Tuesday, September 19, 2017

, , , ,

Saatnya Kembali Kepada Jati Diri Bangsa, Dengan Memaknai dan Mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan





Beberapa tahun terahir ini kita diresahkan oleh banyaknya kejadian yang sedikit demi sedikit melunturkan rasa persatuan dan kesatuan di antara kita sebagai bangsa yang satu. Seperti intoleransi dalam beragama: larangan berhijab di daerah tertentu, teror bom di tempat ibadah. Isu mendirikan negara sendiri, komunisme, aliran sesat, terorisme, LGBT. Sadar ataupun tidak semuanya  bisa memecah belah kita .

Hal ini semakin diperparah dengan banyaknya media yang tak bertanggung jawab yang membuat dan menyebarluaskan berita-berita hoax mengenai isu-isu di atas baik lewat media cetak, tv apalagi media sosial. Tak jarang berita tersebut menjadi viral, karena banyak orang ikut-ikutan menyebarkan berita hoax tersebut, tanpa memilah dan memilihnya terlebih dahulu. Ini fatal! 

Dari semua kekacauan yang terjadi, mungkin kah kita sedang diAdu Domba?  Mungkin saja. Sejarah pun mengajarkan begitu. Tentu kita tak asing dengan politik devide et impera (adu domba) yang dilakukan VOC kepada bangsa kita bukan?! Saat ini kita diadu sesama sodara sendiri, dengan berbagai Isu SARA yang tiada henti. Saatnya kita mulai menahan diri, mengkonfirmasi setiap berita yang kita dapat dan jangan mudah percaya apalagi ikut-ikutan menyebarkannya.

Namun atas kekacauan yang terjadi di negara ini, yang harus berbenah bukan hanya rakyatnya saja. Tetapi pemerintah, sebagai pengelola negara juga harus ikut berbenah. Masalah hukum yang tebang pilih, tumpul ke atas namun tajam ke bawah. Korupsi, kolusi, nepotisme dari tingkat pusat sampai daerah. Kesenjangan sosial, kemiskinan, pengangguran yang meningkat. Money Politic saat pergantian kepemimpinan, yang justru telah merusak generasi bangsanya. 

Masalah keamanan yang membuat resah semua pihak. Lihatlah kasus kekerasan baik fisik, mental maupun seksual yang dilakukan terhadap anak-anak yang semakin merebak dimana-mana. Hukuman terhadap para pelaku kejahatan pun masih kurang tegas dan tidak membuat jera!

Seperti yang termaktub dalam alinea ke-4 pembukaan UUD 1945, apa kah tugas negara sudah terlaksana dengan optimal? Sudahkan Pemerintah Melindungi Segenap Tumpah Darah? Memajukkan kesejahteraan umum? Mencerdaskan Kehidupan Bangsa? Dan Ikut Menciptakan Ketertiban Dunia?
 
Mari Memahami Kembali UUD NRI Tahun 1945
Dari semua permasalahan yang terjadi, sudah saatnya kita semua harus berbenah. Ya pemerintahnya, ya rakyatnya. Untuk itu sebagai sebuah bentuk itikad yang baik dari pemerintah, MPR RI melakukan Safari Kebangsaan di Beberapa Kota, Salah satunya Kota Semarang.

Hari Sabtu (16/9) kemarin, kami mengikuti acara Netizen Semarang Nobrol Bareng MPR RI di Hotel Grandhika yang terletak di Jalan Pemuda Kota Semarang. Kami diajak untuk mengenal, memahami dan mengamalkan kembali nilai-nilai yang terdapat pada 4 pilar kebangsaan. 

Ya, harapannya dengan mengenal, memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terdapat pada 4 pilar kebangsaan ini, kita akan kembali menemukan jati diri/ kepribadian bangsa yang telah pudar atau mungkin tertutupi oleh kemunafikan diri dan kepentingan-kepentingan golongan. Dengan kembali mengenal, memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang ada pada 4 pilar kebangsaan ini, harapannya akan menjadi solusi dari kekacauan yang terjadi di negara ini.
Siti Fauziah, S.E, M.E
Apa saja si, 4 Pilar Kebangsaan Ini? Tentu sobat pernah membaca atau malah menghafal bukan? :D. Sebelum penjabaran tentang 4 pilar ini, saya akan bercerita tentang acara kemarin sabtu dulu yaa. Ada tiga pembicara utama yang hadir pada acara Ngobrol Bareng MPR Ini. Ada Siti Fauziah, S.E, ME selaku Kepala Biro Humas MPR, Ma’ruf Cahyono, S.H, M.H selaku Sekretaris Jenderal MPR dan DR. Bambang Sadono, SH.MH selaku Ketua Badan Pengkajian MPR.
Ma’ruf Cahyono, S.H, M.H
Bapak Ma’ruf Cahyono mengajak kita semua untuk merefresh kembali 4 Pilar Kebangsaan yang mungkin sudah pernah kita pelajari, yaitu

1.   Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara. Apa saja nilai-nilai yang bisa kita ambil dari   Pancasila?

Sila Ke-1 menegaskan bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang religius, bangsa yang mengakui adanya Tuhan YME. Jadi setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan pada salah satu agama yang secara resmi diakui oleh negara. Seharusnya tidak ada lagi tuh orang-orang atheis atau orang-orang yang menganut aliran sesat di negara ini. Dan negara harus menindak tegas terhadap golongan yang tidak diakui oleh negara.

