Monday, December 5, 2016

, , , ,

Apapun Kondisi Kita Saat Ini, Jangan Lupa Untuk Bersyukur




Assalamu’alaikum sobat,
Sobat tentu sering mendengar quote yang cukup menginspirasi “Jangan Lupa Untuk Bahagia yaa”. Simpel tapi bermakna. Aku jadi terinspirasi untuk membuat tulisan yang serupa “Jangan Lupa Untuk Bersyukur yaa”. Kali ini ada makna dari sebuah peristiwa yang ingin aku ikat dengan kalimat ini. Sebuah peristiwa yang membuka mata batin dan menjadikan ku termenung dibuatnya.

Minggu kemarin (24-28/11), aku diberi kesempatan Allah untuk mondar mandir mengambil hikmah di Rumah Sakit. Ya, awalnya suami dirawat karena harus operasi gigi disana. Kemudian lanjut nungguin sodara yang sakit. Walau kata suami, operasi gigi merupakan operasi ringan, tapi bagiku tetap saja yang namanya operasi selalu menyisakan rasa takut. Takut nanti begini, nanti begitu. Apalagi sejak selasa (22/11) suami sudah masuk R.S. Dia sendiri disana dan aku tak bisa menemani, karena anak masih kecil dan tak ada yang jagain anak. Tepat hari kamis (24/11), suami operasi, Alhamdulillah ada adek kelas yang bisa nungguin saat itu. Pukul 11.30 beliau chat, “abi berangkat dulu ya”. Tetiba mata berkaca-kaca, “Ya Allah, jaga dan selamatkan lah suami hamba, semoga operasinya berjalan lancar”, batinku. 

Aku mencoba untuk tenang siang itu. 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam berlalu, tapi tak ada kabar. WA dan BBMnya juga tidak aktif, haduh ada apa ini? Perasaan pernah nungguin sodara yang operasinya lebih berat, ndak lama kaya begini. Batin dan pikiran mulai berkecamuk tak karu-karuan, prasangka buruk mulai muncul tak dapat dibendung. Astaghfirullah, Laa haula wala quwwata illa billah. Ku coba terus berdzikir, menenangkan jiwa. Pasca sholat ashar, aku dan si kecil segera melaju menuju R.S. Sembari berdzikir dan berdo’a, ku pacu motor beat ku dengan hati-hati. Ku lihat dan ku peluk si kecil yang ku gendong didepan, Alhamdulillah dia tenang. Sepertinya dia ikut merasakan kekhawatiran yang dirasakan umminya. Sesampainya di R.S, sembari mencari parkiran, ku lihat didepan ku ada mobil jenazah meluncur keluar. Deg..deg..deg, jantungku berdegup hebat! Astaghfirullah pikiranku benar-benar ndak karu-karuan saat itu.

Langsung ku menuju lobi R.S, ku sms sodaraku yang saat itu sedang mengantar sodaranya kontrol. Setelah anakku ku titipkan padanya, aku bergegas mencari ruang opname suami. Saking kalapnya saat itu, bolak balik tanya sana sini, namun ruangan tak kunjung dapat ku temukan . Sampai akhirnya, setelah cukup lama muter-muter, alhamdulillah aku menemukannya. Ku buka pintu, ku lihat wajah suamiku yang terlihat lelah. Ku lihat sisa darah operasi diantara bibirnya masih terlihat segar “Ya Allah kasian sekali suamiku”, ucapku. Ku cium tangan dan rambutnya. “ndak apa-apa ummi, abi baik-baik saja”, ucapnya lirih sembari tersenyum. “Ya Allah, dalam kondisi seperti ini abi masih bisa tersenyum?, ungkapku kembali. Beliau cerita, tadi ndak bisa kasih kabar, karena hpnya jatuh saat masuk ke ruang operasi. Operasi berlangsung selama 2 jam, kemudian nunggu 1 jam sampai tersadar di ruang operasi lalu dibawa keruang opname. “Sakit ndak abi?”, ucapku. “ndak sakit”, jawabnya. “Lah itu darahnya masih mengalir dari bekas operasi, beneran ndak sakit?", tanyaku lagi. “ndak ummi, beneran”, jawabnya lagi. Alhamdulillah, aku sedikit lebih tenang mendengar jawabannya.

