah tujuan yang mulia, cita-cita yang besar dari sebuah bangsa yang berjiwa besar.

Jadi janganlah heran, kalau ada sodara-sodara kita yang ikut membela menyuarakan kemerdekaan Bangsa Rohingya, Palestina, Suriah, dan negara-negara terjajah lainnya.

Sila Ke-3 mengajarkan kita untuk bersatu di atas semua perbedaan yang ada. Secara geografis, bangsa kita terdiri dari 17.000 pulau, dimana masing-masing pulau memiliki bahasa, suku, kebudayaan, agama yang berbeda. Oleh karena itu, maknailah perbedaan sebagai anugrah dan kekuatan sebagai bangsa yang besar.

Dengan semua perbedaan ini, bisa kah kita bersatu? Tentu! Sejarah pun telah membuktikan, dengan persatuan kita bisa merdeka dan berdaulat. Kesampingkan ego pribadi dan mari bersatu untuk kemanfaatan dan kepentingan bersama.

Sila Ke-4 mengajarkan kepada kita untuk mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil sebuah keputusan. Dari sini kita juga belajar untuk berdemokrasi dengan benar. Walau dalam keberjalanannya masih belum seideal yang diharapkan. Kadang terjebak dalam demokrasi yang bebas tak terkendali dan tak beretika, kadang terjebak dalam kediktatoran dengan pembatasan-pembatasan yang berlebihan.

Pasca Reformasi 1998, sejatinya kita sedang belajar berdemokrasi dengan baik. Kita sedang belajar mencari pola yang pas. Ya, kita memang sedang mencari format yang terbaik dalam berdemokrasi.

Sila Ke-5, Sila Ke-5 ini merupakan Tujuan Nasional yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ini mengajarkan kepada kita semua, baik pemerintah atau pun rakyat untuk menjadi solusi dalam menuntaskan kesenjangan yang ada baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik.

2.    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Merupakan konstitusi negara, hukum dasar tertulis yang posisinya paling tinggi di negara ini.

3. NKRI merupakan bentuk negara kita, Indonesia. Dahulu kala, para pahlawan kemerdekaan berdarah-darah untuk membentuk negara kesatuan ini, maka janganlah cederai perjuangan mereka. Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bentuk yang paling pas sesuai dengan keberagaman bangsa kita.

Bangsa kita bukan seperti Jepang ataupun Timur Tengah yang memiliki kesamaan dalam agama maupun bahasa. Tapi bangsa kita terdiri dari beragam agama, bahasa, suku, budaya dan ras. Jadi NKRI adalah bentuk negara yang paling pas dengan bangsa kita.

4.   Bhineka Tunggal Ika, “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu”. Ini adalah cita-cita mulia para pendahulu kita, walau pun kita berbeda dalam banyak hal tetapi kita ingin tetap bersatu. Dan ini menjadi inspirasi bangi bangsa lain, “ko bisa ya dengan banyak perbedaan tetapi bisa bersatu?! Itu dahulu, sekarang? Semoga tetap begitu, Aamiin..Ayo kembali kepada jati diri bangsa kita :)

Diakhir dialognya Bapak Ma’ruf Cahyono menyampaikan puisi yang membuat kita semua terharu dan terbakar semangat, mari hayati:
Masih Indonesiakah Kita?
Masih Indonesiakah kita? Setelah sekian banyak jatuh & bangun. Setelah sekian banyak terbentur & terbentuk. Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan?!
 Persatuan di atas perselisihan?! Musyawarah di atas amanah?! Kejujuran di atas kepentingan?!
"Ataulah ke Indonesiaan kita telah pudar tinggal slogan? Tidak! Karena nilai-nilai itu kita lahirkan kembali. Kita bumikan dan kita bunyikan dalam setiap jiwa dan manusia Indonesia".
"Dari Sabang sampai Merauke kita akan melihat gotong royong dan tolong menolong.  Kesantunan bukan anjuran akan tetapi kebiasaan".
Aamiin..
 
Bambang Sadono, SH.MH
Sesi selanjutnya Bapak Bambang Sadono selaku Ketua Badan Pengkajian MPR menambahkan, karena keberagaman dalam budaya, bahasa daerah, ras, suku, agama maka bentuk negara kita adalah NKRI. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah bagaimana merawat persatuan di tengah perbedaan-perbedaan yang ada. Tugas kita adalah bagaimana merawat negara kesatuan ini. 

Untuk mengatur kewarganegaraan dan pemerintah, bangsa kita punya Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. UUD NRI Tahun 1945 ini merupakan hukum dasar tertulis yang kedudukannya paling tinggi di negara ini. Dalam arti semua peraturan perundang-undangan di bawahnya mengacu dan tidak bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945.

Terahir, Pancasila sebagai ideologi negara, dimana sila ke-1-4 merupakan dasar negara sedangkan sila ke-5 merupakan tujuan nasional. Kalau Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia belum tercapai berarti pemerintah belum sukses dalam mewujudkan keadilan bagi rakyatnya.

4 Pilar Kebangsaan ini seharusnya sudah sampai pada tahapan implementasi, menjadi kepribadian yang melekat erat pada rakyat dan pemerintahnya. Bukan hanya sebatas teori-teori yang didokumentasikan dan hanya menjadi pengetahuan semata. 

Untuk itu upaya pembangunan karakter bangsa harus dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif pada semua lapisan. Pembinaan terhadap seluruh penyelenggara negara harus memiliki kejelasan arah yang terencana, sistematis dan terpadu. Semuanya harus terukur dan sistematis.

Selain itu, beliau juga mengingatkan kita semua untuk hati-hati dalam bermedsos. Hati-hati dengan substansi dan juga perhatikan etika. Kalau ada slogan, “Mulut mu adalah Harimau mu” maka boleh lah saya menganalogikan “Status Medsos mu adalah Harimau mu”, hehe.
Serius tapi Tetap Asyik Mengikuti Diskusi :)

Demi persatuan dan keutuhan bangsa, mari semua pihak berbenah. Pemerintah, rakyat mari memaknai dan mengamalkan kembali nilai-nilai yang ada pada 4 Pilar Kebangsaan/ 4 Pilar MPR RI ini. Ayo, Semangat menjadi Indonesia, Merdeka! :)