Selain itu, karena warga negara Indonesia memiliki keyakinan yang berbeda-beda, Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghargai dan menghormati hak dan kewajiban antar pemeluk umat beragama. Mari jadikan lah agama sebagai sumber kedamaian bukan malah sebaliknya. Jangan juga mudah mengomentari apa-apa yang bukan menjadi wilayah kita. Misal mengomentari kitab agama lain atau keyakinan agama lain ketika di ruang umum yang justru akan menimbulkan konflik dalam beragama. Berkata baik atau diam lah :).

Sila Ke-2, mengajarkan kepada kita bahwa bangsa kita adalah bangsa yang humanis, bangsa yang peduli dengan isu-isu kemanusiaan. Seperti tertera pada alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 “...dan Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial....”. Bagi saya ini adalah tujuan yang mulia, cita-cita yang besar dari sebuah bangsa yang berjiwa besar.

Jadi janganlah heran, kalau ada sodara-sodara kita yang ikut membela menyuarakan kemerdekaan Bangsa Rohingya, Palestina, Suriah, dan negara-negara terjajah lainnya.

Sila Ke-3 mengajarkan kita untuk bersatu di atas semua perbedaan yang ada. Secara geografis, bangsa kita terdiri dari 17.000 pulau, dimana masing-masing pulau memiliki bahasa, suku, kebudayaan, agama yang berbeda. Oleh karena itu, maknailah perbedaan sebagai anugrah dan kekuatan sebagai bangsa yang besar.

Dengan semua perbedaan ini, bisa kah kita bersatu? Tentu! Sejarah pun telah membuktikan, dengan persatuan kita bisa merdeka dan berdaulat. Kesampingkan ego pribadi dan mari bersatu untuk kemanfaatan dan kepentingan bersama.

Sila Ke-4 mengajarkan kepada kita untuk mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil sebuah keputusan. Dari sini kita juga belajar untuk berdemokrasi dengan benar. Walau dalam keberjalanannya masih belum seideal yang diharapkan. Kadang terjebak dalam demokrasi yang bebas tak terkendali dan tak beretika, kadang terjebak dalam kediktatoran dengan pembatasan-pembatasan yang berlebihan.

Pasca Reformasi 1998, sejatinya kita sedang belajar berdemokrasi dengan baik. Kita sedang belajar mencari pola yang pas. Ya, kita memang sedang mencari format yang terbaik dalam berdemokrasi.

Sila Ke-5, Sila Ke-5 ini merupakan Tujuan Nasional yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ini mengajarkan kepada kita semua, baik pemerintah atau pun rakyat untuk menjadi solusi dalam menuntaskan kesenjangan yang ada baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik.

2.    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Merupakan konstitusi negara, hukum dasar tertulis yang posisinya paling tinggi di negara ini.

3. NKRI merupakan bentuk negara kita, Indonesia. Dahulu kala, para pahlawan kemerdekaan berdarah-darah untuk membentuk negara kesatuan ini, maka janganlah cederai perjuangan mereka. Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bentuk yang paling pas sesuai dengan keberagaman bangsa kita.

Bangsa kita bukan seperti Jepang ataupun Timur Tengah yang memiliki kesamaan dalam agama maupun bahasa. Tapi bangsa kita terdiri dari beragam agama, bahasa, suku, budaya dan ras. Jadi NKRI adalah bentuk negara yang paling pas dengan bangsa kita.

4.   Bhineka Tunggal Ika, “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu”. Ini adalah cita-cita mulia para pendahulu kita, walau pun kita berbeda dalam banyak hal tetapi kita ingin tetap bersatu. Dan ini menjadi inspirasi bangi bangsa lain, “ko bisa ya dengan banyak perbedaan tetapi bisa bersatu?! Itu dahulu, sekarang? Semoga tetap begitu, Aamiin..Ayo kembali kepada jati diri bangsa kita :)

Diakhir dialognya Bapak Ma’ruf Cahyono menyampaikan puisi yang membuat kita semua terharu dan terbakar semangat, mari hayati:
Masih Indonesiakah Kita?
Masih Indonesiakah kita? Setelah sekian banyak jatuh & bangun. Setelah sekian banyak terbentur & terbentuk. Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan?!
 Persatuan di atas perselisihan?! Musyawarah di atas amanah?! Kejujuran di atas kepentingan?!
"Ataulah ke Indonesiaan kita telah pudar tinggal slogan? Tidak! Karena nilai-nilai itu kita lahirkan kembali. Kita bumikan dan kita bunyikan dalam setiap jiwa dan manusia Indonesia".
"Dari Sabang sampai Merauke kita akan melihat gotong royong dan tolong menolong.  Kesantunan bukan anjuran akan tetapi kebiasaan".
Aamiin..
 
Bambang Sadono, SH.MH
Sesi selanjutnya Bapak Bambang Sadono selaku Ketua Badan Pengkajian MPR menambahkan, karena keberagaman dalam budaya, bahasa daerah, ras, suku, agama maka bentuk negara kita adalah NKRI. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah bagaimana merawat persatuan di tengah perbedaan-perbedaan yang ada. Tugas kita adalah bagaimana merawat negara kesatuan ini. 