Saat melepas rindu dengan suami, tetiba terdengar rintihan kesakitan dari balik kain penutup disebelah tempat tidur suami. Kata suami, dia seorang pemuda berusia 21 tahun yang terkena kanker darah (leukimia). Pemuda tersebut semalam habis kejang (step) tak terkendali sehingga kaki dan tangannya harus ditali. Pemuda tersebut kondisinya drop, setelah tindakan kemosintesis yang ke-3. Akhirnya proses kemo harus dihentikan sementara, sampai kondisi tubuhnya kuat. Masih ada 5x lagi kemosintesis yang harus dia lalui, pada tahap satu ini. Dan tindakan kemo ini akan berlangsung selama 2 tahun kedepan, dengan jeda waktu tertentu. Ya Allah, aku bener-bener ndak tega setiap kali dia merintih kesakitan saat akan BAB, BAK, saat akan menggerakan tubuhnya. Tubuhnya terkulai lemah tak berdaya dikasur . Sempat aku melihatnya, saat aku kembali dari kamar mandi. Ya Allah, tubuhnya kurus, muka nya menghitam akibat kejang semalam.

Ya Allah bi, bisa ndak yaa dia bertahan? Perjuangannya masih panjang tapi dia sudah lelah sekali sepertinya”. Apalagi kanker darah, darah kan mengalir ke seluruh bagian tubuh yaa, berat ngobatinnya bukan?”, ungkapku. “Kita do’akan saja mi”, jawab suami. Tak ada makanan yang masuk, karena efek kemosintesis membuat mual dan muntah. Ditambah diare yang menerpa, membuat tubuhnya semakin lemah. Hanya segelas susu dan cairan infus yang menopang tubuhnya untuk tetap bertahan. "Ujian yang menimpa kita belum ada apa-apa nya ya abi?", ungkapku. "Iya, makanya Jangan Lupa Untuk Selalu Bersyukur apapun kondisi kita saat ini, karena masih banyak orang lain yang ujiannya jauh lebih besar dari kita", jawab suami.

Malam jum’at, aku dan anakku menginap di tempat sodaraku dirawat. Pengawasan disana tidak terlalu ketat, karena diruang VIP sehingga aku bisa mengajak anakku yang masih kecil tinggal disana. Semua ku lakukan, supaya bisa bolak balik nengok suami yang dirawat di R.S yang sama tapi beda ruangan. Malam itu sulit rasanya mata terpejam karena tak tenang, walau ruangan sangat nyaman dan sunyi. Menjelang subuh beberapa kali terdengar berita pasien dalam kondisi darurat di R.S tersebut dari pengeras suara . Sontak aku yang baru tidur beberapa jam saja, langsung terbangun dan tak bisa tidur lagi. Sampai akhirnya ku memutuskan untuk bangun menunggu waktu sholat subuh pukul 04.00. 

Melihat beberapa orang yang sedang diuji sakit, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Mendengar informasi pasien darurat bahkan meninggal dari pengeras suara yang dipasang diruang-ruang. Mendengar sirine mobil ambulance berkali kali. Mendengar rintihan pasien yang kesakitan, membuatku belajar satu hal: Jangan Lupa Untuk Selalu Bersyukur Cha! Nikmat hidup sehat itu masih bisa engkau rasakan sampai saat ini. Kalau kata ibu, sehat itu yang utama, nikmat yang tak ternilai. “Ayo abi, mulai sekarang kita hidup sehat yaa. Kurangi makanan  instan dan mulai olah raga pagi”, ajakku pada suami. MasyaAllah, Allah memang selalu punya cara untuk mengingatkan hambanya. Terimakasih yaa Allah :)

Sunday, November 20, 2016

, , , , ,

Perjuangan Siti dalam Merintis dan Membangun Usaha Kecil Menengah (UKM)


Ahad pagi, aku berniat untuk menimba ilmu di Masjid Pondok Pesantren Saubari Bening Hati. Aku pergi kesana hanya berdua saja dengan anakku, Kamila karena Ayahnya sedang ke Luar Kota saat itu. Sesampainya disana, aku disambut temanku, Siti. "Mba, cobain kue bolen pisang sama wingko babat hasil karya ibu-ibu binaanku yuu, enak!", ucapnya. Hadeuh ini anak, baru nyampe udah promosi, batinku. Dia sejak kuliah memang suka bisnis kulineran. "Dimana Siti?", tanggapku. "Di meja registrasi mba, kalau enak dan mau pesan bisa lewat Siti mba", lanjutnya. Sayangnya pas registrasi, aku dapat snack yang berbeda bukan kue yang Siti promosikan tadi. hm..belum rezekinya sepertinya.

Friday, November 11, 2016

, ,

Cegah dan Obati Kanker Payudara Segera Mungkin




Siang itu, aku mengantar temanku berobat ke salah satu Rumah Sakit swasta terkenal di Semarang. Kami pergi dengan menggunakkan taxi. Cukup menempuh perjalanan 20 menit saja, kami sudah sampai di Rumah Sakit. Sesampainya di Rumah Sakit, kami mengambil nomor antrian dan langsung menuju ruang tunggu dokter saat itu.