Untuk mengatur kewarganegaraan dan pemerintah, bangsa kita punya Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. UUD NRI Tahun 1945 ini merupakan hukum dasar tertulis yang kedudukannya paling tinggi di negara ini. Dalam arti semua peraturan perundang-undangan di bawahnya mengacu dan tidak bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945.

Terahir, Pancasila sebagai ideologi negara, dimana sila ke-1-4 merupakan dasar negara sedangkan sila ke-5 merupakan tujuan nasional. Kalau Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia belum tercapai berarti pemerintah belum sukses dalam mewujudkan keadilan bagi rakyatnya.

4 Pilar Kebangsaan ini seharusnya sudah sampai pada tahapan implementasi, menjadi kepribadian yang melekat erat pada rakyat dan pemerintahnya. Bukan hanya sebatas teori-teori yang didokumentasikan dan hanya menjadi pengetahuan semata. 

Untuk itu upaya pembangunan karakter bangsa harus dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif pada semua lapisan. Pembinaan terhadap seluruh penyelenggara negara harus memiliki kejelasan arah yang terencana, sistematis dan terpadu. Semuanya harus terukur dan sistematis.

Selain itu, beliau juga mengingatkan kita semua untuk hati-hati dalam bermedsos. Hati-hati dengan substansi dan juga perhatikan etika. Kalau ada slogan, “Mulut mu adalah Harimau mu” maka boleh lah saya menganalogikan “Status Medsos mu adalah Harimau mu”, hehe.
Serius tapi Tetap Asyik Mengikuti Diskusi :)

Demi persatuan dan keutuhan bangsa, mari semua pihak berbenah. Pemerintah, rakyat mari memaknai dan mengamalkan kembali nilai-nilai yang ada pada 4 Pilar Kebangsaan/ 4 Pilar MPR RI ini. Ayo, Semangat menjadi Indonesia, Merdeka! :)

Monday, September 11, 2017

, ,

Ini Alasan Kenapa Salim A. Fillah Menjadi Penulis Favoritku


 Assalamu'alaikum..
Dengan menulis saya bisa menyapa ribuan manusia; tak sekadar sapa, tapi sapaan dakwah. Dengan menulis saya bisa bersilaturahim ke pelosok negeri ini; merasa begitu kaya karena banyak saudara yang kemudian menunjukkan kepedulian dengan saran, masukan, kritik, bahkan cerca, dan kecaman. Semuanya memperkaya jiwa; mereka menunjukkan kelebihan maupun kekurangan diri yang takkan saya sadari tanpa respons mereka.
Dengan menulis saya merekam jejak-jejak pemahaman saya; mengikat ilmu, lalu melihatnya kembali untuk—sesekali—menertawakannya. Dan saat saya telah bisa menertawakan kebodohan saya beberapa waktu lalu yang tecermin dari tulisan saya ketika itu, saya jadi tahu, alhamdulillah saya telah mengalami sedikit kemajuan.
Sepenuh Cinta, Salim A. Fillah

Saya pribadi sangat menyukai tulisan-tulisan  Ustadz Salim A. Fillah. Tulisannya menyentuh dan menggugah hati. Bahasanya puitis namun tetap berisi dan syarat makna. Beliau menjadikan Shiroh/ Sejarah Nabi Muhammad sebagai rujukan dari setiap tulisan-tulisannya. Dengan goresan tintanya, Sejarah Nabi terasa lebih mudah untuk dipahami. Dengan goresan tintanya, kita bisa membayangkan seperti apa suasana dalam sejarah tersebut dan membuat hati terlarut di dalamnya.

Saya pribadi termasuk yang tidak terlalu suka membaca buku-buku sejarah. Selain susah dimengerti, cara penulisan bukunya juga tidak cukup menarik untuk dipelajari. Akhirnya susah juga untuk menghayati. Sepertinya ini efek dari menghafal sejarah dari buku-buku sejarah sewaktu SMA. Terlalu banyak nama tempat, peristiwa, nama orang yang harus dihafal, hiks.

Padahal sejatinya, Sejarah itu penting banget untuk dipahami, karena banyak pelajaran yang bisa kita ambil di sana. Nah, Salim A.Fillah ini adalah salah satu penulis yang pandai menjadikan sejarah lebih indah untuk dinikmati. Salim A. Fillah merupakan penulis buku-buku islami asal Yogyakarta. 

Buku-buku yang sudah beliau terbitkan beberapa diantaranya yaitu Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan (2003), Agar Bidadari Cemburu Padamu (2004), Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta (2005), Gue Never Die (2006), Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim (2007), Jalan Cinta Para Pejuang (2008), Dalam Dekapan Ukhuwah (2010), Lapis-lapis Keberkahan (2014).


fatahillahstan.com
Buku pertama Salim A. Fillah yang saya miliki adalah Saksikan Aku Seorang Muslim. Sebagai anak muda yang sedang menggebu-gebu belajar agama saat itu, buku ini cukup memantik semangatku menjadi hambaNYA dalam berislam dengan baik. Buku Lapis-lapis Keberkahan akan menghantarkan kita untuk memahami Apa Makna Sebenarnya Dari Keberkahan Itu Sendiri. 

Salim A. Fillah juga bisa dikatakan dokter spesialis di bidang Cinta dan Pernikahan. Bagi yang sedang galau tebtang jodoh bisa di pilih buku-buku beliau, ada Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Agar Bidadari Cemburu Padamu, Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta, Jalan Cinta Para Pejuang, dll. Bagi yang suka kisah persahabatan, bisa baca buku beliau "Dalam Dekapan Ukhuwah". Cobain deh, kalian bakal ketagihan pastinya, hehe.

Penasaran dengan penulis yang satu ini? Sobat bisa juga kepoin blognya di http://salimafillah.com/ . Ini Mba Irfa Hudaya Ekawati dan Mba Dani Ristyawati, penulis favoritku. Oh iya Mba Irfa ini selain blogger, beliau juga adalah seorang penulis produktif lo. Sedangkan Mba Dani adalah seorang blogger juga dan juga seorang Staf di Kampus Terkenal di Jateng, UNDIP. Penasaran? Sobat semua bisa kepoin di blog mereka masing-masing yaa :).


Wassalamu'alaikum..

*Arisan Blog GandjelRel Putaran 10





Wednesday, August 23, 2017

, , , ,

GIE, Film Inspiratif Yang Tak Boleh Dilewatkan

sumber: vidio.com

Assalamu'alaykum...
Sobat punya film favorit yang bisa menginspirasi ? Pastinya punya dong ya. Begitu pun saya. Baiknya ada pelajaran yang bisa diambil setelah kita menonton film. Lebih dari sekedar hiburan atau refreshing semata. Kata seorang teman, apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan sebenarnya secara tak sadar sedang mendoktrin fikiran, perasaan dan alam bawah sadar kita. 

Jadi, saya suka banget Filmnya “GIE”. Sampai nonton berulang kali di DVD. Dulu si nontonnya pas masih kuliah. Saya merasa ada kecocokam masa di sana. Iya, dulu nonton pas saya masih aktif di organisasi mahasiswa. Saat-saat digembleng jadi sosok yang idealis. Belajar mengkritisi kebijakan pemerintah, *padahal ikut senior, hehe.

GIE Kecil
Padahal ni film udah keluar sejak saya masih SMA kelas 2, tahun 2015. Sosok idealis, semangat, berani, dan kritis dalam diri GIE, membuat saya terbawa semangat saat menonton fil ini. Sejak kecil, GIE memiliki ambisi yang kuat serta kritis. Saat sekolah, dia berani mengkritisi pemikiran guru yang dia anggap berbeda dengannya. 

Sampai akhirnya dia tidak naik kelas karena kekritisannya terhadap guru, dan berujung pindah sekolah. Sampai teman dekatnya, Han bilang seperti ini: “Kenapa si kamu selalu saja menjadi orang yang suka melawan?!”. “Dalam memperjuangkan kebenaran kita harus melawan!”, jawab GIE. 

Sosok GIE yang seperti ini tidak terlepas dari kebiasaannya yang suka membaca buku. Kebanyakan buku bacaannya beraliran filsafat dan pemikiran seperti Mahatma Gandhi. GIE kecil mencontoh tokoh-tokoh yang ada dalam buku tersebut dalam memperjuangkan idenya.

Selain suka membaca, GIE kecil juga suka menulis. Dia selalu membawa buku catatan kecil berwarna merahnya saat pergi kemana pun. Di saat lintasan pikiran muncul, dia akan segera menuliskannya.


Selain sosoknya yang idealis, GIE merupakan sosok yang misterius, pemikir, agak cuek/ mengabaikan somongan orang-orang yang tidak sependapat dengannya seperti ibu dan kakak laki-lakinya.

Selain menulis dan membaca, GIE kecil sangat suka naik gunung. Saat dia merasa penat dengan dunia, biasanya dia akan melepaskan kepenatannya di gunung.

Biografi GIE
Film ini di setting sesuai masa hidupnya Soe Hok Gie (GIE) yaitu pada tahun 1956-1969. GIE merupakan pemuda indonesia keturunan Tionghoa yang berdomisili di Jakarta. GIE lahir pada  pada tanggal 17 Desember 1942. GIE memiliki dua saudara perempuan dan satu saudara laki-laki. GIE memiliki teman dekat yaitu Tan Tjin Han (Han) dan Herman Lintang.

Soe Hok Gie yang Aseli
GIE Dewasa
GIE melanjutkan pendidikan tingginya di Fakultas Sastra UI. GIE selalu jadi guru bicara di antara teman-temannya. Selain membaca, menulis, naik gunung, GIE juga sangat menyukai nonton film. Lalu mendiskusikan film tersebut dan mengambil pelajaran dari film tersebut bersama mahasiswa lainnya.

GIE diperankan oleh Nicholas Saputra
GIE kecil tumbuh menjadi sosok yang cerdas, lebih pemberani, idealis dan kritis. Keberanian dan kekritisannya dia salurkan  salah satunya lewat tulisan di media masa. Apalagi masa itu Indonesia berada di awal tahun 1960, terjebak di antara Perang Dingin Pasifik. 

Ada semacam dilema, apakah Indonesia  di bawah kepemimpinan presiden seumur hidup “Soekarno” akan mengikuti ideologi Komunis? Demokrasi Terpimpin masa itu membuat GIE selalu mengkritik pemerintah karena menurut dia, hal ini tidak cocok dengan sistem pemerintahan indonesia.

Di saat semangat revolusi bergema saat itu, dan mulai bermunculan organisasi organisasi ekstraparlementer, GIE memilih tidak bergabung dan mengambil jalur sendiri. GIE lebih memilih terlibat diskusi dan menulis serta bergabung dengan gerakan Sumitro untuk melawan penguasa saat itu.