Thursday, November 10, 2016

, , ,

Melihat Wacana Full Day School dari Dua Kacamata yang Berbeda

sumber: kompasiana
Assalamu’alaikum..

November, salam perjuangan sobat! Kayanya kata “perjuangan” pas kalau saya labelkan dibulan ini. Kenapa? karena banyak sejarah perjuangan yang ditorehkan dibulan ini. November adalah harinya para pahlawan, para pejuang bangsa. Selamat Hari Pahlawan sob! Semoga kita semua bisa mengambil “spirit perjuangan” dari para pahlawan bangsa kita ya sob. November juga merupakan bulan sejarah bagi kami. Yaps November adalah bulan dimana saya dan mas suami diikat dalam ikatan suci pernikahan *ea..Dan yang tak kalah penting, Bulan November adalah harinya para guru loh sob. Tepat tanggal (25/11), diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN) sekaligus HUT ke-71 PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Selamat hari guru bapak, ibuku tercinta dan seluruh guru yang ada di negeri tercinta ini. Kalian adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Jasamu Tiada Tara.

Monday, October 31, 2016

, ,

Pesona Jawa Tengah: Dari Wisata Alam Hingga Wisata Sejarah Semuanya Ada Disini, Rumah Kita Tercinta.



Piknik adalah Salah Satu Cara Untuk Membuat Jiwamu Tetap Sehat (Aprisa, 2016)
Hai sobat, lagi butuh piknik nggak ni? atau sobat lagi berencana piknik dalam waktu dekat ini? Sepakat nggak ni kalau piknik itu bisa membuat jiwa kita tetap sehat? kalau bagi aku si iyess,, sekembalinya dari piknik serasa memiliki jiwa yang baru, lebih fresh, jiwa yang lebih sehat untuk kembali menjalani aktivitas harian kita. Nah ngomongin soal piknik, biasanya sobat semua pada piknik kemana ni? dalam negeri atau luar negeri? kalau aku si mending dalam negeri yaa, secara dalam negeri juga tak kalah keren lho, semuanya ada, lebih murah lagi :) Nah sebagai orang aseli Jawa Tengah, kali ini aku mau ngajak sobat semua untuk menikmati indahnya Jawa Tengah. Penasaran ada apa saja di Jawa Tengah? Yuks ikut aku..

Thursday, October 27, 2016

, , ,

Menjadi Blogger, Menjadi Pembelajar Sejati

Assalamu'alaikum..Pagi sobat, Selamat Hari Blogger Nasional yaa!! Sebagai blogger, senang rasanya ternyata blogger juga punya hari kebesaran lho, tepat tanggal 27 oktober 2016 ini :) Jujur, saya pribadi baru tau tentang kabar gembira ini, tepatnya pas saya mengikuti lomba blog yang diadakan oleh Rumah Blogger dengan PT. XL Axiata dengan Tema Membangun Indonesia Melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi. Walau belum berkesempatan menang, tapi saya bahagia bisa berpartisipasi untuk memeriahkan Hari Blogger Nasional ini. Tau nggak sob, ternyata Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan Hari Blogger ini sejak tahun 2007 lho..wah semakin bangga ni menjadi blogger :) Dunia Blogger tentunya memberikan sumbangsih yang tidak bisa dipandang sebelah mata, sampai akhirnya pemerintah menetapkannya sebagai salah satu hari nasional. Salah satunya, dalam dunia pariwisata dan kuliner, para blogger lewat tulisannya ikut andil dalam mempromosikan Pesona Indonesia, Pesona Jawa Tengah, Pesona Lombok, dll.

Monday, October 17, 2016

, , , ,

Belajar Parenting dari Film Wonderful Life: Kisah Keluarga Dengan Anak Disleksia


Memiliki anak yang pintar, berprestasi dan juara dalam bidang akademik, tentu menjadi harapan dan cita-cita bagi semua orang tua. Anak-anak seperti ini memang akan menjadi kebanggaan bagi orang tuanya masing-masing. Saya pun pernah merasakan berada diposisi ini. Kedua orang tua saya adalah guru. Mereka terbiasa hidup disiplin, detail dan sesuai target. Saya pun memang dididik untuk hidup teratur, belajar dan mengerjakan PR, datang ke sekolah in time dan berusaha untuk meraih prestasi terbaik di Sekolah. Sejak Sekolah Dasar (SD) - SMP kelas satu, alhamdulillah saya selalu masuk nominasi ranking 1- 4 dikelas. Namun kondisi berbalik saat saya naik kelas dua, saat itu saya masuk kelas unggulan. Anak-anak yang masuk kelas ini, merupakan anak-anak berprestasi dari masing-masing kelas.