Demonstrasi Masa Itu (Sumber: Bacaekon.com)
Singkat cerita, Soekarno akhirnya digantikan oleh Presiden Soeharto. Diceritakan secara singkat pula bagaimana peristiwa pembunuhan enam jendral oleh PKI yang dikenal dengan gerakan G30SPKI. Selanjutnya, dilakukan gerakan penumpasan besar-besaran terhadap semua anggota, simpatisan atau orang-orang yang tercium dekat dengan  PKI. Termasuk sahabat dekatnya yang bernama HAN.

Tak cukup sampai di situ, masa kepemimpinan Presiden Soeharto pun GIE masih tetap melakukan kritik apabila ada yang bertentangan dengan nuraninya terkait kebenaran. Pada akhirnya film ini memaparkan keberanian GIE untuk terus mengkritisi pemerintahan pada masa itu. Sampai pada suatu titik, GIE merasa lelah dan terus mendapat reaksi yang tidak menyenangkan dari orang-orang yang merasa terusik dengan kekritisannya GIE.

Cerita Pemanis di Film Ini
sumber: awrchita.blogspot.co.id

Film GIE ini juga dibumbui dengan kisah persahabatan GIE bersama Herman Lantang, Ira, Indra, dll. Ada juga kisah cintanya GIE lo, lebih tepatnya kisah GIE mencari jati diri cintanya dan orang yang benar-benar dia cintai *ea. Sampai akhirnya terjawab saat GIE sudah meninggal lewat sepucuk surat, terharu, hiks.

Pokoknya keren banget deh ini film, banyak pelajaran yang bisa diambil. Penasaran? Down load aja yaa, hehe. Oh iya, pemeran GIE di Film ini ada Nicholas Saputra lo, karakter GIEnya dapat banget.

Ini Mbak Sri Untari dan Mbak IraSulistiana, Film Favoritku Sepanjang Masa :D. Terimakasih ya buat tema #ArisanBlogGandjelRel #Sesion8 ini yaa. Saya pribadi jadi bisa mengambil hikmah lagi dari film keren yang sudah saya tonton ini 😎
Wassalamu’alaikum...
Bukunya Soe Hok Gie



Sunday, August 20, 2017

, , , ,

Lika-Liku dan Bisnis Rumahan Impianku

Assalamu’alaikum Sobat semua, ada yang punya impian memiliki bisnis rumahan? Kalau iya, bisnis apa? Begitu kira-kira pertanyaan Mbak Wahyu Widya dan Mbak Muslifa Aseani pada #ArisanBlogGandjelRel Ke-9 ini.
 
Sumber: bisnisukm.com
Dahulu, aku sempat punya bisnis bareng teman-teman. Bisnis Kuliner sama Bisnis Laundry. Kami punya warung penyet, dengan beberapa menu. Ada penyet bebek, ayam, tempe tahu, lele, telur. Di samping warung penyet, ada tempat laundry

Kami berharap dapat menjalankan bisnis ini secara bersamaan. Anggota team kami ada lima orang. Warung penyet buka sehabis ashar sampai pukul 22.00. Sedangkan Laundry buka dari pagi sampai pukul 22.00. Saat itu kami berbagi tugas dalam menjalankan bisnis ini. Kami belum berani untuk menggaji pegawai saat itu berhubung bisnis kami masih baru. Modal buat bisnis ini pun kami dapatkan dengan meminjam sana sini, hiks.

Energi kami benar-benar terkuras saat itu. Warung penyet, walaupun buka ba’da ashar tapi persiapannya sedari ba’da subuh. Mulai dari belanja ke pasar, racik-racik, masak. Dzuhur baru beres. Laundry every time buka, kita mulai tuh bagi-bagi kerjaan dari jepretin tanda pengenal ke baju, masukkin baju ke mesin cuci, jemur baju, nyetrika hingga packing
 
Sumber: EraKini.com
Strategi kami saat itu baru memaksimalkan mobilisasi teman-teman terdekat. Namun sayang, bisnis ini hanya bertahan seumur jagung pun tidak. Yaps, baru satu bulan sudah kandas. Banyak faktor penyebab, yang paling utama karena komitmen masing-masing anggota yang masih rendah. Sibuk dengan agenda masing-masing, apalagi saat itu kami masih kuliah. 

Awal-awal semangat, eh belum seminggu udah libur jualan dengan alasan kesibukan lain..fiuh!. Bagi sobat di sini yang berencana punya bisnis bersama, sejak awal harus benar-benar diuji komitmennya dulu yaa.

Selain itu, manajemennya juga kurang tepat. Sudah tau anggotanya sibukers semua, harusnya buka bisnis jangan dua sekaligus, sama-sama menguras waktu lagi. Kalau mau dua-duanya jalan, harusnya ada orang lain yang membantu. 

Marketing yang kurang masif juga menjadi catatan kekurangan kita juga saat itu. Sejatinya, kesuksesan bisnis itu sangat ditentukkan oleh strategi marketing yang oke. Bisnis tanpa Marketing itu imposible banget. Terahir, dalam berbisnis perhatikan juga Passion kita apa. Bisnis sesuai Passion akan menjadikan kita lebih semangat menjalani, InsyaAllah.

Setelah bisnis bersama kandas, aku cukup trauma saat ada teman yang ngajak joint bisnis baru. Kebetulan waktu itu ada yang ngajakkin, tapi aku tolak secara halus, hehe.

Tak cukup sampai di situ, aku pun mencoba bisnis yang lain, sebut saja Jualan Buku Parenting dan Buku Anak. Karena modal yang dimiliki terbatas, aku hanya menyetok beberapa Buku Parenting yang sedang hits saat itu. Sedangkan untuk Buku Anak, aku beli saat ada yang pesan saja.

Niat awal jualan buku waktu itu adalah pengen punya kerjaan yang bisa dikerjakan sambil momong anak yang masih kecil. Mau kerja di luar belum tega ninggalin anak, ya sudah akhirnya jualan buku saja 😊. Kenapa buku? biar aku pribadi terpacu untuk sering baca dan bisa mengedukasi konsumen. Semoga hal yang kecil ini bisa jadi amal jariyah, Aamiin.

Media promosi yang saya gunakan saat itu yaitu Medsos (fb, fanspage, bukalap**, tokopedi* dan wapri). Pesanan buku saya antar baik secara langsung atau lewat ekspedisi dan pos. Alhamdulillah semua stock terjual semua. Dan pesanan pun terus berdatangan, bahkan saat aku tidak berjualan lagi. 

Yaps, setelah saya punya aktivitas lain selain momong anak yi ngajar dan nulis, jualan untuk sementara aku hentikan. Manajemen waktu ku masih belum bagus dan memang aku masih menjadikan bisnis ini sebagai sampingan saja, belum sebagai jalan utama.

Jadi kalau sekarang ditanya “ingin punya bisnis rumahan”? Jawabannya “Iya, pengen”. “Apa bisnis rumamahan impian mu?”. Berdasarkan passion,Aku Pengen jadi agen buku, Pengen Punya Day Care dan Yayasan Pendidikan”. Tapi belum tau mau dieksekusi kapan, hehe. Baru sebatas impian untuk saat ini 😎. Semoga ada jalannya yaa, Aamiin.

Wassalamu’alaikum..
, , ,

Belajar Lebih Mudah dan Asyik Bersama Rumah Juara

Assalamu'alaikum..Adakah diantara sobat yang memiliki anak atau sodara yang sedang belajar dibangku sekolah dasar? atau mungkin sobat seorang guru sekolah dasar? atau guru les anak SD?Adakah kendala saat menemani anak belajar? Terlebih dengan kurikulumnya tematiknya yang baru, kurikulum ke-13 (Kurikulum 2013).

Tuesday, August 15, 2017

, , ,

5 Model Rak Sepatu Minimalis Murah yang Pas Untuk Di rumah

Assalamu'alaikum Sobat, punya banyak koleksi sepatu tapi bingung nyari rak sepatu yang pas? Tentunya pas modelnya, pas harganya bukan?! Sepatu merupakan salah satu item fashion yang penting bagi sebagian wanita untuk dimiliki. Dengan banyaknya sepatu yang sobat punya, pasti sobat bingung bagaimana cara menyimpannya bukan? biar tetap terawat dan rapih. Terkadang menyimpan sepatu di dalam lemari penyimpanan juga akan membuat sepatu tidak terawat dengan baik. 

Nah berikut ini adalah beberapa rak sepatu minimalis murah yang bisa sobat miliki serta cocok untuk di taruh di rumah :

-  Model Segitiga
Kalau sobat merupakan orang yang suka menambahkan ornament atau aksesori unik di rumah, rak sepatu model segitiga ini sangat cocok tentunya bagi sobat.

Dengan modelnya yang berbentuk segitiga akan membuat ruangan sobat terlihat lebih berwarna. Selain itu dengan model segitiga yang menyerupai tangga ini sobat bisa dengan mudah memilih sepatu yang akan sobat pakai dan menyusun kembali sepatu yang tidak dipakai secara mudah.
Sumber: craftcoral.com
-  Rak sepatu model kotak
Jika sobat malas membeli rak sepatu di luar, sobat juga bisa memanfaatkan kotak kayu bekas penyimpanan barang yang sobat miliki di rumah. Caranya mudah, susun kotak kayu yang sobat punya hingga berbentuk persegi, kemudian buat sekat hingga menyerupai tangga, berikan sentuhan akhir dengan memberikan cat kayu sehingga rak sepatu yang sobat buat terlihat seperti beli baru. Simple kan dan tetap fungsional tentunya.

-  Display menggunakan rak jaring
Sobat juga bisa memilih rak sepatu jarring untuk menaruh sepatu-sepatu yang sobat miliki. Dengan design yang artistic, sepatu sobat akan terlihat seperti berada di pameran sepatu terkenal diluaran. Selain itu sobat juga bisa dengan mudah menyusun sepatu yang sobat punya sesuai yang sobat inginkan.
Sumber: MatahariMall.com
-  Rak dibawah tangga
Jika sobat tidak memiliki banyak ruang untuk menaruh rak sepatu, sobat juga bisa memanfaatkan ruang dibawah anak tangga yang ada di rumah sobat. Sobat bisa membuat rak atau laci persis dibawah anak tangga rumah sobat. Tentunya itu akan sangat menghemat ruang di dalam rumah.
Sumber: rancahpost.co.id
-  Rak sepatu model pipa paralon
Nah untuk yang satu ini tentunya tidak asing buat sobat, pipa paralon juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi rak sepatu yang unik loh. Selain itu sobat juga bisa berkreasi dengan pipa paralon yang sobat miliki. Sobat bisa membuat rak sepatu dengan cara menyusun pipa paralon membentuk tangga yang menempel di dinding, sehingga akan menghemat ruang yang ada didalam rumah sobat. 

Bagaimana sudah ada sedikit bayangan untuk rak sepatu yang sobat inginkan? Saat ini memang banyak model rak sepatu yang dijual dengan berbagai macam model dengan harga yang beragam. Mulai dari yang paling murah hingga yang paling mahal. Namun sobat tidak perlu khawatir, jika sobat memiliki budget yang tidak terlalu banyak sobat bisa berkreasi dengan barang-barang bekas yang sobat miliki di rumah untuk membuat rak sepatu minimalis yang unik.

Kalau sobat tidak punya waktu untuk membuat sendiri, sobat juga bisa membeli rak sepatu minimalis murah yang sobat mau secara online di MatahariMall.com. Tenang saja, kualitasnya tidak kalah dengan toko furniture, MatahariMall.com pun menyediakan beragam rak sepatu minimalis dengan jenis dan bentuk yang beragam tentunya dengan harga yang juga tidak menguras kantong. 

Selain cara berbelanjanya yang gampang, di MatahariMall.com juga menyediakan metode pembayaran dengan cicilan untuk memudahkan sobatmemiliki rak sepatu pilihan. Pengirimannya pun dijamin cepat, langsung sampai di depan rumah. Jadi tunggu apalagi? yuk segera dapatkan rak sepatu minimalis di MatahariMall.

Semoga bermanfaat, Wassalamu'alaikum..

Monday, August 7, 2017

, , , ,

Menemani Si Kecil Bereksplorasi di Acara Dancow Explore Your World Semarang

Sabtu (5/8/2017), kami sekeluarga berkesempatan menghadiri acara Nestle DANCOW Explore Your World di Swalayan ADA Setiabudi Semarang. Kebetulan acara ini berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 5-6 Agustus 2017. 

Nestle DANCOW Eksplore Your World merupakan suatu wahana edukasi untuk mendorong kepercayaan diri orang tua dan mendukung si kecil untuk bereksplorasi. Acara ini mengusung tagline “IYA BOLEH” sebagai kepercayaan diri orang tua untuk melepas si kecil membuka potensi maksimalnya.

Saya dan suami langsung tertarik untuk ikut saat pertama tahu acara ini. Terutama saya yang selama ini secara langsung ataupun tidak terkadang membatasi eksplorasi si kecil. Misalnya saat si kecil mau minum sendiri pake gelas kaca, spontan saya teriak “duh nak, jangan, nanti pecah!, sini bunda saja yang ambilin”. Atau pas si kecil ambil air sendiri dari dispenser dengan jinjit kaki , langsung saya heboh “nak, itu air nya nanti tumpah, licin, nanti jatuh kalau ke injek!”, dan larangan-larangan yang lainnya. 

Secara teori saya tahu kalau terlalu banyak melarang anak saat melakukan sesuatu  kurang baik bagi perkembangannya. Tapi dalam pelaksanaannya ternyata tidak mudah juga ya. Saya tersadar saat  pertama kali membaca tagline acara Nestle DANCOW Explore Your World, “Bunda, Katakan IYA BOLEH untuk EKSPLORASI Si Kecil”.

Selain membuka Mindset saya, acara ini juga ternyata menyajikan kegiatan yang menarik untuk si kecil. Di sana ada tiga area utama untuk anak bereksplorasi yaitu Art Center dengan aktivitas hand painting dan story telling, Central Park yang dilengkapi dengan teknologi augmented reality dan Play Park dengan aktivitas wall climbing dan mandi bola.

Pas pertama datang, kami sedikit kaget, secara kami datang jam 11 siang pas pertama buka, tapi antriannya sudah panjang sekali. Setelah dapat tiket, kami segera ke area Art Center. Petugas menawari kami mau memilih cat warna apa? Yaps, di sini kami akan bermain Hand Painting! Akhirnya kami memilih warna merah biar meriah, hehe.
Menempelkan Telapak Tangan Ke Cat Warna :)

Lima jari si kecil ditempelkan ke cat warna lalu ditempelkan kertas putih. Jadilah finger painting yang unique. Tak hanya sampai di situ, dari finger painting tadi, petugas kembangkan jadi gambar-gambar yang cantik seperti bunga, hewan.

Bersama Ayah..

Finger Painting ku..

Ini dia hasil nya, cap jariku jadi bunga mawar yang indah :)

Setelah itu, si kecil tertarik untuk mewarnai gambar seperti yang dilakukan teman-temannya. Kami tentu membolehkannya. Walau diusianya yang baru menginjak 22 bulan, ketertarikannya untuk mencoret-coret kertas dengan pensil warna sangat tinggi. Tentunya masih asal-asalan, tak beraturan dan masih semaunya sendiri, hehe. Tidak apa-apa yang penting senang yaa nduk. Toh semuanya juga berproses ya.
Mewarnai Dulu ya Semua..
Sekilas eksplorasi ini sederhana, tapi ternyata bisa mengasah kemampuan si kecil lho dari mulai motorik halus, kefokusan diri hingga bahasa. Sambil mewarnai, kita bisa mengajak dia bercerita banyak hal.
 
Sambil menunggu si kecil asyik bereksplorasi, saya tertarik untuk konsultasi tumbuh kembang anak bersama dokter dan psikolog. Sebagai ibu muda, ada sedikit kekhawatiran saat menemui hal-hal yang tak sesuai dengan semestinya, seperti BB anak yang susah naik.

Konsultasi Nutrisi Dulu sama Bu Dokter
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, saya langsung mencurahkan apa-apa saja yang saya cemaskan, salah satunya BB anak yang susah naik. Dokter menyarankan saya untuk mengatur kembali keseimbangan gizi makanan anak saya. Sebenernya saya merasa kesulitan untuk membujuk dia setiap kali makan. Mood makan yang tak stabil dan suka pilih-pilih makannya itu yang akhirnya membuat saya memberi makanan yang hanya dia suka. Porsi sayur dan buah memang tak setiap saat diberikan karena dia tak terlalu suka.

Selain itu juga dokter menyarankan saya untuk memberi suplemen tambahan seperti Susu Dancow ini. “iya dok, mungkin nanti setelah saya menyapih anak saya pas 2 tahun, InsyaAllah”. Katanya Dancow ini mengandung Lactobacillus rhamnosus hingga tiga kali lipat dari sebelumnya. Bakteri baik ini berfungsi untuk membantu menjaga saluran pernafasan dan pencernaan si kecil.
Konsultasi dengan Psikolog dulu..
Setelah itu saya lanjut konsultasi pola asuh anak dengan psikolog. Beberapa hal yang saya tanyakan adalah terkait rasa mudah takut yang dimiliki anak dan kemampuan bicara anak. Kata psikolog anak kecil itu pada dasarnya tidak memiliki rasa takut, lingkungannya lah yang secara sadar atau tidak menjadikan si kecil begitu. Oke, saatnya kami intropeksi diri :)

Kemudian terkait kemampuan bicara anak, sering-sering lah berlatih untuk merangkai kalimat. Yaps anak saya memang masih belum bisa merangkai kata demi kata menjadi kalimat, dan psikolog minta kami untuk mulai menstimulasinya. Sebenarnya saya tak terlalu khawatir awalnya, karena sudah banyak kosa kata yang dilontarkan anak saya. Tapi ternyata masih harus dilatih yang lain. Oke, terimakasih Mba Psikolog :)
Ada Replika Kelinci ni..
Tak berhenti sampai di situ, kami menjelajahi area eksplorasi yang lain yaitu Central Park. Di sini si kecil dikenalkan dengan beberapa hewan virtual seperti Sapi, Burung Merak, Kelinci, Kupu-kupu. Walau berupa replika tapi Alhamdulillah si kecil cukup terhibur  di sini. Di area ini juga si kecil diajak main hujan-hujanan, wah..basah dong?! Tenang bunda, petugas sudah menyediakan jas hujan ko, haha. Lagian hujannya berupa hujan buatan, hehe.
Lihat Si Mas Main Hujan-hujanan :)
Penting lho mengenalkan anak main hujan-hujanan itu. Menurut ahli, hujan itu membawa berkah, hehe. Tapi sayang pas di area ini si kecil masih takut bermain hujan-hujanan, alhasil hanya bisa lihat mas-mas dan mbak-mbak yang lain main hujan-hujanan :D. Oh iya Area Central Park ini dilengkapi augmented reality, indah banget pokoknya. Kita pun bisa foto-foto di sini.
Foto Keluarga Dulu Di sini

Si Kecil dan Ayahnya
Terahir area eksplorasi yang kami kunjungi adalah Play Park yang dilengkapi wall climbing dan mandi bola. Berhubung usia si kecil masih 22 bulan akhirnya kami memutuskan untuk bermain mandi bola dan perosotan saja. Si kecil memang sangat menyukai kedua eksplorasi ini.

Si Kecil Asyik Main Perosotan dan Mandi Bola
Belum bisa main Wall Climbing karena diperuntukkan untuk anak 5th keatas
Semua eksplorasi ini tentu sangat bermanfaat untuk mengasah kemampuan motorik kasar si kecil bunda. Dan yang terpenting si kecil sangat senang dengan eksplorasi ini.

Selain eksplorasi yang sudah kami lakukan tadi, di Acara Nestle DANCOW Explore Your World juga terdapat ajang bakat bagi anak, salah satunya mewarnai. Hadiahnya juga cukup menggiurkan lho bunda. Ini diperuntukkan anak-anak pra sekolah dan sekolah jadi anak kami belum bisa ikut deh, hehe.
Mengabadikan Moment Keluarga Dulu ah..:)
Terahir, kami pun tak ingin melewatkan moment foto 3D bersama keluarga. Ada fasilitas Photo Booth juga di Acara Nestle DANCOW Explore Your World. Lengkap banget kan keseruan kita di acara ini?! Oh iya Acara Nestle DANCOW Explore Your World tidak hanya ada di Kota Semarang, tetapi juga ada di Kota Medan (29-30 Maret), Surabaya (1-2 April), Jakarta (29-30 April), Solo (9-10 September) dan Makasar (7-8 Oktober). Untuk warga Solo dan Makasar, jangan sampe terlewat yaa, acaranya sangat bermanfaat banget :).

Yuks ah Bunda, jangan takut untuk selalu katakan #IYABOLEH untuk eksplorasi si kecil demi tumbuh kembangnya. Sampai jumpa lagi :).